Harum Energi

Harum energi adalah perusahaan pertambangan di Kalimantan yang telah beroperasi sejak 1995 melalui beberapa anak usahanya. Berikut ini daftar anak usaha harum energi :
1.    PT Mahakam Sumber Jaya (MSJ) dimiliki sebanyak 80% dan beroperasi sejak 2005. MSJ memiliki lahan Konsensi pertambangan seluas lebih dari 20 ribu hektar.
2.    PT Layar Lintas jaya (LLJ) merupakan perusahaan pelayaran pengangkutan hasil pertambangan yang diintegrasikan untuk mengangkut hasil tambang batu bara oleh harum energi. LLJ dimiliki sebanyak 99,11% dan mulai beroperasi sejak 2005
3.    Harum Energi Ltd adalah perusahaan investasi yang beroperasi di Australia dan dimiliki sebanyak 100%
4.    Tambang Batubara Harum (TBH) adalah perusahaan pertambangan batu bara yang dimiliki HRUM sebanyak 99,97% dan hingga saat ini TBH belum beroperasi di mana TBH ini dinyatakan efektif beroperasi pada 2014 silam.

5.    PT Karya Usaha Pertiwi (KUP) adalah perusahaan pertambangan yang dimiliki sebesar 50,50% dan sampai saat ini juga belum beroperasi. Direncanakan pada 2017 ini akan dioperasikan
6.    Harum Energi Capital adalah perusahaan investasi yang berlokasi di British Virgin Islands yang beroperasi sejak tahun 2009 dan dimiliki sebanyak 100,00%

Ringkasan Keuangan HRUM 9m 2017 (dalam jutaan USD)

2016
2017
Growth
Aset
413,4
431,3 *

Liabilitas
57,9
47,5 *

Ekuitas
355,4
383,8 *

Pendapatan
129,8 *
238,5 *
83,7%
Laba Bersih
13,2 *
40 *
203%
Laba Komprehensif
13,3 *
39 *
193,2%
EPS
0,00403
0,00797
97,8%
BV
-
Rp 1920

NPM (Annualized)
-
22,4 *

ROE (Annualized)
-
13,6 *


* = Sampai September 2017

Tren Pendapatan dan Laba Bersih Harum Energi (dalam juta USD)


2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017 An
2017 9m
Pendapatan
495
831
1.043
837
477
249
217
318
238
Laba Bersih
113,7
193,9
156
41,6
3,9
(12,3)
17,9
52
39

Tren Produksi Batubara Harum Energi (dalam Juta USD)


2010
2011
2012
2013
2014
2015
2016
2017 An
MSJ
5,3
8
9,2
9,7
6,6
3,6
3,2
-
SB
2,1
1,7
2,6
1,8
0,4
2017 *
2017 *
-
TBH
-
-
-
2014 *
2016 *
2017 *
2017 *
-
KUP
-
-
-
2014 *
2016 *
2017 *
2017 *
-
Total
7,4
9,7
11,8
11,5
7
3,6
3,2

* direncanakan beroperasi

Pada tahun 2017 ini hingga kuartal ke III 2017 ini, HRUM membukukan pendapatan sebanyak USD 238,5 juta atau USD 318 juta jika di setahunkan. Maka dengan melihat dari sisi pendapatan ini saja kita sudah dapat menarik kesimpulan bahwa HRUM telah mulai PEDE untuk kembali mengebut produksinya di mana 3 tambang lainnya belum di produksi (sementara hanya SMJ saja yang diproduksi). Pada tahun 2016 lalu hanya SMJ yang berproduksi, itu saja hanya sebesar 3,2 juta ton berbanding jauh jika kita melihat puncak produksi SMJ di tahun 2013 sebesar 9,7 juta ton atau hanya sepertiganya saja. Sedangkan SB yang sebelumnya berproduksi, untuk sementara diberhentikan karena harga batu bara yang menurun drastis hingga menyebabkan emiten mengalami kerugian pada tahun 2015 kemarin. Baru pada tahun 2016 inilah HRUM mencetak keuntungan meski hanya memproduksi Batubara sebanyak 3,2 juta ton pada satu tambang saja yakni SMJ.

Pada keterangan laporan tahunan HRUM 2016 lalu, disebutkan bahwa ketiga tambang HRUM yakni SB, TBH, dan KUP akan beroperasi sesegera mungkin melihat harga komoditas yang stabil. Kami tidak tahu pada harga berapa HRUM mengatakan stabil, namun mengingat harga Batubara yang telah menyentuh angka USD 100 per metrik tonnya, maka kami berasumsi inilah momentum HRUM kembali meningkatkan produksinya di SMJ dan kembali menghidupkan aktifitas penambangan di SB dan di dua lokasi lainnya.

Kedua, pada laporan tahunan 2015 HRUM menyebutkan bahwa pada tahun 2017 inilah ketiga tambang yang tidak beroperasi akan dioperasikan kembali (perlu diketahui bahwa dua tambang HRUM yakni TBH dan KUP sama sekali belum beroperasi sejak di miliki dan sampai saat ini status keduanya masih dalam pengembangan).

Produksi batubara HRUM sejak 2010 hingga 2012 terlihat terus meningkat, namun terjadi decline pada tahun 2013 untuk produksinya. Sedangkan pada tahun 2012 meski produksinya meningkat namun laba bersih perusahaan mengalami penurunan signifikan dan ini terus berlanjut sampai pada tahun 2015 yang mana HRUM mencatatkan kerugian sebesar USD 12,3 juta. Barulah pada tahun 2016 HRUM mencetak keuntungan meski volume produksinya hanya sebanyak 3,2 juta ton. Jika kita mengacu pada target manajemen yang mematok kenaikan 30% atas produksi tahun 2016, maka kami mengasumsikan total produksi HRUM pada tahun 2017 ini sebesar 4,16 juta ton. Target ini meski telah lebih tinggi ketimbang produksi pada 2015, namun masih di bawah 2014 yang sebesar 6,6 juta ton. Nampaknya manajemen HRUM masih berhati-hati dalam berekspansi meski harga Batubara telah naik cukup tinggi.

Kemudian melihat performa keuangan HRUM yang mencatatkan keuntungan/laba bersih sebesar USD 39 juta pada kuartal III 2017 ini atau USD 52 juta jika di setahunkan, maka perolehan ini telah berada di atas perolehan laba bersih pada tahun 2013. Maka dengan kata lain tahun 2017 ini sebagai tahun pembalikan bagi HRUM ini (turnaround).

Perhatikan grafik harga HRUM berikut ini


http://www.mattoa.com/

Jika Anda perhatikan maka akan ada kesinambungan antara harga saham HRUM dengan kinerja HRUM. Pada tahun 2013 kinerja HRUM hanya mencatatkan laba bersih sebesar USD 41,6 juta dibanding USD 156 juta pada 2012 atau turun sebesar 73% maka harga saham HRUM langsung turun (meski juga dipengaruhi oleh penurunan harga Batubara). Yang mana pada tahun tersebut pendapatan HRUM tercatat sebesar USD 837 juta dengan produksi Batubara sebesar 11,5 juta metrik ton atau hampir 3 kali lipat target produksi 2017. Bandingkan dengan kondisi sekarang. Saat ini (2017) pendapatan HRUM sebesar USD 238 juta atau USD 318 juta jika disetahunkan dengan target produksi mengalami kenaikan sebesar 30% dibanding tahun 2016 lalu yang hanya sebesar 3,2 juta ton, maka ini akan menjadi lompatan besar bagi HRUM itu sendiri. Artinya dengan target produksi Batubara yang hanya sebesar setengah dari produksi tahun 2013, namun dengan potensi pendapatan dan laba bersih yang masing-masing mencapai USD 318 juta dan USD 52 juta maka ini akan berdampak signifikan pada harga sahamnya.

Mari kita kembali pada grafik diatas, jika pendapatan dan laba bersih mencapai apa yang kami perkirakan, maka resisten harga pada 2.500-3.000 akan terlewati. Dengan laba bersih saat ini sebesar USD 39 juta tidaklah sulit untuk melewati USD 41,6 juta tersebut (hanya selisih USD 2,6 juta) kecuali terdapat kejadian force majeur yang mengakibatkan laba yang berada di depan mata menguap begitu saja. Namun mengingat kondisi ekonomi dengan pertumbuhan pada kuartal III 2017 ini yang sebesar 5,01 dan kondisi politik yang stabil serta kenaikan harga komoditas Batubara yang terus berusaha menembus USD 100 per metrik ton, maka pencapaian tahun ini bisa lebih baik dari pada tahun 2013 silam.

Tentang valuasi HRUM.

Saat ini HRUM dijual pada 2280-2300 dengan PER 10 kali dan PBV 1,2 kali, maka tidak bisa dibilang murah apalagi HRUM hanya mencetak ROE sebesar 11%. Namun mengingat potensi ekspansi yang HRUM miliki serta rencana reoperasi tambang yang ditutup sementara, maka ini tidak bisa begitu saja di lupakan. Apalagi hutang HRUM yang tercatat hanya 12,37% maka tidak ada kekhawatiran bahwa perusahaan ini akan bangkrut di h