Ditengah euforia kenaikan IHSG yang terus saja mencetak New High-nya maka akan cukup sulit bagi kita mendapatkan saham yang masih dihargai murah. Kalaupun kita mendapatkannya, sudah tentu itu saham jelek atau kalau tidak begitu sahamnya kurang likuid sehingga para trader (yang menggerakkan harga) enggak mau masuk apalagi investor institusi yang notabene dana kelolaannya cukup besar. Saat ini IHSG sendiri dinilai dengan PBV 2,3 dan PER 14 kali, dan tentu saja pada kondisi tersebut IHSG sudah tidak murah tapi lebih condong cukup mahal, sehingga ya kita sebagai investor harus kembali melihat komposisi saham yang kita pegang, apakah ada yang sudah overvalued atau masih ada yang undervalued. Kemudian kita merekomposisi portofolio kita.

Okey, ditengah-tengah mahalnya IHSG dan terus naiknya harga batubara dan minyak dunia maka patut kita cari peluang saham perusahaan yang berkaitan dengan dua komoditas tersebut. Salah satunya adalah PT Soechi Lines Tbk (SOCI). SOCI adalah perusahaan pelayaran dengan dua kegiatan usaha yakni galangan kapal dan pelayaran. SOCI sendiri didirikan pada tahun 1981 sebagai perusahaan jasa transportasi laut dengan entitas induk PT Soechi Group. Saat ini SOCI memiliki 38 buah armada kapal dengan komposisi 2 kapal VLCCs (Very Large Crude Carriers), 6  buah aframax tanker, dan sisanya berukuran sedang dan kecil, dimana total kapasitas yang dimiliki sebesar 1,57 juta DWT.

http://www.mattoa.com/

Hingga kuartal III 2017 SOCI mencatat aset sebesar USD 582,19 juta dimana utangnya sebesar USD 272,62 juta dan ekuitas sebesar USD 309,57 juta atau dengan kata lain rasio utang terhadap ekuitas SOCI sebesar 0,88 yang artinya bahwa rasio utang SOCI cukup baik karena jumlahnya dibawah total ekuitas sehingga misalkan SOCI ini dijual saat ini masih menyisakan sedikit ekuitas setelah dikurangi pembayaran atas utangnya. Disisi lain pendapatan SOCI hingga kuartal III 2017 sebesar USD 100,86 juta dengan laba bersih sebesar USD 16,86 juta. Sehingga ROE SOCI tercatat sebesar 7,3% disetahunkan. Disisi lain dengan total aset lebih dari USD 500 juta, manajemen SOCI hanya mampu menggenerate untuk menghasilkan laba bersih yang sebesar USD 16,86 juta tersebut sebesar 3,86% atau lebih baik sedikit dibanding tahun 2016 yang sebesar 3,72%, dan 2015 yang sebesar 8,27% dan 2014 yang sebesar 7,5%. Sehingga wajar jika sampai hari ini pergerakan harga saham SOCI masih sideways setelah mengalami penurunan yang cukup tajam dari titik low sebelumnya di 268 hingga menyentuh angka 232 yang menjadi titik low baru bagi SOCI sejak tercatat d bursa. Kemudian ROE SOCI sendiri terhitung sejak 2014 sebesar 13,96%, 2015 sebesar 15,4%, 2016 sebesar 7,03% dan 2017 sebesar 7,06% (disetahunkan).  Anda lihat mengapa harga saham SOCI terus saja turun sejak tercatat sebagai perusahaan terbuka? Yup, karena memang kinerja SOCI terus saja turun sejak 2014. (lihat grafik harga saham SOCI dibawah ini).  Tapi bagaimana dengan 2017 dan 2018? Kita lanjutkan pembahasannya.

http://www.mattoa.com/
Pergerakan harga saham SOCI sejak tercatat di BEI
Kenyataannya pendapatan SOCI di 2017 kuartal III ini mengalami kenaikan sebesar 5,6% dibanding 2016 lalu yang sebesar USD 95,55 juta dan sayangnya dibalik kenaikan pendapatan tersebut diikuti juga kenaikan beban pokok pendapatan lebih dari USD 5 juta sehingga laba kotor SOCI pada dasarnya di kuartal III ini tidak mengalami kenaikan bahkan cenderung menurun meski tipis. Kemudian dari sisi laba usaha SOCI ini mengalami penurunan sebesar 7,4% menjadi USD 26,01 juta dibanding USD 28,09 juta di 2016. Praktis dari sini saja terlihat bahwa kinerja SOCI masih belum pulih, kalaupun laba bersih SOCI tampak lebih baik dibanding kuartal III 2016 lalu adalah karena menurunnya beban keuangan berupa pembayaran bunga bank yang sebesar USD 8,42 juta dibanding USD 11,64 juta di 2016 lalu. dari sisi kinerja ini sudah bisa menjelaskan kenapa harga saham SOCI cenderung turun meski saat ini sudah sangat murah dengan PBV tercatat sebesar 0,4 kali.

Okey, kita lanjut. Dengan laba bersih sebesar itu dan penurunan beban bunga bank dibanding periode yang sama di 2016 maka EPS SOCI yang sebesar USD 0,0023 dibanding USD 0,0022 di 2016 tak banyak berpengaruh. Maka prediksi tahun 2017 ini laba bersih SOCI tak banyak berubah dibanding 2016 lalu, tapi dengan naiknya harga minyak dunia (pendapatan SOCI sendiri paling banyak dari Pertamina) seharusnya bisa naik setidaknya lebih baik dibanding realisasi 2016 lalu.

Dari sisi pendapatan, Pertamina menjadi pelanggan utama SOCI dan bahkan bisa dianggap sebagai pelanggan tetap. Bahkan tercatat di 2017 ini pendapatan dari Pertamina saja tercatat sebesar 60% dari total pendapatan, hal ini naik dibanding 2016 lalu yang sebesar 51%. Memang sejak 2014 Pertamina menjadi sumber utama pendapatan SOCI dimana pada 2014 tercatat sebesar USD 66,78 juta atau 52% dari total pendapatan. 2015 sendiri tercatat sebesar USD 70,27 juta dengan persentase sebesar 50% dibanding total pendapatan, sedangkan pada 2016 pendapatan dari Pertamina menyumbang sebesar USD 66,34 juta atau sebesar 51%. Dengan pendapatan dari Pertamina pada kuartal III 2016 yang sebesar USD 48,6 juta dibandingkan pendapatan di 2017 ini yang sebesar USD 60,38 juta yang 24,5% lebih besar (dengan asumsi pendapatan dari selain Pertamina tetap seperti di 2016 full year) maka seharusnya kinerja SOCI lebih baik di 2017 ini. Perlu diketahui bahwa pada 2016 secara full year saja pendapatan SOCI dari Pertamina sebesar USD 66,34 juta, maka untuk setidaknya menyamai angka yang sama SOCI hanya perlu mendapatkan kurang dari 10% yang seharusnya “ini mudah” bagi SOCI.

Jika  kita menghitung secara sederhana dengan mengacu pada 2017 lalu pendapatan dari Pertamina sebesar USD 60,38 juta yang jika kita buat rata-rata maka pendapatan kuartalan dari Pertamina secara tahunan diperkirakan sebesar USD 80,51 juta (ingat ini hanya perkiraan dengan perhitungan sederhana), yang artinya potensi SOCI mengalami kenaikan pendapatan dari Pertamina sebesar 21,35%. Kemudian jika dengan asumsi yang sama yakni pendapatan dari pihak selain Pertamina tetap, kemungkinan pendapatan SOCI di 2017 ini mengalami kenaikan sebesar 10,87% dibanding 2016 lalu.

Apa dasarnya kami melakukan perhitungan sederhana tersebut? Sejak tahun 2014 pendapatan dari Pertamina terhadap total pendapatan SOCI selalu berada di angka 50%-52%, sedangkan saat ini di kuartal ke III 2017 pendapatan dari Pertamina tercatat sebesar 60% dibanding seluruh pendapatan. Namun disisi lain pendapatan SOCI dari selain Pertamina tidak sebesar di kuartal III 2016 lalu. tercatat pendapatan SOCI dari non Pertamina ini sebesar USD 40,48 juta atau turun sebesar 13,8% dibanding 2016 lalu yang sebesar USD 46,94 juta. Jika diatas kita menghitung dengan asumsi pendapatan dari non Pertamina tetap, maka jika kita memperkirakan seluruhnya maka pertumbuhan pendapatan SOCI hanya sekitar 3%-5%. Dengan begitu sebenarnya kinerja SOCI belum begitu menarik kecuali terjadi ledakan pendapatan dan laba bersih.

Ok, itu kan sumber pendapatan dari Pertamina, terus bagaimana dong dengan sumbangsih dari kegiatan usahanya?

Seperti yang telah kita ketahui bahwa kegiatan usaha SOCI sendiri adalah pelayaran dan galangan kapal, dan memang sejak 2014 pendapatan dari pelayaran selalu mendominasi dengan persentase selalu diatas 80% sedangkan untuk galangan kapal adalah sisanya. Untuk 2017 sendiri kegiatan pelayaran menyubang sebesar 86,9% dengan galangan kapal hanya sebesar 13,1%. Sedangkan untuk periode yang sama di 2016 pelayaran sendiri memberikan sumbangsih sebesar 82,1% dan sisanya yang sebesar 17,9% dari galangan kapal. Secara tahunan pun di 2016 sumbangsih pelayaran sebesar 81,5% dan galangan kapal sebesar 18,5% sehingga untuk tahun 2017 ini sumbangsih dari pelayaran kemungkinan tetap lebih tinggi dibanding pada 2016 lalu. dan sayangnya memang sejak 2015 lalu sumbangsih dari pelayaran dan galangan kapal dari pihak berelasi terus menunjukkan tren penurunan yang tajam sehingga wajar jika saat ini kinerja SOCI tetap saja tidak banyak berubah dibandingkan 2016 lalu, namun kabar baiknya adalah kinerja dari pihak ketiga mengalami kenaikan yang cukup baik bahkan diproyeksikan bisa melampaui pendapatan di 2016 yang sebesar USD 91 juta.

Prospek SOCI

Sebagai perusahaan pelayaran SOCI memiliki kapal sebanyak 38 dengan kapasitas 1,57 DWT ditambah lagi dengan naiknya harga minyak dunia serta meningkatnya pendapatan dari Pertamina (tinggal ningkatin pendapatan dari non Pertamina saja sih) maka setidaknya tahun 2017 ini menjadi tahun awal bagi SOCI untuk turnarround mencetak ROE kembali diatas 10%. Berdasarkan data 2016 pangsa pasar SOCI di pelayaran sendiri mencapai 21,2% di seluruh Indonesia. Hingga Maret 2017 SOCI telah memiliki kontrak senilai USD 269 juta untuk time charter dan utilisasi kapal mencapai 80%, sedangkan untuk galangan kapal saat ini SOCI sedang mengerjakan 7 kapal dengan nilai kontrak sebesar USD 36 juta. Kemudian SOCI sendiri berencana menerbikan Notes senilai USD 300 juta dengan penerbitnya adalah Soechi Capital Pte Ltd yang berkedudukan di Singapura namun rencana ini masih ditangguhkan dan sampai saat ini belum ada informasi kapan Notes tersebut akan di terbitkan.

Saat ini SOCI diperdagangkan di harga 232-240 atau dengan PBV 0,4 kali dan mengingat kinerja SOCI yang terus mengalami tekanan sejak 2014 lalu maka wajar saja jika harganya terus menurun, namun dengan PBV yang sebesar 0,4 kali dan dengan ROE tercatat 7% maka kami menilai SOCI ini dijual diharga yang cukup atraktif. Namun akan lebih baik jika kinerja SOCI tahun ini jauh lebih baik ketimbang 2016 lalu atau SOCI mengalami turnarround setelah 3 tahun mengalami penurunan kinerja.

Previous Post Next Post