Ada satu sektor yang terus melemah sejak kenaikan tertingginya di 2017 hingga puncaknya pada Juli 2018 harga komoditasnya mencapai 120 USD. Sektor ini adalah COAL atau BATUBARA.

Mari kita lihat sekilas pergerakan harga acuan COAL dunia, kita pakai Newcastle sebagai acuannya;

https://www.blogsaham.com/
Seperti pada chart diatas, harga Coal pernah menyentuh angka USD 120 per metrik tonnya. Ini adalah harga tertingginya dalam 5 tahun terakhir. Setelah itu Coal terus melemah hingga mencapai harga saat ini.

Belum ada sentimen positif yang masuk dan mampu menggerakkan harga komoditas ini ke level yang lebih tinggi. Terlihat harga acuan Coal masih landai cenderung menguat dalam trend jangka pendeknya.

Berita terakhir malah berefek negatif yakni Trump keluar dari kesepakatan Paris, dan ia berencana meningkatkan produksi coal dan ini akan membuat persediaan coal menjadi berlimpah.

Namun secara grafik, Coal terihat akan menguat dalam jangka pendek dimana harga melandai dan terus meruncing disisi lain MACD mulai bergerak ke area positif.

Lalu bagaimana dengan saham-saham COAL?

ADRO
https://www.blogsaham.com/

ADRO masih sideways dalam jangka panjang, jika dia mampu break dengan volume yang bagus dan harga komoditas COAL juga naik maka target 2000 bisa tercapai. Untuk saat ini ADRO sudah diarea resisten sideways nya. Secara fundamental ADRO ini tergolong bagus diantara saham dalam sektornya. Ia mampu mendiversifikasikan sumber pendapatannya, sehingga saat harga COAL turun ia masih mampu mempertahankan kinerjanya.

PTBA
https://www.blogsaham.com/
Mulai menarik chartnya, ada potensi up hingga 3000

ITMG
https://www.blogsaham.com/

Pergerakannya mirip dengan PTBA, saat ini berada di area support sideways nya

UNTR
https://www.blogsaham.com/
Meski bukan tergolong pure coal mining, namun UNTR yang bergerak dalam penyediaan dan penjualan alat-alat  berat pertambangan cukup related terhadap sektor ini. Seharusnya UNTR ini bisa menjadi rujukan (bocoran) bagi kinerja saham COAL karena ia yang menyuplai alat pertambangan ketimbang menambang. Semakin tinggi penjualan alat beratnya maka semakin banyak peminat pertambangan tersebut.

INDY
https://www.blogsaham.com/
INDY pun sama kondisinya seperti ITMG.

Kesimpulannya, sampai saat ini belum ada news positif apapun yang mampu mengangkat harga saham COAL. Hanya momentum Windress saja yang bisa digunakan untuk trading (bukan investasi) saat ini.

Regards,

BlogSaham
Previous Post Next Post