Resiko Membeli Saham IPO

Membeli saham yang baru IPO atau yang sudah lama sama-sama memiliki resiko yang kurang lebih sama. Mengalami naik turunnya harga, perubahan kinerja emiten, perubahan Outlook makro ekonomi, perlambatan ekonomi global, ketegangan politik sampai hal-hal yang baru sebatas rumor memberikan efek positif atau negatif. Intinya adalah saham itu sama kayak wanita, sensitif.

blogsaham.com
Sumber : CNBC Indonesia

Meski begitu membeli saham yang sudah lama IPO lebih aman jika dibandingkan dengan saham yang baru IPO, dengan alasan mudahnya kita mendapatkan informasi baik itu seputar kinerja masa lalu emiten, prospek emiten kedepan, rumor atau news yang pernah ada, sampai persoalan hukum atau kebijakan pemerintah yang berefek pada emiten tersebut.
Kita fokus ke saham baru IPO.

Poin-poin Penting yang Harus Diperhatikan

Beberapa hal yang bisa menjadi potensi resiko membeli saham baru IPO adalah
  1. Kinerja masa lalu yang sulit didapatkan datanya
  2. Penjatahan saham beredar yang biasanya sudah ada standby buyer
  3. Pergerakan harga yang tidak bisa dianalisis dengan teknikal
  4. Sering bergerak melawan arus (dalam hal ini tidak searah dengan IHSG)
Kita bahas satu persatu
  • Kinerja masa lalu yang sulit didapat datanya. Dengan aktifitas yang baru IPO maka tidak banyak data yang bisa kita dapat mengenai emiten tersebut selain prospektus yang di keluarkan sebelum aktifitas IPO dimulai
  • Sudah ada standby buyer. Underwriting dari calon emiten berfungsi untuk menjadi standby buyer yang mana ini bisa menjadi penggerak harga emiten. Apalagi saham beredar dan kapitalisasi pasarnya kecil, maka dengan hanya dana 10–20 miliar sudah dapat digunakan untuk menggerakkan harga (belum lagi kalau menggunakan fasilitas margin dari sekuritas)
  • Pergerakan harga yang tidak bisa dianalisis dengan teknikal. Seringkali kita menemui chart saham IPO yang menurut analisis teknikal kita sudah sesuai pattern tertentu, namun faktanya harga bergerak berlawanan dengan analisis kita. Mengapa demikian? Karena analisis teknikal hanya bisa berfungsi dengan baik pada saham yang memang berada pada mekanisme pasar, sedangkan saham IPO tidak mengikuti mekanisme pasar.
  • Sering berlawanan dengan IHSG. Pernahkah anda menemui saat bursa naik tapi saham IPO turun? Atau sebaliknya? Bahkan naik atau turunnya lebih dari 10%? Atau dalam sehari bisa ARB lalu ARA? Atau sebaliknya?
Kecuali jika anda sudah terbiasa mengarungi samudera saham IPO dan sering mendapatkan profit darinya, maka tidak masalah. Karena semua tergantung dari keahlian kita. Hanya saja secara jangka panjang tidak baik untuk terus berkutat pada saham jenis ini. Cari saja saham yang memenuhi kaidah fundamental atau teknikal. Jauh lebih aman.

Pergerakan saham IPO yang sangat volatil inilah resiko yang besar terutama bagi para trader/investor pemula.

Regards, 


 BlogSaham.com
Previous Post Next Post