Analisa Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern (pola pembalikan arah)

Jika anda dalam kegiatan trading atau investasi seringkali menggunakan analisa teknikal baik itu untuk entry/sell atau sekedar melihat gambaran besar pergerakan harga sebuah saham, anda pasti familiar dengan beberapa indikator-indikator teknikal seperti Moving Average, MACD, Stochastic, RSI atau indikator-indikator lainya. Begitu pula dengan pattern-patters tertentu yang cukup handal memberikan signal bahwa potensi upside sebuah saham terllihat seperti Double Bottom, Invertedh Head and Shouldier, Flag dan lain sebagainya.

Pada kesempatan kali ini Blogsaham.com akan mengulas mengenai pattern yang jarang sekali dibicarakan oleh trader terutama trader-trader Indonesia dalam melakukan analisis Teknikal.

Mengapa demikian?

Falling Wedge Reversal Pattern (FWR)

Mayoritas trader di Indonesia lebih banyak menggunakan analisis teknikal dalam time frame yang sangat pendek, seperti harian atau mingguan. Karena sebagian trader lebih mengutamakan profit kecil dengan frekuensi yang tinggi sehingga ketika di compouding hasilnya akan besar (jika itu terjadi).

Namun bagi trader yang memadukan analisis teknikal dan fundamental dalam penentuan pemilihan saham dan titik masuk mereka akan melihat pergerakan harga saham dalam rentang yang cukup panjang, bisa setahun bahkan lebih dari itu.

Analisis Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern

Sehingga profit yang didapatkan dari trader-trader seperti ini jauh lebih besar bahkan bisa mencapai diatas 100% dalam satu saham saja. Mereka melakukan analisa secara menyeluruh baik itu fundamental perusahaan, masa depan perusahaan, policy dari pemerintah terkait Bussines Related, hingga gambaran besar harga suatu saham.

Baca Juga : Berapa Lama Investasi Saham Kita dapat Menghasilkan Keuntungan atau Cuan?

Syarat-syarat Terpenuhinya Pattern Falling Wedge Reversal (FWR)

Falling Wedge Reversal Pattern adalah salah satu pola harga yang bagus dalam proses pembalikan trend dari Downtrend menuju Uptrend. Falling Wedge merupakan sebuah pola yang ada pada dasar harga saham dan lama pembentukan polanya membutuhkan waktu yang lama dibanding pola-pola lainnya. Secara detail berikut ini beberapa persyaratan yang harus terpenuhi agar Falling Wedge Reversal Pattern terjadi;

1. Trend Sebelumnya : pada trend sebelum pola terbentuk adalah Downtrend  selama minimal 3 bulan dan pola Falling Wedge Reversal terbentuk dalam kurun waktu 3-6 bulan. Jadi trend sebelum pola itu harus Downtrend dan waktunya minimal harus 3 bulan, jika kurang dari itu polanya gagal hanya menjadi pola-pola biasanya;

2. Titik Resisten Menurun : selama proses pembeentukan tren, high dari setiap titik harus terus lebih rendah. Atau resisten harus terbentuk Lower High dan polanya semakin ke kanan semakin mengecil. Idealnya High yang terbentuk adalah tiga titik;

3. Garis Support : dalam proses pembentukan pola, idealnya terdapat dua titik support, dan support terakhir harus lebih rendah dari support sebelumnya entah itu selisish 1 tick atau beberapa tick dari support sebelumnya;

4. Bentuk Pola : semakin lama polanya semakin menyempit dan volume semakin mengecil. Setiap haigh yang muncul haruslah lebih rendah dari high sebelumnya atau membentuk lower high, dan titik support yang terbentuk haruslah lebih rendah dari sebelumnya atau lower low. Meskipun low yang terbentuk diakhir menembus low sebelumnya, namun penembusan tersebut harusnya tidak terus turun atau polanya tidak berubah menjadi Continous trend;

5. Break Resisten : agar pola ini terbentuk dengan sempurna, resisten harus ditembus dan didukung dengan volume yang besar. Lebih bijaksana bila entry saat resisten telah tertembus atau setelah tertembus menunggu koreksi harga mendekati area resist sebelumnya;

6. Volume : selama proses pembentukan pola volume harusnya ikut mengecil dan saat break resisten volume harus meningkat secara meyakinkan agar pola terbentuk dengan sempurna. Apabila volume kurang meyakinkan pola akan berubah dan akan melanjutkan sideways sebagaimana biasanya.

Contoh Pola / Pattern FWR

Berikut ini contoh chart pola Falling Wedge Reversal
Analisa Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern pada saham MEDC
Sumber : www.investing.com

Diatas adalah chart dari MEDC, selama masa pembentukan pola baik garis resisten maupun support menurun dengan volume yang mengecil setelah itu penembusan resisten diikuti dengan volume yang besar sehingga polanya terbentuk sempurna.

Analisa Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern pada saham ELSA
Sumber : www.investing.com

Begitu pula dengan chart saham ELSA, proses pembentukan polanya jauh lebih panjang dibandingkan MEDC pada chart sebelumnya. Meski begitu proses pembentukan sama seperti syarat-syarat yang telah ditentukan diatas. Meski demikian seringkali dalam proses pembentukannya dapat berbeda dari ketentuan yang ada namun secara garis besar tetaplah sama.

Selain dua contoh diatas,, chart dari saham berikut ini berpotensi membentuk pola Falling Wedge Reversal namun perlu pembuktian dikemudian hari. Pola yang terbentuk sudah memenuhi 5 kaidah sebelumnya, hanya tinggal satu lagi yang harus dipenuhi agar pola dapat terbentuk dengan sempurna. Saham tersebut adalah TELE, berikut ini chartnya
Analisa Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern pada saham TELE
Sumber : www.investing.com

Baca Juga : Harga Saham dibawah Harga IPO, Apakah TELE Layak Dibeli?

Beberapa Poin Penting Mengenai FWR

Meski begitu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dari Falling Wedge Reversal ini;
1. Pola ini sangat jarang terjadi dan cukup sulit diidentifikasi karena proses pembentukannya memerlukan waktu lebih lama dibanding pola-pola lainnya;
2. Mayoritas trader akan mengenal pola ini setelah terbentuk, namun pada saat-saat proses pembentukan sangat jarang trader yang menyadarinya;
3. Apabila lower low sebelumnya ditembus dan harga terus saja turun maka pola ini gagal terbentuk;
4. Jika saat break resisten dengan volume yang kurang meyakinkan, itu artinya pola berpotensi gagal meski masih ada peluang untuk naik;
5. Biasanya saat break resisten akan diikuti pembelian yang masih dan ini biasanya dilakukan oleh institusi bukan retail.
6. Setelah break resisten, biasanya akan ada koreksi atau pullback ke resisten sebelumnya dengan volume yang kecil. Pada kondisi inilah saat yang ideal untuk masuk atau membeli.

Regards,
Blogsaham.com