Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Anjloknya Kinerja Reksadana Saham

Warrent Buffet pernah mengatakan 

Jauh lebih baik membeli saham perusahaan bagus di harga wajar
Dibandingkan membeli saham perusahaan biasa di harga murah

Peter Lynch memberikan saran

Reksadana saham adalah solusi sempurna
bagi orang yang ingin memiliki saham tanpa perlu melakukan penelitian sendiri

Ben Graham berujar

The Individual investor should act consistenly as an investor
and not a speculator

Kinerja Reksadana di 2019 Anjlok!

Beberapa hari terakhir kita dikagetkan dengan penutupan reksadana Minna Padi oleh OJK dan suspensi Reksadana Narada. Ada beberapa hal yang membuat Minna Padi ditutup, yakni Minna Padi menawarkan fix return kepada calon dan nasabahnya padahal reksadana yang ditawarkannya adalah reksadana saham, yang mana reksadana saham tidak diperbolehkan menjanjikan fix return karena harga saham itu sendiri naik turun sesuai fluktuasi market. Dan pada bagian ini Minna Padi memang salah.

Namun efeknya jauh lebih dari sekedar penutupan. Disisi lain banyak sekali reksadana yang memiliki kinerja yang sangat mengkhawatirkan. Bahkan terdapat reksadana saham yang memiliki kinerja -60% Ytd itupun masih ada yang lebih dari itu. Untuk melihat kinerja reksadana anda bisa melihatnya di www.infovesta.com dan www.bareksa.com

Selain itu, terdapat kasus ditemukannya penggalangan dana investasi secara ilegal yang dilakukan oleh perusahaan yang dipimpin oleh Benny Tjokro (sebelum mundur). Jika anda sudah lama berinvestasi, setidaknya pasti sudah mendengar nama satu ini.

Efeknya, saham-saham Benny Tjokro banyak yang berguguran bahkan saat ini bertengger di angka bronze yakni 50 rupiah per lembarnya. Sejak kasus tersebut mencuat, ternyata banyak juga kinerja reksadana yang turun tajam. Berikut grafiknya
https://www.blogsaham.com/



Data reksadana yang saya ambil hanya sebagian dari beberapa reksadana yang kinerjanya anjlok. Ada beberapa poin yang dapat kita ambil dari grafik diatas :
1. Kinerja reksadana mengalami penurunan yang hebat terjadi pada bulan Nopember 2019
2. Kinerja IHSG pada bulan Nopember 2019 turun 5,9% atau 2,9% Ytd
3. Penurunan kinerja reksadana linier dengan kinerja IHSG, namun penurunannya terlalu tajam
    padahal IHSG tidak mengalami Downtrend berat

Setelah kita mendapatkan poin-poin dari kinerja reksadana diatas, mari kita lihat chart berikut ini
https://www.infovesta.com/index/data_info/reksadana/rdstock;jsessionid=F3334CE323FB72CEFD1A7DB5E9C7E7A8.NGXB

Sumber : investing.com

Data diatas sengaja kami ambil saham-saham Benny Tjokro, gunanya untuk melihat apakah ada kemungkinan reksadana-reksadana tersebut membeli saham-saham Benny Tjokro.

Dan Jawabannya?

Tunggu dulu, mari kita bandingkan reksadana-reksadana diatas dengan reksadana berikut

https://www.blogsaham.com/
https://www.blogsaham.com/
Sumber : www.infovesta.com

Kelima reksadana diatas merupakan reksadana terbaik dengan kinerja yang beberapa diantaranya linier dengan kinerja IHSG dan penurunannya pun masih dapat ditoleransi, bahkan reksadana Danareksa Syariah Saham mencatatkan kinerja positif ditengah penurunan indeks.

Berikut beberapa hal yang dapat kita ambil kesimpulan dari beberapa data diatas :
1. Ada kemungkinan reksadana-reksadana dengan kinerja jeblok membeli saham Benny Tjokro ataupun saham-saham IPO
2. Reksadana dengan nama yang sudah dikenal dengan baik, mencatatkan kinerja yang bagus ditengah penurunan IHSG di bulan Nopember
3. Pemilihan saham oleh para Manajer Investasi (MI) dari beberapa reksadana diatas mencerminkan kemampuan mereka dalam mengelola dana publik
4. Ditengah kisruh Reksadana berkinerja jeblok, masih ada reksadana berkinerja cemerlang

Regards,

BlogSaham.com