Dalam banyak literatur sudah sering disinggung terkait dengan pemilihan saham menggunakan Price Earning Ratio atau PER ini agar mendapatkan saham murah. Namun pada artikel ini akan dibahas secara mendalam tips mengenai bagaimana mencari saham yang murah dengan menggunakan PER namun bukan saham murahan.

Price Earning Ratio (PER)

Price Earning Ratio atau lebih dikenal dengan istilah PER merupakan bagian analisis fundamental yang paling dasar dan cukup dikenal di kalangan investor dan trader. PER akan menghasilkan angka tertentu yang merupakan hasil dari harga saham : EPS. EPS sendiri merupakan laba atau keuntungan perusahaan dalam waktu tertentu dibagi dengan jumlah saham beredar (saham portepel tidak masuk ya). PER seringkali digunakan untuk mencari saham yang murah atau terdiskon karena salah harga.

Baca Juga : Berapa Lama Investasi Saham Kita dapat Menghasilkan Keuntungan atau Cuan?
Tips Mencari Saham Murah dengan Price Earning Ratio (PER)

Apa yang dimaksud dengan saham yang salah harga?


Saham yang salah harga adalah saham yang harganya di market dihargai dibawah harga yang sebenarnya. Misal harga seharusnya 1 buah bolpoint adalah Rp 2.000, namun di pasar tradisional bolpoint tersebut dijual Rp 1.50. Secara sederhana seperti itu.

Price Earning Ratio atau PER ini cukup ampuh untuk mencari saham yang murah dan berpotensi menjadi saham multibagger, namun anda juga harus jeli agar tidak terkena jebakan PER.

Pernahkah anda membeli saham yang menurut anda dengan PER hitungan anda harga saham tersebut murah atau terdiskon namun sulit untuk naik? Kalaupun naik membutuhkan waktu yang panjang. Jika beruntung tidak butuh waktu setahun harga saham tersebut naik, namun saat terjebak dalam PER Trap butuh waktu bertahun-tahun menunggu saham tersebut naik harganya.

Jangan sekali-kali anda memutuskan untuk berinvestasi saham tertentu hanya berpatokan pada PER. PER memang bagus, namun jika sendirian itu jelek bahkan membahayakan bagi kelangsungan investasi dan kesabaran anda.

Untuk saat ini anda tidak akan kesulitan melakukan screening saham berbasis PER, anda tidak perlu lagi melihat dan menghitung satu persatu PER masing-masing saham. Untuk bagian tips screening ini akan ditulis diakhir artikel.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dari PER, sebagai berikut :

1. Kelebihan Price Earning Ratio (PER)

  • Mudah didapatkan : data PER saat ini mudah didapatkan, anda tinggal mencari data tersebut di situs-situs financial seperti reuters, investing atau rti bussines. Bahkan data tersebut juga ada di masing-masing OLT yang anda pakai
  • Mudah dipahami : PER merupakan hasil hitungan dari harga saham : EPS dan jika anda hafal nilai EPS saham tertentu maka anda akan dengan mudah menghitung PER sebuah saham yang anda lihat harga terakhirnya
  • Paling Banyak dipakai : Mayoritas investor dan trader menjadikan PER sebagai salah satu acuan untuk menghitung seberapa murah atau mahal sebuah saham
  • Alat valuasi yang simpel
  • Disukai oleh mereka yang berbasis analisis fundamental
  • Cocok digunakan untuk memvaluasi saham pada masa koreksi atau krisis

2. Kekurangan Price Earning Ratio (PER)

  • Nilai yang dihasilkan tidak absolut dan berubah-ubah : karena metode perhitungan PER menggunakan harga saham terakhir, maka nilai PER setiap saham dapat berubah dengan cepat. Misalkan hari ini nilai PER nya 7,4x bisa jadi keesokan harinya berubah menjadi 6,7x atau 8,1x
  • Subjektif : Nilai PER akan diinterpretasikan menjadi valuasi apakah sebuah saham murah atau tidak, dan setiap orang akan memiliki pendapat yang berbeda mengenai ini, namun ketika ada sebuah saham dengan PER 4x maka akan banyak investor yang sepakat bahwa saham tersebut murah meski tidak semua
  • Nilai PER yang rendah ataupun tinggi dapat menimbulkan trap bagi investor : terkadang saham dengan PER 5x dikatakan murah namun sebenarnya murahan. Mengapa demikian? Banyak saham-saham yang memiliki PER rendah namun mereka kesulitan untuk harga sahamnya naik tinggi, dan setelah dianalisis lebih lanjut ternyata sektor bisnis perusahaan yang bersangkutan tidak menarik sekali sehingga tidak banyak trader yang mau membeli saham perusahaan tersebut. Dan pada saat PER tinggi misal diatas 15x itu tidak selalu berarti mahal. Jika kita lihat PER UNVR atau MYOR maka anda tidak akan pernah bisa melihat PER mereka turun dibawah 15x. Terkadang investor atau trader tidak berani membeli saham dengan PER tinggi meski harga saham naik terus. Inilah ilusi dari PER atau jebakan PER.
Sebagai contoh TKIM atau dikenal juga dengan PT Tjiwi Kimia Tbk. Pada laporan keuangan Full Year 2018 TKIM mencatatkan EPS sebesar 136, dan pada awal tahun harga saham TKIM bertengger di harga 2950. Artinya pada saat itu PER TKIM berada di 21,69x dan itu tergolong premium untuk sebuah saham kertas dimasa itu. Kemudian pada bulan maret 2018 di harga 6500 maka PER TKIM berada di angka 47x, lebih premium lagi kan? apakah sahamnya terus naik tinggi? naik terus dong bahkan nyentuh angka 18.000 di bulan Juni 2018, atau PER nya diatas 100x itu kalau masih pakai EPS 2017. Artinya adalah PER tidak bisa digunakan sebagai single indikator valuasi sebuah saham.

price-earning-ratio-per
Ket: Chart saham TKIM
Sumber : www.investing.com

Baca Juga : Harga Saham dibawah Harga IPO, Apakah TELE Layak Dibeli?

Lalu apakah saham dengan PER rendah misalkan dibawah 10x akan bisa naik tinggi mendekati harga wajarnya katakan naik diatas 10x? 


BJTM merupakan salah satu contoh untuk saham dengan PER rendah sulit untuk naik tinggi. BJTM merupakan perbankan milik Pemprov Jatim atau lebih dikenal sebagai Bank Jatim ini memiliki histori PER dibawah 10x. Pada saat ini diharga 675 dengan menggunakan EPS 2019 disetahunkan PER BJTM diangka 6,68x atau jika menggunakan EPS 2018 FY maka PER BJTM adalah 8,06x. Sulit bagi saham BJTM agar harga sahamnya naik tinggi agar nilai PER nya tinggi. Dengan ROE 2019 disetahunkan yang sebesar 17%, sudah seharusnya PER BJTM diatas 10x, namun faktanya masih berkutat dibawah 10x.

chart-saham-bjtm-dan-per-saham
Ket : Chart saham BJTM
Sumber : www.investing.com

Jadi kesimpulan sederhanya, jangan pernah menggunakan PER sebagai indikator utama untuk memvaluasi apakah saham tertentu murah (undervalued) atau mahal (overvalued). Karena masih banyak indikator dan faktor-faktor lainnya yang bisa membuat PER tidak berguna.

Baca Juga : Analisa Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern (pola pembalikan arah)

Lalu bagaimana cara kita menscreening saham berdasarkan PER?


Berikut tips sederhana yang bisa anda gunakan jika anda berkeinginan untuk melakukan screening saham berdasarkan Price Earning ratio (PER)
  1. Buka situs investing, reuters, atau situs-situs lainnya. Pada kesempatan ini yang digunakan adalah situs reuters dan ini gratis
  2. Pilih tab Markets lalu pilih menu 
  3. Maka anda akan diarahkan pada halaman screener saham 
  4. Di halaman tersebut terdapat beberapa menu, yaitu Stock Universe, PER, EPS Growth rate, Geographich region, sector and industry, dan PEG
  5. Untuk menu Stock Universe tidak usah diganti, biarkan sesuai dengan default nya
  6. Pada menu PER (Price/Earnings) anda bisa setting dengan kebutuhan anda, bisa 0 and 10 atau bebas
  7. Pada menu EPS Growth anda bisa menentukan angka sesuai kriteria anda. Menu ini untuk memfilter agar saham yang tampil nanti adalah saham yang pertumbuhan EPS nya stabil dalam angka tertentu selama 5 tahun
  8. Pada menu Geographich Region, anda pilih Asia Pasifik lalu Indonesia. Ubah setting defaultnya yakni tanda centang pada kolom Amerika Serikat anda hilangkan, agar filter kita hanya Indonesia saja
  9. Pada menu Sector dan Industry anda pilih semuanya, caranya klik masing-masing sektor lalu centang all sektor, lakukan pada semua sektor yang ada
  10. Pada menu PEG anda tentukan sesuai kriteria anda, untuk PEG ini akan dibahas pada kesempatan lainnya
  11. Pada kolom sebelah kanan daro menu PEG akan ada jumlah hasil dari filter anda, lalu pilih View Total Stock Macthes, dan anda akan melihat hasil filtrasi anda pada situs tersebut. Untuk melakukannya lagi dengan tingkat filtrasi yang berbeda, anda tinggal klik menu Edit Criteria
  12. Selamat Mencoba
Demikian pembahasan dan Tips menggunakan PER dan cara filtrasi saham berdasarkan PER, semoga bermanfaat.

Regards,
Blogsaham.com
Previous Post Next Post