Berinvestasi Pada Saham Indofood : Pilih Indofood CBP (ICBP) atau Indofood Sukses Makmur (INDF)?

Sekilas Tentang Indofood

Indofood bermula pada tahun 1990 dimana pada saat itu namanya bukanlah Indofood Sukses Makmur sebagaimana sekarang, namun bernama PT Panganjaya Intikusuma.

PT Panganjaya ini kemudian melakukan Joint Venture dengan salah satu perusahaan afiliasinya PepsiCo Inc yakni Fritolay Netherland Hoding B.V. untuk menggarap bisnis makanan ringan.

Nah pada tahun 1994 PT Panganjaya merubah namanya menjadi PT Indofood Sukses Makmur dan pada tahun tersebut ia melantai di Bursa dengan harga pada saat itu di 6200 per lembar sahamnya.

Dalam perjalannya INDF melakukan akuisisi beberapa perusahaan untuk mengembangkan perusahaan secara anorganik diantaranya dengan membeli perusahaan produsen tepung yakni Bogasari.

Demi menjaga supplay chain perusahaan terjaga, INDF melakukan beberapa akuisisi penting pada tahun 1997 dengan membeli perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis dan distribusi. Dan selanjutnya makin ekspansif dengan membeli beberapa perusahaan yang mampu menopang pertumbuhan perusahaan. Dan pada tahun 2010 INDF melepas sebagian sahamnya pada PT Indofood CBP di bursa Indonesia.

PT Indofood CBP Tbk merupakan anak usaha dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk yang khusus dalam bisnis makanan bermerek seperti Indomie, Indomie goreng, Chitos, Kecap Indofood, penyedap makanan, susu Indomilk dan beberapa makanan bernutrisi lainnya.

indomie-goreng-indofood-blogsaham-indf


Ruang Lingkup Bisnis dan Produk-produk Indofood

Dalam kegiatan usahanya ternyata Indofood memiliki beragam group bisnis, dan memang sebagai induk usaha ia memiliki beberapa anak usaha dalam bidang bisnis tersebut. Secara umum grup bisnis Indofood  adalah sebagai berikut;

Makanan Bermerek 

Pada lini ini terdapat beberapa merek produk yang sangat kita kenal bahkan hampir tiap hari kita konsumsi. Lini ini memproduksi makanan mie instan, beberapa diantaranya adalah Indomie, Mie Sakura, Supermi, Sarimi, Pop Mie, Mie Telur Cap tiga ayam, dan Pop Bihun.

Semuanya diproduksi oleh Indofood CBP Tbk atau kita kenal sebagai ICBP.

Jadi ICBP itu adalah anak usaha INDF.

Dari beberapa produk tersebut apakah anda tidak kenal satu dari semuanya? saya yakin tidak. Karena beberapa produk tersebut hampir tiap hari keluar melalui iklan di televisi nasional.

Lalu ada produk Dairy yang merupakan produk minuman sehat. Diantaranya ada Susu Indomilk, Susu Kental Manis Cap Enak, Indofood, Biskuat dan lainnya.

susu-kental-manis-indomilk-indofood-cbp-blogsaham

Kemudian ICBP juga memproduksi Kecap Indofood, Saos Pedas merek Indofood, lalu untuk minuman ada Ichi Ocha.

Intinya untuk produk-produk bermerek diproduksi oleh ICBP.

Tepung

Anda tahu tepung merek Bogasari? Nah anak usaha INDF yang satu ini memproduksi macam-macam tepung Bogasari.

Anda akan kaget jika beberapa merek tepung berikut ini adalah produk dari Bogasari anak usaha dari INDF ;
macam-macam-tepung-bogasari-blogsaham


Agribisnis

Pada lini ini memproduksi produk-produk turunan dari CPO dan pertanian lainnya. Sebagai contoh, PT Indoffod Agri anak usaha INDF ini memproduksi minyak Bimoli dan margarin merek simas palmia.

minyak-goreng-bimoli-2l-simas-palmia-margarine-indofood-blogsaham


Distribusi

Untuk melengkapi dan menjaga rantai produksi sampai pada konsumen, INDF juga memiliki usaha dibidang distribusi. Lini ini khusus melayani anak usaha INDF agar produknya dapat terdistribusi dengan baik.

Intinya, supplay chain dari INDF ini sangat sempurna bagi sebuah perusahaan. Mulai dari Bahan baku sudah tersedia, lalu lini bisnis makanan dan submakanan juga punya produknya.

Baca Juga :
Ramayana Lestari Sentosa (RALS) : Saham Undervalued
Review Saham Bank BNI (BBNI) : Apakah saatnya Membeli?
Rupiah Hari Ini : Melihat Kekuatan Rupiah Menuju 13.000 per USD

Berinvestasi pada INDF atau ICBP?

Sekilas sudah dibahas keterkaitan antara INDF dan ICBP, namun manakah yang layak untuk kita jadikan ladang investasi kita dalam "katakanlah" 3-5 tahun mendatang?


Fundamental INDF vs ICBP

Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)

Sebagai induk usaha jelas INDF memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ICBP yakni sumber pendapatannya lebih dari satu dan ini dapat saling menopang jika salah satu pendapatan dari anak usaha mengalami penurunan. Misalkan dari bogasari terjadi penurunan laba, maka dapat ditopang dengan kenaikan laba yang dihasilkan oleh ICBP, begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan Laporan keuangan Q3 2019 INDF mengalami kenaikan pendapatan sebesar 5,7% menjadi 57,8 triliun dolar. Namun dengan beban keuangan yang lebih sedikit dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 mampu membuat laba usaha INDF naik signifikan menjadi 4,19 triliun atau naik 17% dari periode sebelumnya yang sebesar 3,58 triliun rupiah.

Namun setelah menghitung dengan mengurangi laba untuk kepentingan non pengendali maka laba usaha INDF menjadi 3,53 triliun dari sebelumnya 2,82 triliun, sehingga laba usaha setelah pos ini mengalami peningkatan sebesar 25% dan ini bagus.

Dengan pertumbuhan laba sebesar itu sudah pastinya EPS INDF juga mengalami peningkatan setidaknya mendekati atau melebihi pertumbuhan labanya. Tercatat EPS INDF di kuartal 3 2019 sebesar 401 atau naik sebesar 25% dari sebelumnya sebesar 321 rupiah perlembarnya.

Aksi korporasi INDF sendiri saat ini tidak ada, namun anak usaha INDF yakni ICBP yang terus mengepakkan sayap binisnya dibidang beverage yang sebelumnya mampu membeli atau mengakuisisi perusahaan yang memproduki Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Club.

Secara profitabilitas INDF memiliki ROE sebesar 12,97% dengan NPM sebesar 6,1%. Namun yang menjadi perhatian adalah ratio utangnya yang mencapai 124% dari total ekuitasnya. Dimana sebesar 17,2 triliun merupakan utang bank yang jatuh temponya kurang dari 1 tahun dengan kas saat ini hanya sebesar 9 triliun.

Dan, CAGR INDF sendiri kecil yakni hanya sebesar 3,23%.


Indofood CBP Tbk (ICBP)

Sedangkan ICBP memperoleh penjualan sebesar 32,79 triliun dan mengalami kenaikan sebesar 11,2% dibanding periode sebelumnya yang sebesar 29,48 triliun. Dan Laba usaha ICBP mengalami kenaikan yang cukup bagus yakni 16,7% menjadi 5,8 triliun dibandingkan perolehann laba usaha periode sebelumnya yang sebesar 4,97 triliun.

Dengan kenaikan sebesar itu membuat EPS ICBP mengalami kenaikan sebesar 11,4%.

Penjualan ICBP yang sebesar 32,79 triliun diyakini akan terus tumbuh seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk dan makin kauatnya brand dari produk-produk ICBP.

Perlu diketahui total penjualan ICBP mayoritas didistribusikan melalui PT Indomarco Adi Prima atau yang biasa kita kenal sebagai Minimarket Indomaret. Indomaret ini alias Indomarco merupakan anak usaha INDF atau induk ICBP, sehingga dengan ini produk-produk ICBP akan mudah terdistribusikan ke end user atau konsumen.

Kesimpulan sederhananya 63% dari total penjualan ICBP itu melalui Indomaret. Sehingga jika mereka memiliki atau menciptakan produk baru, potensi produk baru tersebut akan cepat diterima oleh pasar jauh lebih mudah karena jaringan dari Indomaret ini.

Berbeda halnya dengan kompetitor-kompetitornya. Seperti yang diutarakan sebelumnya bahwa Pemilik INDF ini sangat terperinci dalam menyiapkan supplay chain perusahaannya. Mereka memiliki bisnis dari Hulu sampai Hilir sehingga produknya tidak akan kesulitan untuk terserap oleh pasar.

Mie Instan masih menjadi sumber pendapatan utama perusahaan, dimana penjualan mie instan mencapai 64,4% dari total penjualan ICBP tahun 2019. Dan positifnya penjualan Mie instan di 2019 mengalami pertumbuhan sebesar 11,47%. Sedangkan produk-produk lainnya masih belum mampu memberikan sumbangsih yang mendekati Mie Instan.

Jadi Mie instan adalah penopang utama pendapatan ICBP termasuk INDF malahan sebagai induknya.

ROE ICBP bisa dikatakan jauh lebih baik ketimbang induknya yakni mencapai 21,62% dengan NPM sebesar 11,8%. Utang ICBP pun masih aman diangka 50% dari total ekuitasnya dengan mayoritas utang ICBP pada pos utang usaha pihak ketiga dan beban akrual, sedangkan  kas ICBP sendiri tersedia sebanyak 6 triliun, jadi sangat aman.

CAGR ICBP sendiri jauh lebih baik dari INDF, yakni sebesar 12,16%.

Dari sini anda pasti sudah paham mana yang layak untuk investasi 3 sampai 5 tahun kedepan antara saham INDF atau saham ICBP.


Harga Saham Indofood Sukses Makmur dan Indofood CBP

Fundamental masing-masing emiten sudah kita ulas secara sederhana namun gamblang dan mudah dimengerti, lalu secara harga saham mana yang paling menarik?

harga-saham-indomie-mie-instan-goreng-ihsg

Perhatikan grafik diatas, sejak pertengahan 2010 hingga saat artikel ini ditulis, ICBP memimpin perolehan keuntungan sebesar 309% dibandingkan INDF yang hanya sebesar 49,54% dan IHSG sebesar 78,42%. Dari sini anda sudah dapat melihat mana perusahaan Growth antara INDF dan ICBP.

Secara sederhana INDF ini induknya dan ia tidak memiliki usaha inti, ia hanya memiliki anak usaha yang kemudian pendapatan dari mereka semua di konsolidasikan ke dalam laporan keuangan INDF. 

Berbeda halnya dengan ICBP yang memiliki bisnis tersendiri, apalagi ia memiliki produk berupa Mie Instan merek Indomie yang merupakan makanan kesukaan mayoritas masyarakat Indonesia. Berdasarkan data tahun 2018 Indomie ini memiliki pangsa pasar 70%. (Jika anda memiliki data market share dari Indomie, tulis di kolom komentar).

Dengan kekuatan pangsa pasar yang begitu besar, maka ICBP tetap akan memiliki ruang untuk menjual produknya apalagi mereka juga mulai merambah dunia internasional, salah satunya Turki yang dilaksanakan sejak 2010 silam.

Saham ICBP lebih growth dibandingkan saham INDF dan ini mengindikasikan bahwa ICBP tetap akan menjadi mesin produktif dalam waktu 3 sampai 5 tahun mendatang dibandingkan INDF meski ia selaku induknya.

Secara Valuasi jelas ICBP dihargai lebih mahal dibandingkan INDF. PER ICBP mencapai 26,3x dan PBV sebesar 5,68x. Sedangkan INDF sendiri dihargai 15,16x dan PBV sebesar 1,97x.

Jika dilihat secara sekilas dari data valuasi sederhana tersebut maka INDF yang lebih menarik bukan?

Tapi ingat pepatah Warrent Buffet, ia pernah mengatakan bahwa 

Jauh lebih baik membeli saham perusahaan bagus diharga wajar, 
dari pada membeli perusahaan biasa di harga murah

Secara mudahnya begini, ICBP jika ingin meningkatkan pendapatannya ia hanya perlu meng-create satu atau dua produk baru, atau mengakuisisi produk bermerek yang sudah memiliki pangsa pasar lalu kemudian di maintain sesuai dengan rencana mereka, dan ini membutuhkan biaya yang tidak sebanyak jika INDF ingin meningkatkan pendapatannya.

INDF harus mendirikan perusahaan baru atau mengakuisisi perusahaan baru untuk menjadi poortofolio bisnisnya sehingga diharapkan bisa meningkatkan pendapatan INDF di masa mendatang. Ini yang pertama.

Kedua, ICBP memiliki kemampuan untuk bergerak lebih lincah dibandingkan INDF yang merupakan perusahaan induk. Jika ICBP ingin membuat produk baru, ya tinggal buat saja atau titip produksi di pabrik lain lalu kemasan dan nama produknya pakai ICBP. INDF enggak bisa begitu.

Secara historis kinerja saham ICBP jauh melampaui kinerja INDF selama 10 tahun terakhir. Apresiasi dari market ini sebenarnya sudah bisa menjadi petunjuk bagi anda mana perusahaan yang "lebih baik" untuk menjadi pilihan investasi.

Berikut grafik ini harga saham masing-masing sejak 2010

analisis-perbandingan-harga-saham-indf-icbp


Pilih yang Mana?

Dengan berbagai pertimbangan dan analisis fundamental serta teknikal diatas, maka kamu termasuk Tim Saham INDF atau Tim Saham ICBP?



Sudahkah anda makan Indomie Goreng hari ini?