Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indeks Harga Saham Minggu ini dan Daftar Saham Terbaik, dan Terburuk

Indeks Harga Saham Gabungan Minggu ini

Seperti dalam ulasan sebelumnya, Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG masih bergerak dalam rentan sideways nya, dan berpotensi untuk break resist.

grafik-indeks-harga-saham-gabungan-blogsaham

Perhatikan grafik IHSG diatas, saat ini IHSG masih sideways diarea resist 1. Seharusnya seminggu kedepan IHSG bisa memberikan gambaran yang jelas kemana ia akan jalan apakah akan breakout atau turun untuk retest di area 6200.

Saat ini sedikit sekali sentimen positif ke IHSG, kecuali sentimen terkait pertumbuhan ekspor yang positif dan rupiah yang menguat hingga ke level 13600 dan ini merupakan level terbaru rupiah atas dolar sejak 2019.

Seharusnya sentimen penguatan rupiah ini sudah dapat mendorong IHSG untuk melanjutkan kenaikannya, namun persoalan Jiwasraya dan dugaan korupsi pada Asabri sepertinya memberikan pengaruh yang cukup kuat di market untuk saat ini.

Meski begitu, Blogsaham cukup optimis IHSG untuk kembali melanjutkan penguatan.

Top 5 Daftar Saham Terbaik dan Terburuk Kinerjanya Minggu ini

Sebagaimana biasanya dalam artikel mingguan Blogsaham menyajikan  5 daftar saham terbaik dan terburuk kinerja sahamnya dalam seminggu terakhir. Dan sebagai berikut ;

Top  5 Daftar Saham Paling Menguntungkan

Berikut daftar lengkapnya;
1. PAMG   +73,13%
2. FILM     +21,30%
3. ACES    +8,36%
4. MNCN   +6,27%
5. SMGR   +5,33%
top-5-daftar-harga-saham-paling-menguntungkan-ihsg

Dalam daftar diatas didominasi oleh saham-saham Blue Chip seperti ACES, MNCN, dan SMGR. Hal ini menjadi sinyal bahwa memang saham Blue Chip sudah seharusnya melanjutkan kenaikannya, dan saham-saham gorengan minggir dulu untuk beberapa waktu mendatang.

Top 5 Daftar Saham Paling Merugikan

Berikut daftar lengkapnya;
1. FIRE       -23,35%
2. PPRO      -12,12%
3. BWPT     -9,32%
4. MIKA      -7,95%
5. PSAB      -7,74%
top-5-daftar-harga-saham-paling-merugikan-ihsg

Tampak sekali saham-saham diatas yang mengalami penurunan tajam adalah saham dengan market kapitalisasi kecil. Namun penurunan PPRO yang sebesar -12,12% ke harga 58 menjadi sesuatu yang menarik. Pasalnya harga IPO PPRO sebelum stock split di harga 52 dan sekarang tinggal 6 tick lagi PPRO akan kembali ke harga IPO.

Sentimen utama PPRO saat ini adalah karena ia dimiliki oleh Jiwasraya dan Asabri yang saat ini menghadapi masalah hukum. Penurunan PPRO hingga harga sekarang lebih disebabkan oleh sentimen dua kasus tersebut, selebihnya kondisi fundamental PPRO masih baik-baik saja.

Baca Juga :

Harga Saham Turun Lebih dari 35%, Apakah Sekarang Waktu yang Tepat Membeli Saham Mayora (MYOR)? 

Analisa Teknikal Lanjutan : Falling Wedge Reversal Pattern (pola pembalikan arah) 

Review Saham Bank BNI (BBNI) : Apakah saatnya Membeli?

Review Harga Komoditas Dunia

Harga Emas Hari ini

harga-emas-dunia-as-iran
 Sumber : www.investing.com

Harga emas dunia asih dalam trend naik dalam jangka menengah, dan kini emas mencoba kembali untuk menembus resistennya. Terdapat dua skenario dari grafik diatas. Pertama, emas akan meneruskan trend kenaikannya. Jika ini yang terjadi maka potensi pola Cup and Handle akan terjadi maka rally emas akan cukup panjang bahkan dapat menembus All Time High nya.

Konflik Iran vs AS sepertinya mulai mereda, namun ketegangan keduanya masih terasa bahkan sampai di twitter terbaru ini. Kedua, emas akan gagal tembus resisten dan akan balik ke supportnya.

Ini menjadi krusial, jika support ditembus maka area 1400 akan didekati. Apalagi tidak ada lagi munculnya sentimen-sentimen resesi atau peperangan di berbagai media akan membuat emas lebih mudah turun.

Minyak Mentah Dunia (OIL)

harga-minyak-mentah-dunia
 Sumber : www.investing.com

Oil berpotensi untuk melanjutkan penurunannya. Hal ini didasarkan pada potensi oil gagar masuk ke area channelnya. Tekanan jual yang terjadi pada beberapa hari belakangan menjadi alasan oil akan turun lebih dalam lagi.

Namun perlu diingat, bahwa oil terkadang dapat bergerak diluar perkiraan jika ada sentimen di luar sana, terutama soal pemangkasan produksi minyak atau potensi terjadi perang dunia.

Harga Batubara Hari ini

harga-batubara-coal-dunia

Setelah beberapa hari mengalami kenaikan dan mampu menembus resist sideways, namun kembali turun cukup dalam bahkan kembali dalam channel sidewaysnya.

Terakhir terkait dengan penurunan harga batubara tersebut adalah adanya berita yang menyebutkan bahwa india berupaya untuk mengurangi  polusi udara di wilayahnya. Diketahui bahwa perusahaan-perusahaan batubara merupakan salah satu penyumbang polusi terbesar. Dan jika para perusahaan tidak melakukan apa yang menjadi peraturan terkait hal tersebut, maka potensi penutupan perusahaan bakal terjadi.

Sehingga hal inilah yang memicu harga batubara turun cukup dalam karena terjadi kekhawatiran akan masa depan permintaan akan batubara.

Nikel

harga-acuan-nikel-dunia-indonesia-saham

Perkiraan sebelumnya nikel akan kembali menguat dan menembus resisten periode saidewaysnya, namun ternyata harga nikel masih akan sideways beberapa waktu mendatang sebelum kembali naik.

Sentimen utamanya masih tentang aturan pembatasan larangan ekspor nikel, dan tumbuhnya industri baterai untuk mobil listrik.

Nilai Tukar Rupiah vs USD

nilai-tukar-rupiah-terhadap-dolar

Ini adalah sentimen terbaik untuk saat ini.

Penguatan rupiah atas dolar saat ini tidak ada intervensi dari BI, murni dari pasar itu sendiri. Sehingga dengan ini bisa dikatakan ada inflow yang masuk berapapun jumlahnya mampu membuat nilai tukar rupiah meningkat tajam atas dolar dan beberapa mata uang asing lainnya.

Pada penutupan pasar spot kemarin, rupiah berada di 13637 per dolar AS, dan ini adalah nilai tukar terbaik sejak 2019. Itu berarti memang rupiah sedang dalam fase yang kuat.

Jika kondisi ini berlanjut dan mampu mendekati area 13.000 per dolar AS nya, maka IHSG dirasa akan mudah untuk rally dan melanjutkan kenaikan yang tertunda. Semoga!

Kenaikan nilai tukar rupiah ini akan lebih banyak memberikan sentimen positif kepada sektor perbankan, kemudian sektor konstruksi, properti dan emiten-emiten lainnya yang memiliki eksposur utang dolar.

Untuk selanjutnya, akan ada beberapa update artikel mengenai saham potensial untuk swing dalam 1-2 minggu.