Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ulasan Pergerakan IHSG dan Pergerakan Harga Komoditas Dunia

Pergerakan IHSG


Seminggu terakhir tidak ada pergerakan yang begitu berarti di IHSG, dimana hingga saat ini IHSG masih berada dalam range sideways 6220-6350.

Dengan sidewaysnya IHSG ini menandakan bahwa emiten bigcaps masih tidak banyak bergerak, hanya BBRI yang menunjukkan konsistensi kenaikannya, dan kini BMRI telah breakout dari area sideways.

Tidak ada sentimen baik positif atau negatif dari dalam negeri atau luar negeri yang dapat mempengaruhi pergerakan bursa. Namun resiko dari meluasnya wabah Virus Corona sepertinya memberikan efek psikologis tersendiri.

Secara efek langsung memang tidak ada, namun kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi dunia terus bermunculan, bahkan beberapa media mainstream terus saja mengaitkan hal tersebut.

Mari kita doakan semoga persebaran virus ini dapat segera teratasi dan korban dari virus ini dapat diminimalisir.

Saat ini IHSG berada di area support di sekitar 6220, jika support ini tertembus maka confirm pola double top dan membuat IHSG kembali dalam fase downtrend.

Dengan minimnya sentimen positif dan masih berjalannya kasus Jiwasraya, Asabri, ABJ Bumiputra, dan beberapa Reksadana bermasalah, dapat memicu IHSG untuk breakdown support dengan target penurunan di 6100-6130.

grafik-ihsg-januari-2020

Daftar Saham Top Gainers dan Top Loser


saham-paling-menguntungkan
 Daftar Saham Top Gainers

saham-paling-merugikan
 Daftar Saham Top Loser

Dalam daftar saham Top gainers dihuni mayoritas saham-saham kapitalisasi kecil sedangkan dalam daftar saham top loser terdapat MEDC yang merupakan saham dengan kapitalisasi besar. Penurunan MEDC lebih disebabkan sentimen negatif dari penurunan harga minyak dunia.

Terdapat GMFI dalam daftar saham Top Loser. GMFI merupakan anak usaha dari GIAA yang beropersi khusus dalam perbaikan pesawat atau lebih dikenal sebagai bengkel.

GMFI lebih banyak mendapatkan orderan perbaikan dan perawatan pesawat dari induknya lalu disusul dari beberapa maskapai dalam dan luar negeri. Belum tau pasti penurunan GMFI yang cukup dalam tersebut, apakah karena likuidasi yang dilakukan oleh reksadana Minna Padi atau oleh orang yang sedang membutuhkan cash tanpa melihat harga, pokoknya senin dapat cash, udah gitu aja.

Baca Juga :

Berinvestasi Pada Saham Indofood : Pilih Indofood CBP (ICBP) atau Indofood Sukses Makmur (INDF)?

Rupiah Hari Ini : Melihat Kekuatan Rupiah Menuju 13.000 per USD

Belajar Kesalahan Investasi Dari Kasus Jiwasraya

Perkembangan Harga Komoditas Dunia

Minyak Mentah (WTI Oil)


harga-minyak-mentah-dunia-blogsaham

Disaat sentimen penurunan inventori minyak Amerika serikat yang seharusnya bisa menjadi sentimen positif, namun harga minyak mentah dunia melorot cukup tajam di posisi USD 54 per barel nya atau mengalami penurunan sebesar 16,9% dalam beberapa hari saja, dan tentu saja penurunan ini memberikan efek kepada saham-saham yang berhubungan dengna harga minyak dunia.

Batubara (Coal)


blogsaham-harga-batubara-coal-dunia-tradingeconomics

Tidak berbeda jauh dengan harga minyak, batubara juga mengalami penurunan dari 75 menjadi 68 per metrik tonnya. Penurunan ini membuat harga batubara kembali ke area sideways dan akan memperpanjang masa sideways nya.

Hingga saat ini belum ada sentimen positif perihal Batubara ini terutama dari konsumen batubara dunia seperti Cina dan India.

Emas



harga-emas-dunia-blogsaham
Sumber : www.investing.com 

Berbeda halnya dengan harga dua komoditas sebelumnya yang mengalami penurunan, emas masih bertahan di area sideways tertingginya.

Sepertinya para investor beranggapan bahwa potensi resesi masih cukup lebar sehingga emas masih menjadi pilihan bagi mereka untuk mengamankan dana yang mereka simpan. 

Nikel


harga-nikel-dunia

Sama halnya dengan minyak dan batubara, harga nikel kembali turun ke area supportnya. Jika harga menembus level support maka support 12000 cukup terbuka lebar, dan ini akan membuat harga nikel kembali ke harga sebelum mengalami rally beberapa waktu silam.

Nilai Tukar Rupiah

penguatan-nilai-tukar-rupiah

Penguatan rupiah ini seharusnya menjadi sentimen positif bagi IHSG, namun faktanya tidak demikian.

Perihal penguatan rupiah ini sudah dibahas dalam artikel Rupiah Hari Ini : Melihat Kekuatan Rupiah Menuju 13.000 per USD dengan cukup detail dan ringkas. Potensi penguatan rupiah ini bisa sampai ke 13.000 dan ini bagus sebenarnya bagi IHSG.

Namun momentum penguatan rupiah ini bersamaan dengan banyaknya kasus yang sedang ditangani oleh OJK dan Kejaksaan perihal kasus reksadana, Jiwasraya dan Asabri.

Kita semua berharap bahwa penguatan rupiah ini mampu membawa angin segar bagi IHSG setelah Januari effect tidak ada alias hilang di tahun ini.