Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Indeks Amerika Serikat Jatuh, Apakah Akan Resesi?

Pergerakan Indeks Amerika

Beberapa hari ini indeks Amerika bergerak turun dengan sangat tajam. Terakhir indeks Amerika koreksi diatas 3%, hal ini tidak biasanya kecuali di saat-saat seperti krisis atau terjadi sentimen negatif yang sangat besar.

indeks amerika serikat jatuh, apakah akan krisis?

Beberapa media mainstream seperti kontan.com dan bisnis.com serta tempo.co  menyebutkan bahwa penyebab utama dari anjloknya indeks Amerika adalah penyebaran virus Corona yang sudah  menyerang beberapa negara termasuk Amerika Serikat sendiri.

Terlepas banyaknya berita tentang potensi pelemahan perekonomian dunia, dalam artikel kali ini kita akan melihat lebih dalam terkait fundamental dari bursa Amerika itu sendiri.

Dengan begini kita akan tahu apa sebenarnya penyebab dari penurunan tajam bursa Amerika saat ini.

Perlu diketahui bahwa penurunan bursa Amerika memberikan efek domino, karena indeks mereka ini menjadi indeks acuan dari berbagai indeks di seluruh dunia.

Ibaratnya ketika si pemimpin mengalami flu, maka anak buah juga akan minder untuk bertarung.



Chart Indeks DOW30


indeks dow jones jatuh, krisis bakal terjadi?
Sumber : www.investing.com


Chart Indeks S&P 500

indeks dow jones jatuh, krisis bakal terjadi?
 Sumber : www.investing.com

Chart Indeks NYSE

indeks dow jones jatuh, krisis bakal terjadi?
 Sumber : www.investing.com

Perhatikan ketiga grafik diatas. Ketiga grafik ini adalah indeks utama Amerika Serikat. Setahun terakhir ketiganya selalu mencetak new high sehingga posisi ketiga indeks itu adalah strong uptrend. 

Kondisi ini didukung oleh kinerja perusahaan-perusahaan disana yang berhasil mencetak laba signifikan sehingga membuat para investor/trader cukup optimis yang membuat banyak saham-saham diburu untuk dijadikan tempat berinvestasi.

Namun disetiap trend, pasti akan berubah. Begitu juga dengan kondisi uptrend saat ini yang berubah menjadi downtrend setelah beberapa hari terakhir anjlok.

Untuk menilai apakah indeks Amerika sudah overvalue atau masih undervalue kita akan menggunakan ukuran Market Cap atas GDP, bukan PER sebagaimana biasanya kita pakai untuk mengukur tingkat mahal atau tidaknya suatu instrumen saham atau indeks.
  

Market Kapitalisasi atas GDP

Metode ini sangat sederhana bahkan mudah untuk menghitungnya. Metode ini digunakan dengan dasar bahwa teknik ini sulit di manipulasi. Tidak seperti PER atau PBV yang bisa saja EPS dan BV dari sebuah saham di utak-atik angkanya oleh bagian keuangan dengan misalkan mengubah angka depresiasi atau mungkin sebagai cadangan kerugian.

Itulah sebabnya Warrent Buffet menyukai metode ini.

Berikut ini adalah grafik Market Cap atas GDP Amerika yang dilansir oleh Advisor Perspectives

indeks dow jones jatuh, krisis bakal terjadi?

Perhatikan grafik diatas, diketahui rasio market kapitalisasi Amerika atas GDP menyentuh angka 139% yang artinya kondisi indeks disana suudah overvalue.

Dengan begini harusnya sudah terlihat bahwa market amerika mahal dan perlu ruang untuk kembali naik dengan cara indeks turun ke titik tertentu. Bisa saja rasio tersebut tidak sampai ke level 100-110%, namun dengan penurunan tersebut, akan memberi ruang lebih lega bagi indeks disana untuk kembali bergerak naik disaat perusahaan-perusahaan besar mengalami pertumbuhan laba.

Metode ini mulai populer beberapa tahun belakangan di Amerika Serikat, namun di Indonesia sepertinya masih sedikit yang menggunakan pengukuran valuasi dengan metode ini pada IHSG.

Metode ini sebenarnya juga digunakan oleh Warrent Buffet, dimana pada tahun 2001 ia pernah mengatakan bahwa metode ini :


it's problably the best single meshure of where valuations stand at any given moment

Pengaruh Indeks Amerika ke IHSG 

indeks dow jones jatuh, krisis bakal terjadi?
 Sumber : www.investing.com

IHSG dari awal sebenarnya memang sudah downtren berat, terlebih sejak kasus Jiwasraya dan reksadana bermasalah,  hingga saat ini belum mampu recover. Selain itu sentimen corona menjadi pemberat juga, apalagi sekarang indeks Amerika lagi demam, bisa tambah sulit untuk recover bagi IHSG.

Hubungan keduanya sebenarnya tidaklah begitu erat, namun bagaimanapun DOW, S&P500 dan NYSE merupakan indeks Amerika Serikat yang dijadikan indeks acuan tidak terkecuali IHSG.

Maka ketika ketiga bursa tersebut mengalami tekanan jual yang tinggi, maka IHSG berpotensi besar untuk mengalami hal yang sama.

Kini ketiga bursa Amerika sedang meriang, maka IHSG akan tambah panas setelah dirundung berbagai persoalan yang telah terjadi.

Dari grafik diatas penurunan indeks Amerika memberikan pengaruh signifikan atas pergerakan IHSG beberapa hari terakhir.

Namun melihat grafik bursa Amerika yang terakhir, ada peluang rebound dan ini dapat mengangkat kinerja IHSG dalam beberapa hari mendatang. Namun rebound yang berpeluang terjadi itu hanya sesaat sebelum melanjutkan penurunannya.

Pasar keuangan Amerika akan terasa dampaknya dengan penurunan signfikan dari bursa mereka, namun melihat pertumbuhan laba perusahaan disana rasanya sulit untuk melihat potensi resesi terjadi dalam beberapa waktu dekat ini.