Pergerakan IHSG dalam Sepekan


Dalam beberapa waktu terakhir ini pergerakan IHSG condong bergerak negatif dengan tekanan jual yang sangat besar. Beberapa isu tentang potensi penurunan pertumbuhan ekonomi dunia menjadi sangat besar setelah Cina sedang berjibaku mengatasi wabah dari virus Corona, termasuk juga beberapa negara dunia.

Bahkan pada penutupan jumat lalu, lebih dari target penurunan yang telah dibahas pada artikel minggu lalu. Pattern Double Top terkonfirmasi dan didukung dengan sentimen negatif dari Corona membuat penurunannya menjadi lebih dalam bahkan lebih dari perkiraan sebelumnya.

Inilah yang perlu kita pertimbangkan disetiap kondisi. Sentimen negatif memiliki efek yang lebih besar dibandingkan sentimen positif.

Sebagai contoh, saat ini pergerakan rupiah atas dolar sangat positif dan ini merupakan sentimen positif yang dapat mengangkat kinerja IHSG. Namun sentimen positif tersebut kalah dengan sentimen negatif berupa berupa wabah Corona yang menjadingkiti Cina dan beberapa negara lainnya.

ihsg-corona

Posisi terkahir IHSG berada di 5940 dengna bentuk candle full body. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup kuat, dan belum terlihat titik bottom dari IHSG untuk saat ini.

Meski begitu, posisi IHSG saat ini berada di support kuat dan ini bisa menjadi harapan bahwa IHSG dapat rebound sehingga penurunan IHSG dapat diredam untuk sesaat.

Namun ada yang lebih menarik, IHSG berpotensi membentuk pola Double Top lagi dalam skala yang lebih besar dengan target support di 5700 dan 5600. 

Apakah hal itu mungkin terjadi? Mungkin saja, dengan kondisi saat ini yang tidak ada sentimen positif sama sekali.

Dengan kondisi saat ini, memegang uang Cash adalah posisi terbaik. 

Saham Paling Menguntungkan dan Merugikan

Berikut daftar saham paling menguntungkan dan paling merugikan
saham-paling-menguntungkan

saham-paling-merugikan

Dari kedua grafik diatas, mayoritas dihuni saham-saham kapitalisasi kecil. Sehingga hal ini mengindikasikan mayoritas saham-saham Bluechip bergerak negatif alias turun meski tidak sebesar kelima saham paling merugikan diatas.

Baca Juga : 


Ulasan Harga Komoditas Dunia

Minyak Mentah (OIL WTI)

harga-minyak-mentah-dunia

Harga minyak turun dalam sejak tensi Iran dan Amerika meningkat, namun selepas itu harga minyak mentah turun dalam hingga saat ini. Namun penurunan harga minyak mentah mulai terbatas, dan ini mengindikasikan bahwa minyak mentah sudah dekat dengan area bottomnya.

Secara teknikal potensi penurunan harga minyak masih terbuka lebar. 

Beberapa pendapat menyebutkan bahwa virus corona memiliki pengaruh besar pada penurunan harga komoditas dunia, tidak terkecuali minyak mentah. Dengan melihat permintaan minyak mentah yang besar dari Cina, maka potensi kehilangan permintaan minyak dunia dapat mencapai 400.000 barel perhari.


Emas

harga-acuan-emas-dunia

Kekhawatiran pengaruh virus Corona pada pertumbuhan ekonomi Cina dan dunia, membuat harga emas acuan dunia makin mengkilau. Potensi emas untuk breakout dari konsolidasi cukup besar, didukung oleh sentimen Virus Corona untuk saat ini.

Nikel

harga-nikel-dunia

Harga nikel dunia juga terkoreksi meski sudah tidak sedalam beberapa waktu lalu. Saat ini tinggal menunggu implementasi dari pelarangan ekspor untuk dapat kembali mengangat kinerja harga nikel.

CPO

harga-cpo-minyak-sawit-dunia

Masih seputar sentimen negatif Corona, harga CPO turut mengalami penurunan setelah rally tinggi.

Coal

harga-coal-batubara-dunia

Harga Coal masih sideways dan belum ada sentimen positif untuk mengangkat harga batubara saat ini setelah gagal breakout.

Rupiah vs USD

Sumber : www.investing.com 

Banyak sekali baik investor maupun trader yang berharapa dengan penguatan rupiah saat ini mampu meningkatkan performa IHSG ditambah lagi sentimen January Effect. Namun faktanya berkebalikan, rupiah tertahan di level 13.600 dan berpotensi retest di 13.700 untuk menentukan apakah ia akan melanjutkan penguatan atau kembai melemah atas dollar.
Previous Post Next Post