Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Simak Ulasan Saham BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI Berikut

Ada apa dengan Saham BBRI, BBCA, BMRI, dan BBNI?

Disaat IHSG mengalami tekanan yang kuat baik itu karena kasus reksadana, Jiwasraya, ataupun virus Corona yang saat ini menyebar di kawasan Asia membuat beberapa peluang muncul terutama pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar.

Jarang sekali mendapat kesempatan saham-saham seperti BCA, BRI, BNI, dan Mandiri mengalami penurunan yang cukup dalam tanpa ada sebab kuat. BBCA sendiri yang tergolong saham defensif karena terus bertumbuh kinerja keuangannya juga mengalami penurunan tajam beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan kali ini kita akan mengulas mengenai peluang yang ada pada saham-saham perbankan Big Cap yakni BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI.

Mana yang paling menarik?

saham-saham-perbankan-bbca-bbri-bmri-bbni


Fundamental

Sebagai leader di sektor perbankan juga di IHSG saham-saham ini sudah terkenal kinerjanya, baik kinerja keuangannya maupun kinerja sahamnya dalam jangka panjang.

Hingga artikel ini ditulis, hanya BBCA yang belum menyampaikan laporan keuangannya untuk periode tahun 2019. Sehingga data laporan keuangan yang digunakan dalam artikel ini untuk BBCA menggunakan data laporan keuangan Kuartal III 2019.

Pendapatan keempat emiten tersebut mengalami pertumbuhan dimana BBNI tumbuh sebesar 8,1%, BBRI tumbuh 13,8%, BMRI tumbuh 8,8% dan BBCA diperkirakan tumbuh 13-15% untuk tahun ini.

Meski keempatnya mengalami pertumbuhan pendapatan yang cukup bagus, namun tidak semua emiten mengalami kenaikan laba per saham secara signifikan.

Sebagai contoh BBNI mengalami pertumbuhan EPS hanya sebesar 2% dibandingkan pertumbuhan pendapatannya. Bisa jadi diantara empat emiten tersebut BBNI lah yang paling buruk kinerja keuangannya.

Laba bersih yang stagnan tersebut disebabkan penurunan laba operasional sebesar 0,6%. Penurunan laba operasional ini memang kecil, namun karena tidak tumbuh positif maka mempengaruhi pada pertumbuhan laba bersih BBNI secara keseluruhan.

NPL BBNI sendiri cukup besar yakni 2,3 dan ini akan menjadi beban keuangan BBNI ditahun mendatang.

Disisi lain BBRI mencatatkan kinerja laba bersih sebesar 6,2% sedikit lebih baik dari pada BBNI. Namun dari sisi NPL lebih buruk dibandingkan BBNI yakni sebesar 2,62.

Secara agregat BBRI lebih baik dibandingkan BBNI meski perlu diperhatikan juga NPL BBRI yang besar tersebut.

BMRI memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan kedua saham sebelumnya. Dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,8%, laba bersih BMRI tumbuh sebesar 9,7%. Secara umum dari kinerja perbankan BUMN, BMRI lah juaranya.

NPL BMRI sendiri lebih baik dibandingkan BBRI namun sedikit lebih besar dibandingkan BBNI, dimana NPL BMRI sebesar 2,39.

Dilain sisi BBCA sebagai bank swasta dengan kapitalisasi besar memiliki kinerja yang lebih baik. BBCA sendiri memiliki keuntungan tersendiri sebagai perbankan swasta dibandingkan ketiga bank sebelumnya yang berstatus BUMN.

Kinerja keungan BBCA sendiri per kuartal III 2019 mengalami pertumbuhan pendapatan sebesar 13% dimana laba bersih emiten satu ini tumbuh mencapai 13% alias double digit. Sehingga diproyeksikan untuk tahun 2019 pertumbuhan laba bersih BBCA bisa mencapai 15-17%.

Dengan NPL  yang hanya 1,6% jelas melampaui capaian dari ketiga emiten bank diatas. Inilah alasan mengapa BBCA menjadi saham yang sangat bagus kinerja sahamnya dalam jangka panjang.

Secara sekilas BBCA tetap menjadi pilihan terbaik dari beberapa perusahaan perbankan tersebut. Namun dengan kondisi bursa saat ini, manakah yang memiliki peluang upside lebih tinggi dibanding yang lainnya?

Baca Juga : Review Saham Bank BNI (BBNI) : Apakah saatnya Membeli?

Harga Saham

Pada bagian ini kita akan fokus mengulas kinerja saham keempat emiten perbankan tersebut, dimana kinerja keuangan sudah diulas secara sederhana dan dapat memberikan gambaran yang baik.

Pengukuran kinerja saham ini berdasarkan acuan 2019 dan 2020, keduanya akan diperbandingkan apakah ada peluang yang relevan sehingga dapat dimanfaatkan dengan baik.

Kita mulai dari tahun 2019;

ulasan-saham-perbankan-bbri-bbca-bbni-bmri


Terhitung sejak awal 2019 IHSG mengalami kinerja underperform dimana sampai hari ini tercatat mengalami penurunan sebesar -2,94%. 

Sebagai benchmark dalam mengukur kinerja saham-saham didalamnya, IHSG mampu memberikan gambaran yang baik untuk dijadikan perbandingan, sehingga kita bisa mendapatkan apakah sebuah saham memiliki kinerja positif atau negatif.

Dari keempat emiten tersebut, BBCA memimpin sebagai emiten dengan kinerja yang ciamik, dimana sejak awal 2019 ia mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 29,01% disusul oleh BBRI yang sebesar 26,04%. Disisi lain BBNI menjadi emiten perbankan dengan kinerja terburuk, dimana sampai saat ini ia mencatatkan kinerja -15,76% disusul BMRI yang sebesar 5,46%.

Bagaimana dengan tahun 2020?

ulasan-saham-perbankan-bbca-bbri-bmri-bbni
Sumber : www.investing.com 

BBRI menjadi emiten dengan kinerja terbaik untuk tahun 2020, disusul BBCA dan BMRI serta BBNI masih menduduki posisi buncit.

Pertanyaannya adalah, mana yang cocok untuk dipilih sebagai bagian rencana investasi kita?

BBCA adalah jawaban terbaik, namun dengan harga per saham yang bernominal tinggi, biasanya menjadi kendala tersendiri bagi beberapa investor terutama yang memiliki modal kecil. Namun BBRI dan BMRI serta BBNI bisa menjadi alternatif selain BBCA.

Hanya BBNI yang menjadi kendala, di dua sisi yang dianalisis pergerakan harga sahamnya, semuanya menunjukkan bahwa BBNI underperform dibadingkan IHSG.

Intinya BBNI bukan pilihan terbaik untuk saat ini. Kinerja 2019 stagnan, dan harga sahamnya underperform.

BBRI yang memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan BBNI masih layak untuk dikoleksi, namun pergerakan BBRI yang sudah tinggi mungkin saja menjadi pertimbangan tersendiri. Namun perlu diingat bahwa 

Tidak ada yang namanya ketinggalan kereta, selama masih ada stasiun berikutnya

Jadi bisa saja hari ini kita menahan untuk membeli BBRI karena sudah naik dibandingkan BMRI dan BBNI, namun ternyata harga saham BBRI terus melaju positif. Perlu diingat BBRI merupakan leading sektor perbankan, dan ini adalah sentimen positif tersendiri.

BMRI bisa menjadi pilihan alternatif terbaik untuk saat ini. Dengan pertumbuhan kinerja dibawah BBCA atau tertinggi dibandingkan ketiga bank BUMN lainnya, serta kinerja sahamnya juga belum naik terlalu tinggi.

BBNI memang sedang underperform, dan bisa dikatakan BBNI adalah yang paling murah secara valuasi, namun bisa saja BBNI adalah yang terburuk dibandingkan ketiga saham perbankan lainnya. Sehingga dengan begitu, BBNI tetap akan naik namun lebih lambat dibandingkan yang lainnya.

Kesimpulan

Secara ringkas kinerja keempat emiten adalah sebagai berikut ;

Kode Emiten                     % Pendapatan         %EPS         %NPL            PER             PBV

BBRI                                          13,8                   6,2             2,62             16,31            2,72

BBCA                                          13                     13              1,6               29,89            4,96
BMRI                                          8,8                    9,7             2,39             13,12            1,76
BBNI                                           8,1                     2               2,3                8,91             1,12

Dari sini anda bisa mengambil kesimpulan tersendiri, manakah yang dapat dijadikan investasi berdasarkan kinerja keuangan terbaik dan pelaung upside dari masing-masing saham.