10 Saham LQ45 Dengan Penurunan Terbesar Hingga Maret 2020 (YTD)

10 saham lq45 yang mengalami penurunan terdalam maret 2020

Blogsaham.com - Hingga saat artikel ini ditulis dan ditayangkan IHSG secara YTD mencatatkan kinerja terburuk dalam 5 tahun terakhir, dan banyak saham-saham dari indeks LQ45 yang mengalami penurunan yang sangat tajam bahkan diatas 50%. Jika saham-saham tersebut telah turun lebih dari 50%, maka apabila kembali ke harga awal tahun 2020 ini maka potensi upside nya bisa mencapai diatas 100%.

Dengan kondisi sekarang, maka pemilihan waktu adalahh yang paling penting untuk masuk ke saham-saham berfundamental kuat dan laba tumbuh namun harga sahamnya jatuh sangat dalam.

Sentimen utama yang bisa mengangkat indeks adalah obat dari Virus Corona ini diman pada saat ini di Amerika Serikat sedang dalam pengembangan dan sudah dilakukan pada uji coba terhadap relawan pertama COVID-19.

Jika nantinya obat yang sedang dalam pengembangan tersebut mampu mengatasi virus ini, maka bursa diseluruh dunia akan menguat dengan sangat cepat termasuk IHSG.

Sebelum kenaikan dimasa yang akan datang, maka lebih baik bagi investor dan trader untuk mempersiapkan diri dan dana untuk memborong saham-saham bagus dan 1 hingga 2 tahun lagi sudah dapat dipanen dengan hasil yang mengagumkan.

Kini banyak sekali saham-saham bagus dijual sangat murah, berikut ini adalah data 10 saham dari indeks LQ45 yang mengalami penurunan paling tajam di tahun 2020 ini.

Saham Indeks LQ45 dengan Penurunan Paling Dalam

1. WSKT

Saham WSKT telah mengalami penurunan paling tajam hingga menyentuh level Rp 458 per lembarnya, sehingga dengan ini WSKT telah turun sebesar -69,16%. Dengan ini WSKT menyandang sebagai saham dengan penurunan paling tajam dibandingkan saham-saham bluechip atau dari sektor konstruksi.

2. PGAS

Sebagai emiten yang bergerak dibidang gas, PGAS sangat riskan terhadap kebijakan pemerintah soal harga gas, sehingga penentuan harga gas menjadi sentimen kuat untuk menurunkan harga sahamnya. Namun kini sentimen Virus COVID-19 nampaknya lebih kuat dari itu sehingga membuat harga saham PGAS terkapar diharga Rp 695 per lembarnya atau turun sedalam -67.97%.

3. BRPT

BRPT beberapa tahun belakangan ini menjadi idola bagi para trader dan investor karena pergerakan harga sahamnya stabil menanjak menuju harga tertingginya. Namun karena diterpa penurunan indeks yang sangat tajam, membuat BRPT tak luput dari terpaan. Kini harga saham BRPT tinggal Rp 525 per lembarnya dengan penurunan sebesar -65.23%.

4. PTPP

Mengikuti jejak WSKT, PTPP juga mengalami penurunan yang sangat tajam. Bahkan penurunan kali ini lebih rendah dibandingkan penurunan 2015 silam. Sehingga peluang untuk menghasilkan profit sangatlah luas. Saat ini PTPP dihargai Rp 555 per lembarnya dengan penurunan sebesar -64,98%.

5. LPPF

Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang penjualan retail, seharusnya membuat LPPF kuat karena basisnya adalah masyarakat. Namun meski kinerja keuangan LPPF sangat baik, tetap saja LPPF harus ikut turun dengan penurunan sebesar -63,18% menjadi Rp 1550 per lembar.

6. AKRA

AKRA bergerak dalam bisnis distribusi minyak bumi, sehingga membuat bisnis AKRA tetap saja menguntungkan meski harga minyak naik turun. Kini harga saham AKRA hanya Rp 1.600 dimana ia telah turun sedalam Rp -59.49%.

7. INCO

Perusahaan penghasil nikel terbesar di Indonesia ini mengalami penurunan yang sangat tajam dan kini sahamnya dihargai sebesar Rp 1.510 dengan penurunan sedalam -58.52%. Sentimen untuk INCO ini ada dua, pertama adalah COVID-19 dan harga nikel dunia.

8. WIKA

WIKA merupakan konstruksi BUMN yang mencatatkan kinerja terbaik diantara emiten konstruksi plat merah di tahun 2019, sehingga penurunnya tidak sedalam WSKT dan PTPP. Meski begitu penurunan WIKA tergolong sangat besar, dan saat ini harga sahamnya dihargai sangat undervalued yakni sebesar Rp 830 per lembarnya, WIKA sendiri telah turun sedalam -58.29%.

9. TKIM

TKIM merupakan perusahaan penghasil kertas diman apada tahun 2017-2018 silam TKIM menjadi sangat populer karena harga sahamnya mampu naik dari harga 1000an hingga mencatatkan diharag belasan ribu. Namun kini TKIM sudah anjlok sebesar -58,27% hingga membuat harga sahamnya dihargai Rp 4.330.

10. ANTM

Emiten produsen emas ini telah turun sedalam -55,48% menjadi Rp 374 per lembarnya. Level tertinggi bagi ANTM adalah di angka 1000an, sehingga jika mampu kembali menguat ke harag tersebut maka potensi upside dari ANTM bisa mencapai lebih dari dua kali lipat.

10 daftar saham diatas diambil per tanggal 20 Maret 2020 setelah penutupan perdagangan, sehingga jika anda melihat harga dilain waktu dapat berubah sesuai harga di market. Ke 10 daftar diatas bisa menjadi pilihan investasi anda dalam 1 hingga 2 tahun mendatang.

Pemilihan investasi tidak harus bergantung pada besaran penurunan, namun besarnya penurunan yang dialami suatu saham dapat memberikan potensi upside yang jauh lebih tinggi dibandingkan saham yang penurunannya dibawah ke 10 saham diatas.