12 negara mengeluarkan stimulus fiskal termasuk indonesia

Blogsaham.com - Beberapa hari terakhir sejumlah negara mulai mengucurkan stimulus fiskal guna memerangi dampak dari penyebaran COVID-19 saat ini di negara masing-masing. Nilai stimulus dari masing-masing negara berbeda namun nilainya lebih besar dibandingkan stimulus yang dikeluarkan saat Krisis Keuangan Tahun 2008 silam.

Secara umum stimulus adalah upaya mendorong atau merangsang sesuatu hingga mendapatkan suatu respon yang diinginkan. Sedangkan fiskal sendiri adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh suatu pemerintahan dengan tujuan mengarahkan perekonomian pada tingkat pertumbuhan tertentu, fiskal sendiri bisa berbentuk pengeluaran dan pajak.

Stimulus Fiskal sendiri adalah upaya mendorong perkenomian untuk tumbuh dalam jalur positif guna mencapai target pertumbuhan tertentu setelah mengalami masa kontraksi. Kini 12 negara di dunia telah mengucurkan sejumlah kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi mereka.

Sebelumnya majalah The Economist mengeluarkan sebuah studi bahwa beberapa negara berpotensi mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi mereka, tidak terkecuali Indonesia.

Cina dan India yang saat ini dikenal sebagai leading pertumbuhan ekonomi dunia diprediksi akan tumbuh hanya sebesar 1% dan 2.1%, sedangkan Indonesia sendiri diperkirakan akan tumbuh 1% di tahun 2020 ini.

Selain ketiga negara tersebut, Amerika Serikat sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia diperkirakan akan mengalami kontraksi yang lumayan besar dimana pada tahun 2019 silam pertumbuhan ekonomi disana tercatat sebesar 1.7% dan di tahun 2020 diramal negatif sekitar -2,8%.

Proyeksi tersebut tidak serta merta dapat menjadi acuan tentang gambaran pertumbuhan ekonomi dunia, namun penyebaran wabah yang begitu cepat hingga memaksa beberapa negara memberlakukan lockdown membuat roda ekonomi tersendat dan beberapa perusahaan telah memproses PHK karyawan mereka.

Italia sendiri yang saat ini menjadi negara paling terdampak COVID-19 ini diprediksi akan turun sedalam -7% untuk tahun ini, dan menjadi negara paling besar penurunan pertumbuhan ekonominya setelah Jerman dan Argentina.

Untuk itu saat ini beberapa negara telah berupaya mengeluarkan sejumlah kebijakan fiskal guna mendorong perekonomian untuk berjalan menuju rel nya sehingga potensi berhentinya ekonomi sangat kecil.

Berikut ini daftar negara Pemberi Stimulus Fiskal

1. Amerika Serikat

Amerika Serikat mengucurkan stimulus fiskal terbesar dalam sejarah bahkan melebihi fiskal pada masa krisis keuangan yang melanda negara tersebut pada tahun 2008 silam. Besaran stimulus fiskal untuk tahun 2020 ini sebesar 2.1 triliun US Dollar atau kurang lebih senilai 33.600 triliun rupiah dengan asumsi kurs 16.000. Nilai stimulus fiskal kali ini kurang lebih 10% dari total PDB negara tersebut. Kebijakan ini ditujukan kepada dunia usaha untuk dapat kembali bangkit setelah diterpa oleh wabah COVID-19.

2. Jerman

Jerman tidak lupa turut serta dalam pengucuran stimulus fiskal, nilainya pun tidak sedikit sebesar 2.808 triliun rupiah selain itu Jerman juga menyiapkan stimulus lainnya berupa pemberian dana hibah yang mencapai 50 EUR untuk UKM.

3. Australia

Australia mengucurkan dana sebesar 1.850 triliun rupiah dimana nilai sebesar itu merupakan 9% dari total PDB Australia. Stimulus ini juga digunakan untuk melancarkan aliran kredit di negara kangguru tersebut.

4. Arab Saudi

Arab Saudi juga tidak ketinggalan mengeluarkan stimulus untuk sebesar 299 triliun rupiah untuk sektor swasta.

5. Kanada

Kanada mengucurkan stimulus fiskal sebesar 138 miliarUS$ atau sekitar 2200 triliun rupiah, dimana 85 miliar US$ digunakan untuk keberlangsungan bisnis di negara tersebut.

6. Italia

Sebagai negara paling terdampak Italia turut serta mengucurkan stimulus fiskal bersama negara-negara eropa lainnya, nilainya sebesar 25 miliar EUR atau sekitar 450 triliun rupiah, dimana 1,5 miliar EUR akan digunakan untuk melancarkan likuiditas perusahaan-perusahaan disana.

7. Singapura

Singapura pun turut serta dalam pengucuran stimulus fiskal guna mempercepat pemulihan perekonomian di negara tersebut, besaran nilainya adalah 54,4 S$ atau sekitar 620 triliun rupiah dimana nilai tersebut sama dengan 10% dari PDB negara singa itu.

8. Korea Selatan

Korea Selatan yang telah mampu mengendalikan penyebaran COVID-19 dengan tes masal ikut serta mengucurkan stimulus sebesar 213 triliun rupiah dengan harapan perekonomian negara K-POP tersebut kembali tumbuh positif.

9. Cina

Cina mengucurkan stimulus fiskal sebesar 1.5 triliun Yuan Tiongkok atau sekitar 3.500 triliun rupiah, stimulus ini sama dengan 1,2% dari PDB negeri panda.

10. Malaysia

Negara tetangga yakni Malaysia juga turut mengeluarkan stimulus fiskal meski tidak sebesar dan seagresif negara lainnya, nilainya pun hanya 22 triliun rupiah. Kebijakan ini untuk membebaskan pajak dan pemberian bantuan langsung tunai.

11. Prancis

Prancis menyiapkan dana stimulus sebesar 810 triliun rupiah untuk mendukung likuiditas di negara tersebut. Selain itu Prancis juga menyiapkan dana sebesar 300 miliar EUR untuk mendukung pemberian pinjaman perbankan ke perusahaan disana.

12. Spanyol

Spanyol menyiapkan dana stimulus sebesar 160 triliun rupiah yang nantinya digunakan untuk melakukan penundaan pajak bagi UKM  dan self employed selama 6 bulan kedepan.

Indonesia sendiri juga turut serta mengeluarkan stimulus yang nilainya sekitar 125 triliun rupiah. Stimulus tersebut telah dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama senilai 10,3 triliun rupiah dan tahap pertama sebesar 2,9 triliun rupiah.

Selain dua stimulus tersebut, pemerintah RI pun menyiapkan pelonggaran defisit APBN sebesar 0,8% dari total PDB senilai 125 triliun rupiah.
Previous Post Next Post