5 reksadana pendapatn tetap dengan kinerja terbaik tahun 2020 YTD

Blogsaham.com - Pasar saham sangat volatil dan sekarang IHSG sedang downtrend berat, sulit mendapatkan peluang kenaikan pada saham-saham dengan fundamental yang ideal. Jika hanya mencari saham yang naik saja, hal itu mudah, karena setiap hari ada saja saham gorengan yang mengalami kenaikan meski hanya dengan nilai transaksi Rp 53.000,00 saja.

Disaat IHSG berada dalam kondisi seperti sekarang ini, maka investor akan mencari instrumen investasi lainnya yang dapat melindungi nilai asetnya.

Selain saham terdapat obligasi, reksadana, valas yang bisa dijadikan tempat berinvestasi. Namun dengan kondisi global yang kian memburuk, maka saham dan valas akan disingkirkan terlebih dahulu dari pilihan instrumen investasi.

Obligasi dan reksadana bisa menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan tempat berinvestasi, namun reksadana pun harus dipilih dari sekian banyak pilihan, dan reksadana pendapatan tetap memberikan opsi yang lebih baik.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap memberikan potensi keuntungan yang lebih baik dibandingkan dengan reksadana saham dan reksadana campuran. Reksadana pendapatan tetap bisa menjadi lebih kuat dalam pertumbuhannya dibandingkan reksadana jenis lainnya. Hal ini dikarenakan reksadana jenis ini berfokus pada pembelian obligasi dan surat utang yang memiliki return tetap sampai pada pengembalian dana investor.

NAB reksadana pendapatan tetap juga cukup terjaga meski juga mengalami penurunan disaat krisis seperti ini, namun penurunanya tidak akan sedalam jenis reksadana lainnya. Berikut ini 5 reksadana pendapatan tetap yang memiliki kinerja terbaik secara YTD yang bisa anda jadikan pilihan investasi disaat IHSG dalam fase downtrend berat.

1. Schrooder Income Fund

Resadana Schrooder Income Fund merupakan salah satu produk dari PT Schroder Investment Management yang berada dalam bisnis reksadana pendapatan tetap. Hingga hari ini AUM dari reksadana ini sudah mencapai 1,8 miliar rupiah, dengan NAB saat ini1.044 rupiah.

Kinerja dari reksadana ini sendiri merupakan terbaik diantara reksadana pendapatan tetap lainnya. Secara YTD saja kinerjanya sebesar +1,56% dan dalam satu tahun terakhir kinerjanya tercatat +4,7%.

2. Mega Asset Mantap Plus

Reksadana pendapatan tetap dengan manajer investasi PT Mega Asset Management mencatatkan kinerja YTD sebesar +1,38% dan dalam setahun terakhir mencapai +8,09%.

Reksadana ini memiliki dana kelolaan (AUM) sebesar 20,7 miliar rupiah dimana nilai NAB reksadana Mega Asset Mantap Plus sekarang di 1.356 per unitnya.

3. Syailendra Pendapatan Tetap Premium

Dengan manajer investasi PT Syailendra Capital, reksadana ini mampu mencatatkan kinerja sebesar +1,24% secara YTD, dan dalam setahun terakhir ini mampu mencatatkan kinerja +8,78%. AUM yang dimiliki reksadana Syailendra Pendapatan Tetap Premium ini mencapai 29,5 miliar rupiah, sehingga dengan pencapaian tersebut sudah sangat bagus dibandingkan dengan besarnya dana yang dikelola.

4. Principal Total Return Bond Fund

Secara YTD reksadana pendapatan tetap ini mampu mencatatkan kinerja positif yakni +0,91% dan dalam satu tahun terakhir tercatat sebesar +6,90%.

Principal Total Return Bond Fund sendiri memiliki nilai AUM yang lebih besar dibandingkan dengan 3 reksadana yang telah disebutkan diatas, yakni mencapai 33,8 miliar rupiah dengan NAB 2.552.

5. Prospera Obligasi

Reksadana Prospera Obligasi dengan manajer investasi PT Prospera Asset Manajemen mampu mencatatkan kinerja positif secara YTD dengan jumlah dana kelolaan yang terbilang sangat besar untuk ukuran jenis reksadana pendapaan tetap.

Kinerja Prospera Obligasi secara YTD tercatat sebesar +0,84% dan dalam satu tahun terakhir sebesar +7,23%. Dimana AUM dari Prospera Obligasi sendiri mencapai 103 miliar rupiah dengan NAB sebesar 3.849.

Kelima reksadana pendapatan tetap diatas telah mampu memberikan kinerja positif ditengah kondisi market yang tidak stabil.

Daftar diatas bisa dijadikan sebagai referensi reksadana pendapatan tetap dengan kinerja terbaik tahu  2020, sehingga bisa dijadikan alternatif disaat IHSG sedang dalam downtrend berat seperti saat ini.
Previous Post Next Post