5 saham perbankan murah cocok untuk investasi jangka panjang

Blogsaham.com - Ditengah turunnya IHSG secara dalam di tahun 2020, banyak kalangan yang menantikan waktu yang  tepat untuk memburu saham-saham dengan fundamental baik dan harga yang murah.

Pada umumnya penentuan harga suatu saham disebut murah adalah menggunakan indikator PER atau Price Earning Ratio. Indikator ini menggunakan pendekatan perbandingan antara EPS suatu emiten terhadap harga saham terkini.

Sehingga jika anda mendapatkan PER suatu saham hari ini di angka 7,2x bisa jadi besok anda akan menemukan angka PER yang berbeda pada saham tersebut, apakah nilainya naik atau turun menjadi lebih murah.

PER menjadi sangat populer baik di kalangan Trader maupun Investor saham, hal ini dikarenakan kemudahan dan sangat simpel dalam penggunaan dan penafsirannya. Hanya saja pengukuran suatu saham  dianggap murah itu sangat bervariatif.

PER suatu saham dianggap murah jika ia berada dibawah 12x, namun ada juga yang mengatakan kalau sebuah saham dengan PER dibawah 7x atau 5x maka saham itu akan sangat murah dan berpotensi menjadi teenbagger di kemudian hari.

Pada kesempatan kali ini, Blogsaham.com akan menyajikan 5 saham sektor perbankan yang cukup murah dengan menggunakan pendekatan PER dibawah 10x, sehingga hal ini akan membuat kita mendapatkan saham murah namun bukan murahan.

Perlu diingat bahwa seringkali kita mendapatkan saham dengan PER dibawah 7x atau 5x namun setelah dibeli dan disimpan dalam kurun waktu tertentu ternyata harga saham tersebut tidak mampu naik signifikan, dan faktor utamanya adalah ternyata saham itu murahan.



8 Saham Murah Untuk Jangka Panjang Sektor Perbankan

1. Saham PNBN

Sebagai salah satu bank BUKU IV, PNBN memanglah tidak begitu terkenal dibandingkan bank BUMN seperti BBRI, namun kinerja PNBN yang semakin hari semakin baik serta kenaikan DPK menjadi indikator bahwa PNBN telah menjadi tempat dimana orang percaya jika PNBN menjadi salah atau tempat terbaik untuk menabung atau mengajukan kredit usaha.

Dengan pendapatan 17 triliun rupiah untuk tahun buku 2019 lalu, memang tidaklah besar jika dibandingkan dengan ekuitas PNBN yang sebesar 44 triliun rupiah. Namun perlu diingat, dengan ekuitas sebesar itu serta statusnya sebagai Bank BUKU IV membuat segmentasi bisnis PNBN jauh lebih luas dibandingkan bank-bank dengan kategori BUKU dibawahnya.

Selain itu sebagai Bank BUKU IV ia juga memiliki kesempatan yang sama seperti BBCA, BBRI, BMRI, atau BBNI dalam melebarkan sayap bisnisnya, sehingga potensi laba bersih PNBN dimasa mendatang sangat terbuka lebar.

Saat ini harga saham PNBN dihargai sebesar 765 rupiah per lembarnya dimana pada harga ini PNBN dihargai sangatlah murah yakni dengan nilai PER nya hanya 5.54x.

2. Saham BMRI

Sebagai salah satu emiten Bigcaps atau Bluechip serta anggota dari indeks LQ45, BMRI memiliki keunggulan tersendiri dimana ia akan lebih mudah dilirik oleh Fund Manajer baik dari dalam negeri maupun asing. Hal ini akan membuat BMRI jauh lebih mudah untuk recover saat IHSG benar-benar telah usai masa downtrendnya.

Pendapatan BMRI sendiri untuk tahun 2019 FY tercatat sebesar 91 triliun rupiah atau naik 13% dari tahun sebelumnya yang sebesar 80 triliun rupiah. Dengan begitu membuat ROE BMRI menjadi sebesar 13%.

Saat ini BMRI dihargai 4470 rupiah perlembarnya dengan market kapitalisasi tinggal 209 triliun rupiah. Disisi lain PER BMRI pun menyusut tinggal menjadi 7.59x sehingga harga saham BMRI saat ini sudah tergolong undervalued dan layak untuk dikoleksi atau dibeli secara bertahap.

3. Saham BBNI

Berikutnya adalah sahma BBNI. BBNI merupakan emiten perbankan yang sekarang market kapitalisasinya tinggal 66 triliun rupiah, sedangkan ekuitas BBNI sendiri tercatat 120 triliun rupiah. Hal ini menandakan bahwa BBNI dijual diharga diskon dan jarang sekali kita mendapati saham sekelas BBNI and cs dijual diharga 3590 per lembarnya.

Kini PER BBNI tercatat sebesar 4,35x dan Yups... ini adalah peluang langka mendapatkan saham BBNI dengan harga segitu. Jika bukan karena krisis atau wabah seperti sekarang ini, sulit rasanya mendapatkan saham kelas kakap diharga ikan teri.

4. Saham BDMN

Bank Danamon merupakan salah satu perbankan yang cukup lama beroperasi di Indonesia. Kini harga saham BDMN pun turut terimbas IHSG, dimana saat ini harga BDMN di angka 1950 per lembarnya.

BDMN ini biasanya (dalam kondisi market stabil) bergerak di area 3000-4000 per lembarnya, jadi dengan kondisi saat ini dan PER BDMN di angka 4.68x sudah layak untuk dikoleksi dan disimpan dalam jangka panjang.

5. Saham BNGA

Terakhir adalah BNGA atau bank CIMB Niaga. BNGA selama ini terus tumbuh untuk laba bersihnya dan kini BNNGA sudah termasuk ke dalam kelompok bank BUKU IV dengan ekuitas perusahaan sebesar 43 triliun rupiah.

Dengan bermodalkan kategori Bank BUKU IV, ROE 8%, PER 4.14x, PBV 0.35x, dan dalam dua tahun terakhir selalu membagikan dividen dengan DPR diantara 19-20% dari total laba diperoleh, maka BNGA bisa menjadi alternatif selain keempat emiten diatas, yang mana saat ini harga BNGA dipatok pada angka 600 rupiah perlembarnya.

Kesimpulan dan Disclaimer

Selain kelima emiten diatas sebenarnya masih ada BBRI yang memiliki PER 10,54x dan BBCA 22.78x, namun kelima emiten tersebut menawarkan harga yang jauh lebih murah serta beberapa diantaranya memiliki pertumbuhan bisnis yang bagus di tahun 2019 silam.
Previous Post Next Post