Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Saham yang Di Obral Oleh Asing Hingga Maret 2020

5 saham yang diobral oleh asing 2020

Blogsaham.com - Penurunan IHSG yang tajam di tahun 2020 ini membuat banyak saham yang diobral, baik oleh investor lokal maupun oleh investor asing. Penjualan secara massal ini disebabkan oleh adanya sentimen negatif yang sangat besar hingga membuat banyak investor beranggapan bahwa masa depan bisnis dan perekonomian sebuah negara sedang dalam masa slowdown atau jatuh.

Pada tahun 2020 ini, virus Corona menjadi penyebab utama terjadinya penurunan harga saham secara curam, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Penurunan tajam di tahu ini melebihi penurunan pada tahun 2008 yang disebabkan oleh krisis keuangan di Amerika Serikat.

Hingga artikel ini ditulis, dan asing yang keluar dari IHSG sudah mencapai 10 triliun rupiah hanya dalam tepo kurang dari 3 bulan. Jika nantinya penanganan virus corona tidak membuahkan hasil yang positif setidaknya dalam sebulan kedepan, maka potensi penurunan dan keluarnya dana asing akan lebih besar.

Dana asing di IHSG masih memiliki peran yang sangat besar, keluarnya dana asing di IHSG selalu memberikan tekanan pada pergerakan indeks. Tekanan ini lebih disebabkan besarnya dana asing yang masuk ke bursa meski jumlah investornya tidaklah banyak.

Besarnya dan asing di IHSG juga sulit diimbangi oleh fund manajer lokalan, meski beberapa kali terlihat fund lokal mampu menahan penurunan IHSG beberapa waktu silam.

Terlepas dari itu, penurunan sekarang juga didukung oleh keluarnya dana asing dan investor lokal dari bursa. Lalu saham apa saja yang paling banyak di jual oleh asing? yang pasti adalah saham-saham Bluechip.

Berikut ini adalah 5 saham yang dijual secara obral oleh asing

1. Saham BBCA

Sebagai salah satu bank kenamaan di Indonesia, Bank BCA (BBCA) memiliki nilai lebih sehingga mampu membuat kinerja keuangannya terus tumbuh dan pergerakan harga sahamnya terus saja menembus level tertinggi beberapa waktu lalu.

Kini ditengah penurunan indeks, Saham BBCA juga tidak luput dari penurunan yang tajam tercatat BBCA sudah turun sedalam -32,69% dimana asing melakukan jual bersih pada saham ini mencapai 4,57 triliun rupiah.

BBCA menjadi saham yang paling banyak dilepas oleh asing dengan nilai net sell diatas 4 triliun rupiah, meski begitu ternyata penurunan BBCA tidaklah sedalam BBRI, BMRI atau bahkan BBNI. Hal ini menunjukkan bahwa saham BBCA merupakan saham yang sangat kuat, ditandai juga dengan penurunannya tidak lebih dari penurunan IHSG.

2. Saham BBNI

BBNI menjadi emiten yang memiliki kinerja terburuk dibandingkan 3 saham Big Banking lainnya, hal ini menjadikan saham BBNI menjadi saham dengan penurunan terbesar di jajaran 4 saham perbankan terbesar di bursa.

Tercatat, hingga maret 2020 ini saja BBNI sudah turun sedalam -59,75% membuat harga sahamnya bertengger di 3160 per lembarnya. Disisi lain ternyata asing juga mengobral saham ini, dimana asing melepas BBNI di pasaran senilai 2.12 triliun rupiah. Net sell tersebut tercatat sebagai yang terbesar kedua setelah BBCA.

3. Saham BBRI

Meski memiliki kinerja yang masih bagus, dan pertumbuhan laba bersih yang konstan di angka 25% setiap tahunnya, BBRI tetap menjadi salah satu saham yang paling banyak dibuang oleh asing.

Hingga kini asing telah melepas saham BBRI senilai 1,47 triliun hingga membuat saham BBRI terkapar diharga 2440 perlembarnya dengan penurunan sedalam -44,55%.

4. Saham TLKM

Hingga kini laporan keuangan TLKM untuk tahun 2019 FY belum keluar, meski begitu proyeksi kinerja TLKM di tahun 2019 masih tumbuh dengan perkiraan ROE diatas 20%. Digitalisasi yang kini sedang berjalan di Indonesia menjadi pendorong tumbuhnya bisnis TLKM, dengan layanan Data yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun.

Meski dengan kondisi bisnis yang prima, nampaknya tidak bisa membuat harga saham TLKM bertahan lebih baik dibandingkan BBCA namun penurunannya tidak sedalam BBRI. Tercatat sampai artikel ini diterbitkan TLKM telah mengalami penurunan sebesar -34,01% yang membuat harga sahamnya terjatuh di angka 2.620 per lembarnya.

Dengan penurunan sebesar itu, ternyata asing juga memiliki andil yang cukup besar, dimana asing tercatat melakukan net sell pada saham TLKM sebesar 1,06 triliun rupiah, dan menempati posisi keempat sebagai saham yang paling banyak di obral oleh asing.

5. Saham UNVR

Pernahkah anda mendengar quotes berikut ini
Saham dari sektor industri konsumsi, cukup kebal terhadap krisis

Nampaknya istilah tersebut tidaklah salah, dan hal ini dibuktikan oleh UNVR.

Sebagai salah satu emiten bigcaps yang bergerak dalam bisnis konsumer, UNVR yang selama ini memiliki kinerja bisnis yang luar biasa mampu memiliki kinerja saham yang lebih baik dibandingkan kinerja IHSG hingga maret 2020.

Penurunan UNVR sampai Maret 2020 ini tercatat sebesar -32,44%  diatas IHSG yang mengalami penurunan sebesar -37,49%, serta masih lebih baik dibandingkan kinerja saham BBCA.

Meski memiliki kinerja saham yang lebih baik dibandingkan IHSG, ternyata UNVR menjadi salah satu saham yang paling banyak di obral oleh asing, dan menempati urutan kelima dengan net sell asing sebesar 912,27 miliar rupiah.

Kesimpulan

Ditengah penurunan indeks yang dalam serta keluarnya dana asing yang begitu masif akhir-akhir ini, ternyata terdapat beberapa saham yang memiliki kinerja lebih baik dibandingkan IHSG. Kinerja yang bagus ini bisa menjadi indikator bahwa disaat bursa recover nantinya, mereka akan jauh lebih cepat mengalami kenaikan dibandingkan Indeks itu sendiri.

Sehingga dengan ini, anda bisa memiliki pandangan yang lebih baik saham mana yang bisa anda koleksi dalam masa krisis seperti saat ini. Kondisi ini jelas memberikan peluang, namun juga tetap perlu waspada pada lingkungan sekitar kita atas penyebaran Virus COVID-19 yang bisa saja membutuhkan waktu lebih lama untuk recover bagi Indonesia sendiri.