5 saham yang paling banyak diburu asing

Blogsaham.com - Sampai artikel ini ditulis, IHSG masih belum menunjukkan tanda-tanda tekanan jual mereda, bahkan cenderung terus saja melemah, dan kini IHSG sudah bertengger di 3ribuan. Posisi saat ini adalah posisi terendah IHSG sejak 2013 silam, dan mendekati lowest tahun 2012.

Secara YTD IHSG telah mengalami penurunan sebesar -37,17% selama di tahun 2020, ini berarti terdapat banyak peluang mendapatkan saham-saham bagus dengan fundamental jempolan tapi harganya murah.

Beberapa orang memiliki anggapan bahwa pengelola dan asing atau Fund Manager asing memiliki kemampuan yang lebih baik dari segi finansial maupun alat analisisnya, sehingga aliran dana asing di IHSG dijadikan tumpuan dalam pengambilan keputusan investasi.

Dengan dana yang besar, asing bisa menggerakkan IHSG dengan mudah, semisal dengan mengerek saham perbankan di akhir sesi, atau saham-saham dengan kapitalisasi yang besar.

Jika anda sudah berkecimpung di bursa saham Indonesia minimal dalam satu tahun terakhir, maka anda sudah terbiasa melihat pergerakan IHSG ketika asing keluar dengan transaksi jual bersih lebih dari 500 miliar, maka IHSG akan koreksi. Koreksi IHSG tergantung pada besaran net sell dari asing, semakin besar maka semakin besar pula penurunan IHSG.

Namun kondisi saat ini berbeda, IHSG sedang dalam kondisi berat, banyak investor atau trader lebih banyak menunggu momentum untuk masuk, salah satunya dengan melihat transaksi Net Buy asing. Berikut ini adalah daftar saham yang asing melakukan net buy selama tahun 2020 ini;

5 Saham yang Paling Banyak di Borong Asing

1. Saham SMGR

Sebagai salah satu emiten produsen semen terbesar di Indonesia sekaligus menjabat sebagai emiten plat merah, SMGR tidak layak untuk lolos dari monitor kita. Kini SMGR bertengger di harga 6 ribuan yang artinya SMGR telah turun sebesar -48,96% dari awal tahun, sehingga jika nanti ia kembali ke harga awal tahun 2020, kenaikan SMGR bisa mencapai 50%.

Asing pun tidak mau melewatkan saham emiten satu ini, hingga artikel ini ditulis asing telah memborong saham SMGR sebanyak 174 miliar rupiah, dan dengan nominal tersebut, SMGR menempati posisi pertama sebagai saham yang paling banyak di borong oleh asing.

2. Saham BNLI

Sebagai emiten perbankan dengan nilai ekuitas sebesar 24 triliun, BNLI memiliki keunikan tersendiri hingga membuat asing berani memborong saham ini dikala IHSG maish dalam kondisi downtrend, sedangkan ada saham semacam BBCA, BBRI yang jauh lebih profitabel dari sisi bisnis maupun keuangan untuk saat ini.

Diketahui asing telah memborong  saham ini sebanyak 131 miliar rupiah, dan menduduki posisi kedua sebagai saham yang paling banyak dibeli oleh asing.

3. Saham JSMR

Emiten raja Tol satu ini kini sedang masa yang berat bagi sahamnya, dimana secara YTD saham JSMR telah turun lebih dari 50% dan bertengger di posisi 2300an. Penurunan ini jelas memberikan peluang bagi siapapun untuk mengoleksi saham raja tol di Indonesia ini.

Kini saham JSMR dihargai 0,94x BV sehingga membuat asing tergiur untuk memborong JSMR sebanyak 92 miliar rupiah. Kapan lagi dapat harga JSMR dibawah 1x PBV kecuali disaat market crash seperti sekarang ini.

4. Saham ITMG

ITMG merupakan emiten yang rajin membagikan dividen serta dividen yang dibagikan merupakan yang terbesar diantara emiten di seluruh BEI setelah UNVR. Rasio dividen ITMG sendiri biasanya diatas 100% dari total laba tahun berjalan.

Untuk tahun 2018 saja total dividen per lembarnya adalah Rp 3.465, dan bila mengacu pada angka ini artinya tahun 2020 ini potensi DPR yang diberikan oleh ITMG bisa mencapai 50% dari harga saham ITMG sekarang di 6500an.

Dengan dividen sebesar itu, membuat asing cukup banyak mengoleksinya hingga mencapai 75 miliar rupiah.

5. Saham ADRO

ADRO dikenal sebagai emiten batubara merupakan emiten bigcaps dan anggota indeks LQ45. Saat ini ADRO tidak lagi berfokus pada industri batubara sehingga akan membuat bisnis ADRO sustainable meski harga batubara nantinya turun dalam.

Dengan pengembangan lini bisnis tersebut, ADRO menjadi incaran asing untuk dikoleksi saat IHSG crash seperti sekarang ini. Kini asing mengoleksi sebanyak 67,9 miliar rupiah untuk mengempit saham ADRO.

Dalam tahun 2020 ini saja, asing telah keluar dari IHSG sebanyak 13,47 triliun rupiah, dan ini adalah angka yang cukup besar disaat sentimen global yang sangat kuat. Maka dengan pembelian kelima saham diatas, dana asing masih banyak yang berbentuk cash, dan ini menandakan bahwa IHSG belum menunjukkan akan reda penurunannya.

Namun dengan melihat daftar diatas, kita bisa melihat saham mana yang menjadi incaran asing untuk dikoleksi disaat IHSG dalam fase dwontrend berat seperti sekarang ini.
Previous Post Next Post