Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Daftar Fintech Syaria Legal yang Terdaftar di OJK 2020

Blogsaham.com - Kini sudah banyak lembaga Fintech atau dikenal juga Peer To Peer (P2P) Landing yang memberikan pelayanan pinjaman secara online dengan fasilitas mudah pencairannya tanpa melalui proses seperti yang ada pada perbankan.

Kemudahan yang diberikan oleh para pelaku Fintech ini membuat banyak kalangan berani untuk mengajukan pinjaman untuk kebutuhannya atau untuk melakukan pembelian properti, maupun hanya untuk menutupi kekurangan biaya hidup sampai tanggal gajian tiba.

Daftar Fintech P2P syariah yang resmi dan terdaftar di OJK tahun 2020

Sejak awal, pinjaman online menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat Indonesia. Kelebihan dan kekurangan yang ada pada fintech menjadi sorotan bahkan bagi kalangan elit yang muncul di berbagai media nasional.

Hal itu didasari banyaknya pinjaman-pinjaman atau Fintech ilegal yang mencekik para debitur mereka.

Pada kesempatan kali ini, kami menyajikan beberapa fintech syaria yang bisa menjadi alternatif bagi anda  yang tidak ingin mengajukan pinjaman pada fintech konvensional.

Fintech yang berdasarkan syariah ini mengikuti aturan yang ditentukan oleh OJK dan MUI, sehingga prinsip-prinsip pembiayaan mereka selalu berbasis syariah.

Berikut nama dan alamat website masing-masing fintech

1. Danasyariah

Fintech satu ini fokus pada pendanaan properti, sehingga kamu yang ingin memiliki properti yang tidak memiliki dana cukup dan enggan mengajukan ke perbankan, maka Danasyariah bisa menjadi alternatifnya.

Jika anda ingin menjadi pendana (pemilik dana), danasyariah memberikan tawaran return hingga 20% pertahun. Sedangkan jika anda ingin mengajukan pinjaman maka anda harus memiliki proyek. Karena di danasyariah pembiayaan berbasis proyek yang kamu ajukan dan besaran nilai proyeknya.


2. Danakoo 

Danakoo memberikan pelayanan pada pembelian barang, pembiayaan untuk pembelian kendaraan, renovasi rumah, pembiayan rumahsakit,  pendidikan, umroh, dan pernikahan.

Sistem return yang ditawarkan oleh danakoo adalah bagi hasil.

3. Alami 

Alami menawarkan pinjaman untuk berbagai keperluan, dan bunga atas pinjaman dinilai oleh mereka berdasarkan profil risiko dari debitur. Nah, hal ini membuat tiap debitur memiliki biaya pengembalian atas pinjaman berbeda. Untuk detailnya anda bisa menuju ke website Alami.

4. Syarfi 

Pada P2P Syarfi, anda bisa menghitung nilai pinjaman dengan dana pengembalian setiap periodenya di kalkulator yang mereka sediakan. Bagi anda yang berkeinginan untuk menjadi sebagai pendana alias pemiliki dana maka Syarfi memberikan imbal hasil mencapai 17% dari pendanaan anda.

Sedangkan untuk pembiayaan, Syarfi menentukan dana pengembalian atas pinjaman dapat mencapai 23%.

5. Duhasyariah

Duhasyariah menawarkan pinjaman atau pembiayaan bagi calon nasabahnya dengan dua kategori berbeda. Pertama berdasarkan Konsumtif (Barang atau Jasa) dimana limit plafon pembiayaanny maksimal 20 juta dengan jangka waktu yang bisa ditentukan sendiri, bisa 3, 6, 9, atau 12 bulan.

Sedangkan untuk yang kedua, khusus pembiayaan untuk kegiatan Umroh dan wisata halal dengan maksimal plafon pinjaman adalah 30 juta dengan jangka waktu pengembalian 12, 18, atau 24 bulan sesuai dengan kesepakatan yang terjadi.

6. Qazwa 

Qazwa merupakan platform P2P yang fokus pada pembiayaan bagi UMKM. Ia hanya memberikan pembiayaan bagi anda yang telah memiliki usaha baik itu toko, peternakan, atau usaha-usaha lainnya yang masih dalam level UMKM.

Skemanya adalah anda mengajukan usaha anda dengan nilai pembiayaan sebesar sekian juta, dan selanjutnya anda tinggal menunggu seberapa banyak pemilik dana turut serta dalam membantu anda memenuhi kebutuhan biaya untuk kelangsungan usaha.

Jadi, skema Qazwa ini mirip dengan penggalangan dana namun berbasis pada platform pembiayaan.

Kemudian jika anda hendak menjadi pemberi dana untuk mereka yang mengajukan pembiayaan, maka Qazwa menawarkan imbal hasil hingga 24% dalam setahun.

7. Bsalam 

Tidak berbeda jauh dengan beberapa platform P2P sebelumnya, Bsalam bergerak dalam bidang pembiayaan untuk berbagai jenis pembiayaan, baik untuk usaha maupun keperluan konsumtif lainnya.

8. Ethis 

Ethis bergerak pada pelayanan pembiayaan properti, dimana bagi para pemilik dana Ethis memberikan imbal hasil mencapai 18% setahun.

Banyak pengembang properti yang memilih Ethis sebagai alternatif pembiayaan selain perbankan. Untuk detailnya anda bisa langsung menuju website dengan link yang telah kami sediakan (klik nama P2P)

9. Kapitalboost 

Kapitalbosst berfokus pada pembiayaan bagi para pelaku usaha UMKM. Nilai maksimal pembiayaan bisa mencapai 2 miliar rupiah, ini tentu menjadi kelebihan tersendiri bagi Kapitalboost dibanding platform P2P lainnya.

Bagi para pemilik dana yang turut serta dalam membiayai usaha UMKM, akan mendapatkan imbal hasil hingga 15% dalam setahun.

10. Papitupi Syariah 

Papitupi syariah bergerak dalam bidang pembiayaan sektor komsumsi seperti barang dan jasa. Plafon maksimal dari papitupi adalah 10 juta rupiah.

11. Fintek Syariah 

Fintek Syariah merupakan satu-satunya fintech yang anggota manajemen diisi dari MUI dari beberapa wilayah, sehingga penerapan pembiayaan sesuai dengan prinsip syariah.

Diketahui bahwa secara kalkulasi, bagi lender, ia bisa memperoleh imbal hasil maksimal 9% dari total pendanaan yang diberikan.

Sedangkan untuk para penerima pendanaan, imbal hasil bisa mencapai 11%. Untuk kalkulasi yang lebih tepat, anda dapat mengunjungi website resminya di link yang tertera pada nama fintech.

12. Investree

Investeree memberikan jaminan imbal hasil yang kompetitif dan cukup menarik. Dimana bagi para lender, mereka bisa mendapatkan imbal hasil mencapai 20% dalam setahun. Sedangkan bagi para penerima pembiayaan, mereka dikenai pengenaan sebesar 0,9% setiap bulan dari total pembiayaan.