Khawatir Permintaan Ekspor ke Cina Merosot Akibat Corona, Pemerintah Bersiap Mencari Pasar baru

ekspor ke cina melemah akibat corona, pemerintah mencari pasar alternatif

Blogsaham.com - Meningkatnya penyebaran virus Corona membuat Pemerintah RI mulai khawatir akan  dampak penurunan permintaan barang dari Indonesia ke Cina, sehingga akan menurunkan kinerja ekspor Indonesia.

Ekspor ke Cina

Diketahui, Cina merupakan salah satu negara tujuan ekspor utama Indonesia. Tercatat volume ekspor ke Cina mencapai 15% dari total nilai ekspor Indonesia.

Menteri Perdagangan mengungkapkan pemerintah akan melakukan diplomasi perdagangan pada pasar alternatif untuk memperbaiki kinerja ekspor Indonesia yang sudah loyo.

Sebagaimana diketahui, Cina adalah tujuan ekspor utama Indonesia diikuti oleh Jepang, Amerika Serikat, India dan Singapura.

Dengan merebaknya virus Corona ke negara utama tujuan ekspor, Indonesia harus mencari pasar alternatif, bisa jadi ke negara-negara benua afrika.

Kebijakan diplomasi perdagangan untuk mencari pasar alternatif tersebut merupakan kebijakan dalam jangka pendek. Sedangkan untuk jangka menengah dan panjang pemerintah menyiapkan beberapa paket kebijakan salah satunya pelonggaran ijin ekspor.

Bahan Baku Impor Menipis

Cina masih menjadi negara pemasok bahan baku di seluruh dunia, sehingga ketika Cina mengalami slowdown apalagi merebaknya virus Corona membuat beberapa aktivitas produksi terhenti.

Selain faktor produksi yang terganggu, beberapa negara juga lebih berhati-hati dengan barang-barang impor dari Cina sebagai upaya pencegahan COVID-19 masuk ke negaranya.

Menghadapi kondisi tersebut, pemerintah akan mengeluarkan kebijakan berupa penurunan bea impor barang untuk jangka pendek. Sedangkan jangka menengah pemerintah akan mencoba mengalihkan ke barang subtitusi barang impor kategori konsumsi.

Pasalnya, Cina merupakan negara produsen barang-barang bahan baku yang memiliki keunggulan kompetitif dari sisi harga, sehingga akan banyak negara bersaing untuk mendapatkan barang impor dari Cina dalam jangka pendek ini.