Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengenal Pasar Saham : Pasar Primer atau IPO

mengenal pasar primer pada pasar saham

Blogsaham.com - Barangkali belum banyak yang mengenal tentang pasar saham terutama di Indonesia dalam hal ini adalah Bursa Efek Indonesia atau biasa dikenal sebagai BEI. Pasar saham merupakan tempat dimana bertemunya pemilik saham dengan calon pembeli.

Dalam aktifitas di pasar saham terdapat proses tawar menawar secara elektronik yakni menggunakan sistem JATS yang digunakan oleh BEI. Sistem ini mampu mengakomodir proses tawar untuk membeli atau Bid dan proses tawar jual atau Offer.

Keduanya kemudian akan di match kan sesuai dengan harga tawar dari masing-masing pihak, sehingga terjadi transaksi yang akhirnya menimbulkan harga saham baru dari harga saham sebelumnya.

Di pasar saham sendiri terdapat dua pasar yang memiliki fungsi dan peranan yang berbeda, keduanya adalah Pasar Primer atau yang biasa disebut sebagai IPO (Initial Public Offering). Pada artikel kali ini Blogsaham.com akan fokus untuk membahas tentang Pasar Primer di BEI.

Pasar Saham : Pasar Primer

Pasar primer adalah pasar dimana tempat terjadinya penjualan saham atau obligasi untuk pertama kali. Jadi pasar primer ini hanya menjual instrumen investasi untuk pertama kali, setelah itu produk investasi tersebut akan diperjual belikan di pasar sekunder.

Berbeda dengan pasar sekunder yang mempertemukan calon pembeli dan calon penjual yang mana keduanya adalah sama-sama investor atau trader, pasar primer hanya mempertemukan dua pihak yang berbeda yakni perusahaan penerbit saham dan calon pembeli atau investor.

Harga saham untuk di pasar primer pun statis, yakni hanya ada satu harga dan itu sudah ditentukan oleh pihak emiten atau perusahaan sebelum melepas sahamnya di pasar saham.

Pasar Primer sendiri memiliki jangka waktu yang terbatas yakni hanya 90 hari setelah mendapatkan izin emisi dari OJK.

Ciri-ciri dari Pasar Primer

Untuk memudahkan dalam membedakan pasar primer dan sekunder, berikut ini beberapa ciri yang melekat pada pasar primer ;
  • Tidak terdapat biaya komisi
  • Hanya untuk pembelian saham
  • Pemesanan hanya dilakukan melalui agen penjual
  • Harga saham tetap
  • Jangka waktu terbatas
Di Pasar primer juga terdapat istilah Oversubscribed atau Undersubscribed, kedua istilah tersebut mengacu pada jumlah permintaan atas suatu saham terhadap jumlah saham yang dilepas oleh perusahaan.

Sebagai contoh, perusahaan ABCD berencana melepas sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan melepaskan porsi saham dari saham portepel sebanyak 20% dari modal dasar, yakni sebanyak 1 miliar lembar saham.

Ternyata dalam masa penawaran tersebut, terdapat sebanyak 5 miliar saham yang diminta oleh calon investor, sehingga ada selisih kekurangan saham yang tersedia sebanyak 4 miliar lembar. Kelebihan permintaan tersebut disebut sebagai Oversubscribed, dan biasanya disebutkan dalam jumlah perbandingan. Kalau dalam contoh tersebut Oversubscribed nya sebanyak 5 kali.

Berbeda halnya dengan Undersubscribed, jika contoh diatas permintaan calon investor atas saham PT ABCD adalah 5 miliar lembar, maka dalam contoh kasus Undersubscribed ini permintaan sahamnya hanya 500 juta lembar, atau jumlahnya kurang dari 1 miliar lembar saham. Jadi berbanding terbalik.

Oversubscribed umumnya terjadi pada saham-saham yang memiliki fundamental bagus dan prospek bisnis yang cerah, atau juga terjadi disaat market atau IHSG dalam masa Bullish.