Nilai Tukar Rupiah : Hampir Rp 16.000 per USD

rupiah  melemah tajam membuat nilai tukar atas dolar menyentuh level 16.000 per dolar


Blogsaham.com - Rupiah kini menjadi salah satu mata uang terlemah di Asia bahkan di Dunia, tercatat pada penutupan pasar spot hari ini 19 Maret 2020 rupiah melemah atas USD menjadi Rp 15.912 per dolarnya.

Rupiah memang dikenal sebagai mata uang dengan nominal tertinggi setelah beberapa mata uang beberapa negara di Afrika. Bahkan di kawasan Asia Tenggara sendiri Rupiah merupakan mata uang yang paling banyak bilangannya sehingga terlihat lebih ribet dan sulit dipahami terutama oleh orang asing.

Sebelum virus Corona menyerang negara-negara di dunia, rupiah mampu mencatatkan kinerja yang bagus bahkan pernah bertengger di angka 13.600 per dolanya, sehingga pada saat itu banyak pihak yang optimis akan tren penguatan rupiah.

Kini disaat Corona masuk ke Indonesia dimana tercatat sebanyak 309 kasus positif Corona, dan 25 orang dinyatakan meninggal dunia, membuat IHSG harus menjalani Trading Halt beberapa kali hingga hari ini. Rupiah pun terus melemah atas USD hingga mendekati area 16.000 perdolarnya dimana pada titik ini adalah titik terlemah sepanjang masa rupiah atas USD.

Pada faktanya pelemahan Rupiah ini tidak hanya pada USD saja, namun juga pada mayoritas mata uang asia dan dunia.

Sebagai contoh nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Singapura, dimana pada penutupan perdagangan hari ini saja (19 Maret 2020) nilai tukar rupiah atas Dolar Singapur saja tembus Rp 11.000 per dolarnya. Bahkan tercatat pelemahan rupiah atas Dolar Australia menyentuuh -6% untuk hari ini, sehingga pelemahan ini menandakan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia benar-benar rapuh.

Disisi lain, nilai tukar rupiah terhadap Won Korea pun melemah. hari ini saja pelemahan mencapai -4% lebih,, padahal bulan-bulan sebelumnya mampu menguat. Sehingga jika kita menggunakan hitungan sederhana saja let say 9 juta won berapa rupiah?

Dengan nilai tukar rupiah atas won korea pada hari ini di tutup pada level 12.68 rupiah per won korea, maka akan didapatkan nominal setelah di kurs kan menjadi Rp 114.120.000,00.

Maka dengan ini tanda-tanda resesi benar-benar akan keluar sehingga pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mengalami penurunan bahkan bisa saja ekonomi Indonesia mengalami kontraksi yang pada akhirnya akan membuat Indonesia butuh tenaga ekstra agar bisa kembali pulih.

Maka tidaklah heran sampai BI menurunkan BI 7 Days Repo nya sebesar 0.25 basis poin sehingga suku bunga acuann BI menjadi 4.25%, dan ini adalah yang terendah sejak 3 tahun silam.

Potensi-potensi kontraksinya perekonomian Indonesia mulai terasa, ditengah stagnannya pertumbuhan Ekonomi Indonesia, apalagi jika pihak swasta masih dipersulit mendapatkan jatah proyek dari pemerintah.