Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ulasa Minggu Ini : IHSG Ambruk, Rupiah Tersungkur, Portomu?

IHSG Berpotensi Rebound

Seminggu ini menjadi hari yang berat bagi investor maupun trader di Bursa Saham Indonesia atau lebih kita kenal sebagai IHSG. Secara YTD saja, IHSG sudah mengalami penurunan sebesar -18,75%, sepertinya menjadi yang terburuk sejak 2008 lalu.

Perhtikan grafik IHSG berikut ini

Prediksi IHSg besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur

Candle terkahir IHSG memberikan sinyal akan ada rebound setelah penurunan tajam beberapa hari ini, namun level 5800 sudah tertembus dan kini menjadi resisten. Ini menjadi level psikologis tersendiri sebagaimana dalam Ulasan IHSG Minggu ini.

Sehingga kini IHSG akan tes level tersebut, namun jika gagal tembus maka level kuat IHSG akan di uji di 5000. Ini level yang cukup kuat, jika tembus lagi maka resesi sepertinya sudah ada didepan mata.

Jepang sebagai negara dengan perekonomian terbesar di dunia pada kuartal IV 2019 telah mengalami kontraksi dimana PDB nya turun -6,3% dibanding periode sebelumnya, dan ini merupakan penurunan terbesar negara tersebut sejak 2014 silam.

Kedua, Cina mengumumkan data PMI Manufaktur mereka turun tajam menjadi 37,5  berbanding 50 pada Januari 2019. Hal ini membuat para analis menjadi skeptis akan perkembangan ekonomi Cina kedepannya.

Penyebaran virus Corona (COVID-19) benar-benar membuat Cina sulit untuk tumbuh, yang secara tidak langsung juga akan menyeret negara mitra dagangnya untuk mengalami perlambatan pertumbuhan. Tidak terkecuali Indonesia.

Kini pasar saham memberikan gambaran awal tentang potensi resesi dimasa mendatang akibat virus ini. Namun Indeks Cina tidaklah separah IHSG, dimana penurunannya tidak melebihi -10%, padahal disanalah wabah Corona terjadi.

Saham-saham Bluechip Keok

Saham-saham Big Caps Bank rontoh, Infrastruktur rontok, dan masih banyak lagi. Mungkin bagi para pemain baru penurunan kemarin menjadi yang pertama bagi mereka ketika melihat BMRI dan BBRI turun diatas -5% dalam sehari. Melihat saham-saham rontok tak bernilai, tidak peduli saham dengan fundamental bagus atau buruk, semua kena kecuali saham gorengan.


Minyak Mentah Turun Tajam

Prediksi IHSG besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur

Harga minyak mentah kini berada di level terendahnya selama setahun terakhir, dan jika ini terus terjadi harga minyak bisa menyentuh di bawah 40 dolar per barelnya. Ini tidak bagi bagi perusahaan-perusahaan yang bergerak disektor ini.

Di bursa kita, MEDC menjadi yang paling berdampak, karena ia cukup berelasi dengan pergerakan harga minyak dunia dalam jangka pendek.

CPO Sideways

Prediksi IHSG besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur
Sumber : www.tradingeconomics.com

Harga CPO cukup stabil ditengah tekanan pada beberapa komoditas dunia. Mungkin salah satu penyebabnya adalah Cina bukanlah pemakai utama sumber energi satu ini, sehingga harga CPO tidak berdampak secara langsung atas penyebaran virus Corona saat ini.

Coal Sideways

Prediksi IHSG besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur

Harga Coal pun cukup stabil, padahal harga minyak dunia turun tajam semingguan ini. Coal memang tidak mengalami kenaikan tajam disaat harga minyak dunia naik signifikan beberapa waktu silam. Sehingga ketiak terjadi persoalan seperti sekarang ini, penurunan Coal sudah terbatas, karena Coal sudah dianggap di harga Bottom untuk saat ini sehingga tidak rasional lagi jika turun lebih rendah.

Nikel Normal-normal Saja

Prediksi IHSG besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur

Nikel pelan-pelan turun mendekati harga sebelum pengumuman larangan ekspor nikel mentah oleh Pemerintah Indonesia. Dan kini nikel berada di area konsolidasi, dan belum menunjukkan potensi kenaikan seperti sebelumnya.

Rupiah Babak Belur

Prediksi IHSG besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur

Sebagaimana ulasan minggu lalu, kini Rupiah berbalik tajam melemah, bahkan pelemahannya tidak tangung-tanggung, dari seblumnya bergerak dia rea 13.600-13.700 kini bertengger di angka 14.200-14.300. Itu artinya rupiah melemah sebesar 4-5% dalam sepekan ini.

Kini disaat rupiah bertengger di area 14.300 dan tanpa sentimen positif sama sekali, maka rupiah berpotensi bergerak menuju level 14.500 dan ini akan menambah penurunan IHSG semakin dalam.

Emas Mulai Ditinggalkan

Prediksi IHSG besok : IHSG babak belur, rupiah tersungkur

Anomali, itulah kalimat yang banyak diucapkan oleh para investor maupun trader. Emas biasanya menjadi instrumen alternatif disaat instrumen-istrumen investasi dengan high return mengalami tekanan seperti saat ini.

Namun disaat bursa saham dunia mengalami tekanan jual yang tajam, maka emas justru turut melemah tajam. Hal ini disadari bahwa para investor lebih banyak menyimpan aset mereka ke dalam bentuk uang tunai sambil menunggu bursa kembali kondusif seperti sedia kala.