Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ulasan IHSG : Bottom IHSG Belum Mulai Terlihat dan Harga Minyak Mentah Jatuh ke Level 30 Dolar Per Barel?

Blogsaham.com - IHSG dalam sepekan terakhir masih belum menunjukkan adanya pembalikan trend, bahkan kecenderungan untuk menembus level support barunya di 5300 masih berpeluang besar untuk menuju level psikologis 5000.

Jika level 5000 itu tersentuh, maka akan menjadi peluang untuk membuat saham-saham di BEI untuk ditahun-tahun mendatang kembali menguat dan memiliki potensi upside cukup tinggi.

Hanya saja persoalannya sekarang adalah mayoritas saham-saham di BEI terus saja turun, cuma saham-saham gorengan yang naik tinggi. Memang ada pengecualian dan sepertinya ini sudah menjadi kebiasaan dikala IHSG down berat maka saham-saham Gorengan akan manggung.

blogsaham -  bottom ihsg mulai terlihat

Saat ini IHSG bergerak di area 5300 - 5500, namun indikator lagging masih belum menunjukkan adanya perubahan trend. Disisi lain indikator-indikator fundamental juga masih belum ada yang mampu menjadi sentimen positif.

blogsaham -  bottom ihsg mulai terlihat
Sumber : www.investing.com

Secara YTD IHSG sudah turun cukup dalam yakni sebesar -12,72% sedangkan dalam setahun terakhir IHSG sudah turun sedalam -13,94%. Penurunan ini membuat IHSG dapat mengalami kondisi seperti di tahun 2015 saat komoditas turun dalam seperti Batubara dan Minyak Mentah.

Minyak Mentah Menembus Level 30 Dolar Per Barel

blogsaham -  bottom ihsg mulai terlihat
Sumber : www.investing.com

Harga minyak mentah menembus level terendah dalam 10 tahun terakhir, dimana saat ini minyak mentah berada di level 30 dolar per barel. Hal ini menjadi sentimen negatif yang kuat bagi emiten-emiten oil related, seperti MEDC, ELSA dan lain-lain.

Level Low minyak di tahun 2020 ini sudah menembus level terendah tahu 2008 disaat Amerika mengalami krisis keuangan. Artinya tahun ini sepertinya memiliki sentimen yang lebih kuat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Dengan harga keekonomisan minyak "katakan masih di" 30 dolar per barel, maka dengan kondisi ini dan terus berjalan sampai 2-3 bulan mendatang, maka akan banyak perusahaan-perusahaan minyak yang kolaps. Kondisi ini serupa di tahun 2013-2015.

Secara tahunan saja harga minyak mentah sudah turun sedalam -42%, sedangkan dalam seminggu terkahir sudah turun sedalam -27.21%.

Dengan sentimen Virus Corona yang telah menginfeksi lebih dari 100 negara di seluruh dunia, nampaknya menjadi sentimen terkuat setelah krisis keuangan tahun 2008 silam. Hal ini disebabkan akan membuat pertumbuhan ekonomi dunia melambat, karena Cina sebagai negara produsen bahan baku produksi serta konsumen minyak terbesar di dunia sedang mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang tajam.

Rupiah Masih Melemah Terhadap USD

Kini Rupiah melemah atas dolar menjadi 14.230 per dolarnya. Optimisme penguatan rupiah beberapa waktu lalu sudah tidak ada gunanya, kini semua berubah dikala COVID-19 menjangkiti negara-negara didunia sehingga prospek masa depan pertumbuhan ekonomi dunia termasuk Indonesia menjadi melambat.