10 Saham LQ45 Dengan Kinerja Terbaik dalam Sebulan Terakhir

10 saham indeks LQ45 dengan kinerja terbaik dalam sebulan terakhir

Blogsaham.com - Laju penurunan saham di bursa efek Indonesia terus berlanjut, terakhir IHSG terjerembab lebih dari -2% pada perdagangan jumat lalu, hal ini membuat potensi IHSG menembus support 4480 kian dekat yang berpotensi mendekati level Lowes tahun ini.

Saham-saham perbankan menjadi pemberat laju indeks, dimana dalam kurun waktu terakhir saham bigcaps perbankan diobral oleh asing sehingga memberatkan bursa untuk bergerak naik. Hal ini tentu menjadi sinyal tersendiri bahwa dalam waktu dekat IHSG masih dalam fase downtrend.

Meski begitu, terdapat saham-saham non Bank yang termasuk dalam indeks LQ45 memberikan imbal hasil optimal dalam sebulan terakhir, sehingga hal ini memberi tanda bahwa jangan dahulu mendekati saham-saham bank, namun saham Non Bank memberikan peluang lebih baik untuk dapat di optimalkan bagi mereka yang ingin mendapatkan cuan dalam waktu yang relatif singkat untuk saat ini.

Saham LQ45 Dengan Kinerja Terbaik Dalam Sebulan

1. BRPT

BRPT mungkin bisa menjadi saham terbaik pada edisi sebulan terakhir, bagaimana tidak dalam sebulan terakhir saja BRPT mampu tumbuh lebih dari 100% atau lebih tepatnya 127,52%, dimana pada saat ini BRPT dihargai 1240.

2. INKP

Sebagai salah satu produsen kertas terbesar di dunia, INKP memang selayaknya menjadi saham incaran para investor, meski saat ini kinerja keuangannya tidak begitu membahagiakan, namun sentimen dari kenaikan harga kertas yang hampir mendekati level 2018 silam bisa menjadi katalis yang baik buat INKP, hingga dalam sebulan terkahir INKP mampu tumbuh sebesar 35,99%.

3. EXCL

EXCl mencatatkan kinerja terbaik ketiga dalam sebulan terakhir dengan kenaikan sebesar 35,23% dan masih berpotensi lanjut jika resisten saat ini mampu ia tembus dengan resist terdekat di 2700, itu artinya EXCL masih dapat upside sebesar 13%.

4. KLBF

KLBF menjadi satu-satunya emiten farmasi yang memiliki kinerja terbaik dalam sebulan terakhir, dengan sentimen bahwa KLBF dapat mengimpor beberapa obat corona terutama dari Australia, berpotensi membawa harga saham KLBF naik lebih tinggi. Dalam sebulan terakhir saja KLBF mampu naik sebesar 32,11%.

5. TOWR

TOWR merupakan emiten yang memberikan jasa penyewaan menara BTS yang digunakan untuk melakukan penyambungan jaringan telepon dan data yang kini menjadi andalan TOWR untuk menjadi mesin uang paling utama. Setelah mampu mengakuisisi sejumlah menara BTS milik EXCL, TOWR nampaknya akan terus memperluas jaringan pembangunan BTS-BTS baru untuk melayani provider telekomunikasi. Untuk kinerja sahamnya sendiri dalam sebulan terakhir mencatatkan kenaikan sebesar +30,15%.

6. ERAA

ERAA boleh jadi saat ini yang paling diuntungkan dengan adanya kebijakan penghapusan IMEI ponsel Black Market atau ilegal yang efektif per April 2020 ini. Dengan begini keunggulan kompetitif ERAA sangatlah kuat sebagai emiten distributor ponsel-ponsel resmi di Indonesia. Dan inilah yang menjadi sentimen positif bagi ERAA untuk mencatatkan kenaikan harga sahamnya dalam sebulan terakhir sebesar +29,94%.

7. TBIG

Sama seperti TOWR, TBIG juga merupakan emiten yang bergerak dalam bidang infrastruktur telekounikasi, dimana ia membangun dan menyewakan menara BTS yang mereka miliki kepada para provider di dalam negeri. Kinerja saham TBIG sendiri terbilang moncer dalam sebulan terakhir dengan kenaikan sebesar +28,24%.

8. INCO

Pelarangan ekspor nikel secara langsung tanpa dilakukannya kegiatan smelter membuat INCO mendapatkan berkah tersendiri, dimana ia akan sangat diuntungkan dengan adanya kebijakan ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, apabila setelah efektif kebijakan ini namun kinerja INCO masih labil seperti yang sudah-sudah.

Nampaknya perlu dilihat lebih dalam terkait ekspor nikel ke induk INCO di luar negeri, bisa jadi pihak induk melakukan pembelian diharga terendah sehingga INCO tetap akan mengalami kerugian. Meski begitu, kinerja saham INCO patut diapresiasi, dimana harga sahamnya mampu naik tinggi dalam sebluan terakhir sebesar +24,34%.

9. WSKT

Sebagai perusahaan konstruksi plat merah dengan nilai kontrak atas proyek pemerintah yang sangat besar membuat WSKT harus berdarah-darah karena proyek yang mereka jalankan bersifat turnkey, sehingga cashflow tidak dapat positif sepanjang tahun. Hal ini belum lagi ditambah impor kebutuhan barang-barang komplementer dalam pembangunan infrastruktur yang menggunakan US Dollar dengan nilai tukar rupiah yang semakin hari semakin buruk.

Untuk saat ini harga saham WSKT berada di area lowes tahun 2013 silam sehingga memberikan peluang bagi para investor jangka panjang, namun dalam sebulan terakhir kinerja saham WSKT juga tidak boleh dipandang sebelah mata karena mampu naik sebesar +21,71%.

10. ANTM

Ditengah pandemik dan resesi ekonomi dunia seperti sekarang ini harga emas dunia dan emas ANTAM terus meningkat seiring tingginya permintaan logam mulia jenis ini. Sehingga berpotensi mengerek kinerja keuangan ANTM semakin moncer dalam beberapa bulan mendatang. Dan ini menjadi sentimen positif bagi ANTM yang harga sahamnya mampu mengalami kenaikan sebesar +18,75%.

Menemukan Peluang Saat Pandemik

Terdapat banyak sekali saham yang mengalami kinerja negatif untuk saat ini, namun dalam jangka waktu sebulan terakhir indeks memang dalam masa sideways sehingga cukup banyak saham yang mencatatkan kinerja positif. Namun meski banyak sekali saham-saham dengan kinerja yang bagus, tetap harus waspada karena penyebaran wabah dan gelombang resesi masih nyata di depan mata, sehingga melakukan trade jangka pendek sangat disarankan atau yang lebih baik minggir dahulu dari ring.