Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Sektor Yang Layak Untuk Investasi Saat Pandemik

3 sektor saham yang layak untuk investasi saat pandemik

Blogsaham.com - Laju pergerakan pasar saham Indonesia dianggap masih berpotensi tertekan dalam beberapa bulan mendatang, hal ini diperkuat dengan masih tingginya laju pertambahan orang yang dinyatakan positif COVID-19. Sehingga para investor masih beranggapan bahwa Indonesia masih belum bisa mengatasi dan menghilangkan pandemik ini dalam waktu dekat.

Kondisi ini direspon negatif oleh market, dimana pada Jumat lalu IHSG ditutup mengalami penurunan diatas -2%. Penurunan tersebut bisa saja dianggap wajar karena memang selama masa pandemik ini IHSG sangat volatile, dengan range naik turun bisa mencapai 5%, dan kini kondisi tersebut sudah tidak terjadi lagi, sehingga IHSG dianggap sudah melewati masa kritis.

Pada kondisi seperti ini penting untuk melihat peluang investasi jangka pendek dengan memanfaatkan sentimen Work From Home yang membutuhkan beberapa sumber daya untuk dapat bekerja dari rumah dan melemahnya nilai tukar rupiah.

1. Sektor Konsumer

Pada masa PSBB kecenderungan masyarakat untuk berbelanja berubah dari konvensional ke belanja online, tentu hal ini memberikan dampak bagi penjualan emiten. Namun terdapat beberapa fakta menarik bahwa sektor konsumer merupakan salah satu sektor dengan kinerja terbaik diatas IHSG, dimana secara YTD sektor Consumer Goods turun hanya -16%. Hal ini tetntu wajar mengingat produk-roduk dari ssektor konsumer memang menjadi kebutuhan sehari-hari.

Beberapa saham yang masuk sektor konsumer adalah UNVR, KAEF, KLBF, CLEO, dan masih banyak lagi. Apalagi menurut penelitian dari iPrice, bahwa selama masa pandemik terdapat tren belanja online untuk produk kesehatan meningkat sampai 1000% seperti belanja Vitamin C, Dettol dan alat pengukur suhu serta masker.

Tentu hal tersebut menjadi kabar gembira ditengah jebloknya saham-saham di BEI, sehingga sulit sekali melihat saham-saham mengalami kenaikan selain saham Gorengan dan pada saat IHSG rebound.

Sektor konsumer tetap menjadi andalan disaat masa-masa krisis atau resesi seperti saat ini, karena produk yang dibuat adalah produk untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga sulit rasanya orang tidak akan menggunakan produk-produk tersebut.

2. Sektor Telekomunikasi

Sektor telekomunikasi sepertinya juga ketiban berkah di masa-masa pandemik ini, hal ini mengingat tingginya permintaan layanan data untuk keperluan Work From Home dan belajar dari rumah. Kini seluruh siswa di seluruh Indonesia menjalani kegiatan belajar dari rumah, dimana mereka akan diberikan tugas oleh guru mereka kemudian jawaban atau hasil praktek disampaikan kepada guru melalui aplikasi chatting seperti Whatsapp.

Pengiriman jawaban tersebut bsia berupa gambar atau video yang akan membebankan penggunaan data yang lebih banyak dari sekedar chat. Hal ini belum lagi mereka yang bekerja dari rumah yang harus selalu ON di depan layar masing-masing. Sehingga mereka tetap akan membutuhkan layanan data sebagaimana para siswa tersebut.

Beberapa saham yang termasuk dalam sektor telekomunikasi adalah TLKM, EXCL, ISAT dan FREN. Sektor telekomunikasi sendiri mencatatkan kinerja yang cukup baik dibandingkan dengan kinerja IHSG, dimana tercatat sebesar -26,33% berbanding -28,63% kinerja IHSG.

3. Sektor Energi

Sektor energi mencatatkan kinerja sepanjang tahun 2020 ini mengalami penurunan sebesar -23,39% lebih baik dibandingkan dengan sektor telekomunikasi. Keuntungan yang bisa dimanfaatkan adalah nilai tukar rupiah yang cenderung terus melemah, dimana pada saat ini nilai tukar rupiah berada di leve 15.400 per US Dollar.

Dengan kondisi ini jelas mereka yang berpendapatan dalam mata uang US Dollar lebih diuntungkan karena ketika di kurs kan ke mata uang rupiah, pendapatan mereka akan menjadi lebih tinggi karena kenaikan krus.

Meski begitu, sektor energi adalah yang paling terdampak, hal ini karena banyaknya negara yang menerapkan Lockdown sehingga menurunkan permintaan energi mencapai 30% diseluruh dunia, hal ini tentu saja menjadi sentimen negatif bagi saham dan kinerja keuangan di masa mendatang.

Beberapa saham yang termasuk dalam sektor energi ada MEDC, ELSA, PTBA, ITMG dan UNTR. Kelimanya adalah saham dengan kapitalisasi besar dan bisnis yang jelas, sehingga tidak akan mungkin masuk dalam kategori saham gorengan yang memakan banyak korban itu.

Pilih Yang Paling baik dan Prospektif

Dari ketiga sektor diatas, sektor konsumsilah yang paling potensial kuat menghadapi goncangan di bursa saham saat ini. Namun beberapa saham di sektor tersebut tergolong masih cukup premium untuk dibeli, anda bisa mengalihkan perhatian pada sektor telekomunikasi seperti TLKM, EXCL, ISAT.

Selain itu sektor energi mendapatkan sentimen negatif yang besar yakni penurunan harga minyak mentah dunia yang pada beberapa waktu lalu harga minyak dunia dipatok pada sisi harga negatif. Sehingga banyak saham sektor energi yang mengalami penurunan tajam.