Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harga Saham BBRI 2020

analisa saham bbri 2020

Blogsaham.com - Saham BBRI adalah salah satu saham favorit di Bursa Efek Indonesia, selain karena ia adalah saham Bluechips sektor perbankan, tetapi juga saham BRI ini termasuk saham yang memiliki fundamental jempolan.

Tidak ada yang meragukan kualitas BBRI, yang setiap tahunnya terus membukukan pertumbuhan laba bersih hingga membuatnya sebagai perbankan dengan aset diatas 1.000 triliun di Indonesia. Tidak banyak perbankan yang memiliki jumlah aset diatas 1.000 triliun rupiah, dan BBRI mampu menjadikan dirinya sebagai salah satu perbankan dengan aset sebesar itu.

BBRI didirikan pada tahun 1968 dengan nama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) yang selanjutnya disebut BRI, dengan ruang lingkup usaha di industri perbankan seperti sama halnya dengan Bank BCA.

Saham BBRI sendiri meluncur di Bursa saham pada tahun 2003 dengan harga saham pada saat IPO dilepas sebesar Rp 875 per lembar. Dan kini harga saham BBRI menyentuh rekor tertingginya pada Rp 4760 per lembar setelah mengalami satu kali stocksplit pada tahun 2017 silam dengan rasio 1:5, yang artinya dengan harga tertinggi tersebut, maka harga saham BBRI sebelum stocksplit di Rp 23.800 per lembarnya, sehingga pada saat harga puncak tersebut saham BBRI telah tumbuh sebesar 2..720%

Fundamental BBRI

Pada tahun 2019 BBRI mampu mencatatkan kinerja yang baik dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 9,1% menjadi 121.8 triliun rupiah dari sebelumnya 111.6 triliun rupiah pada tahun 2018 silam. Peningkatan pendapatan ini di dominasi oleh pendapatan bunga yang mencapai 9,2% menjadi 118.4 triliun rupiah sedangkan pendapatan syariah tumbuh 9,7%.

Keduanya memiliki porsi yang berbeda atas total pendapatan BBRI, dimana pendapatan bunga masih memimpin jauh mencapai 97%, sedangkan pendaptan syariah masih di angka 3%. Ini artinya bahwa pendapatan bunga masih menjadi pendapatan utama dibandingkan pendapatan syariah yang masih belum bisa menjadi alternatif atau memiliki porsi yang kuat untuk mampu mengangkat dari total pendapatannya.

Meskipun begitu, pertumbuhan pendapatan bunga ini menunnjukkan bahwa kredit BBRI masih berjalan dengan baik, terutama untuk sektor UMKM. Sebagai pengetahuan saja, BBRI menggarap segmen UMKM dan sektor ekonomi kelas menengah ke bawah. Sehingga ketika di pedesaan kita akan dengan mudah menemui kantor dan ATM BBRI.

Laba bersih BBRI sendiri tumbuh sangat baik yakni mencapai 36,7% menjadi 39.5 triliun rupiah dibandingkan dengan laba bersih tahun 2018 yang sebesar 28.9 triliun rupiah, sehingga EPS BBRI tercatat sebesar 281 rupiah.

Perlu dicatat bahwa laba bersih BBRI yang sebesar 39,5 triliun rupiah itu bukanlah semua laba yang dihasilkan oleh BBRI, sehingga nilai sebesar itu dapat memanipulasi sebuah analisa dan membuat keputusan atas analisa tersebut menjadi buruk.

Lalu laba BBRI sebenarnya berapa? laba BBRI sebenarnya adalah 34.4 triliun rupiah dan 5.1 triliun rupiah sisanya didapatkan dari pendapatan lainnya seperti surplus hasil revaluasi aset, dan surat-surat berharga yang belum tentu saat dicairkan nilainya tetap sebesar itu.

Secara profitabilitas ROE tercatat sebesar 16,65% yang artinya bahwa BBRI masih tumbuh dengan baik, namun kinerjanya saat ini  dibawah kinerjanya sebelum tahun 2016 silam. Sebagai catatan, tahun 2015 ke bawah ROE BBRI selalu diatas 20%, namun setelah kebijakan NIM oleh pemerintah menekan laba bersih perbankan termasuk BBRI, yang pada akhirnya dalam 4 tahu terakhir ROE BBRI selalu berada dibawah 20%.

NPM BBRI memiliki trend yang sama seperti ROE nya, dimana sejak tahun 2016 NPM stagnan dibawah 24% yang menjadi garis batas dengan NPM BBRI tahun 2015 ke belakang. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pertumbuhan BBRI sejak 2016 tidaklah seagresif tahun 2015 kebelakang, namun dnegan jumlah aset mencapai 1400 triliun rupiah, ROE 15% saja sudah menyamai laba bersih tahun 2015 yang ROE nya diatas 20%.


Valuasi BBRI

Secara valuasi Book Value BBRI adalah 1.673 rupiah per lembar, sehingga dengan harga saat ini 3.030 maka PBV BBRI sebesar 1.8x, sedangkan PER BBRI sendiri tercatat sebesar 10,86x.  Sebagai tambahan BBRI ini rutin membagikan dividen secara rutin dimana DPR terakhir BBRI tercatat sebesar 60,2% dari total laba bersih, dan dividen yield BBRI terakhir sebesar 5%.

Jika anda membeli BBRI saat ini untuk mendapatkan dividennya, maka lupakan saja, karena BBRI telah membagikan dividen pada Maret 2020 kemarin.

Harga Saham BBRI

Saat artikel ini ditulis, harga saham BBRI tercatat sebesar 3.030 per lembarnya, dan bisa jadi disaat anda membaca ulasan ini harga BBRI telah berubah baik naik atau turun dari nilai sekarang. Tetapi itu tidaklah penting, yang terpenting saat ini adalah potensi yang ada pada pergerakan harga terkini.

analisa saham bbri 2020
Sumber : www.investing.com

Saat ini harga BBRI berada di area support tahun 2018, dimana potensi meraih keuntungan pada saham ini sangatlah besar. Dengan ekuitas saat ini sebesar 208,7 triliun berbanding 185.3 triliun rupiah tahun 2018 jelas dengan harga sekarang anda diberi harga jauh lebih murah dibandingkan pada tahun 2018 silam.

Jika di tahun 2018 dengan support di 2700-2800, maka saat ini BBRI sudah sangat menarik, mendapatkan harga yang sama namun aset dan ekuitas serta laba bersih jauh diatas tahun 2018.

Tinggal menunggu momentum yang tepat agar bisa masuk pada titik yang pas, dimana pada masa konsolidasi seperti sekarang inilah kondisi yang pas untuk mulai mengumpulkan saham BBRI untuk investasi jangka panjang.