Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bank Banten dan Bank Jabar Akan Merger. Begini Kinerjanya!

BEKS dan BJBR akan merger, begini kinerja fundamental keduanya
Sumber : www.antaranews.com

Blogsaham.com - Tersiar kabar Bank Banten (BEKS) dan Bank Jabar (BJBR) akan di merger dimana Pemprov Banten telah mengajukan rencana tersebut dan disteujui oleh Pemprov Jabar. Kini Letter of Intent (LOI) yang ditandatangani kedua pemprov tersebut telah diajukan ke OJK dan akan menunggu proses selanjutnya.

Pengajuan merger ini diawali dengan pemindahan kas Pemprov Banten ke salah satu Kantor Cabang Bank Jabar yang nilainya kurang lebih 5,4 triliun dimana semua simpanan maupun pinjaman ASN ada pada dana tersebut. Kini Cinta Lama Bersemi Kembali rupanya bisa menjadi kenyataan.

Selain itu nampaknya rencana tersebut masih belum mendapatkan karpet merah dari DPRD Provinsi Banten, dimana mereka mempertanyakan keputusan Gubernur Banten tentang pemindahan dana kas dan rencana merger tersebut. DPRD berdalih bahwa lebih baik Pemprove Banten berfokus memperbaiki kinerja Bank Banten dengan menyiapkan pos anggaran untuk menyuntikkan modal pada Bank Banten sehingga rasio kecukupan modal dapat terpenuhi.

Keputusan merger ini akan berpengaruh positif bagi Bank Banten yang memang diketahui sejak melepaskan diri dari BJBR beberapa tahun silam, kinerjanya terus memburuk bahkan belum mencatatkan keuntungan sejak saat itu. Disisi lain bagi BJBR hal ini tentu tidak memberikan dampak berarti, karena memang dahulu keduanya adalah bagian yang sama dan kini mencoba untuk kembali bersatu, sehingga para investor cenderung melihat sisi positif pada sisi Bank Banten atau BEKS.

Selama proses merger ini, BJBR akan melakukan pembelian aset BEKS secara bertahap yang sesuai dengan ketentuan, sehingga dimungkinkan proses akan berjalan lancar. Disisi lain merger kali ini dianggap untuk menyelamatkan BEKS dari kegagalan menjalankan bisnis dan ancaman dari COVID-19.

Upaya Merger ini menjadi keuntungan tersendiri bagi Bank Banten, terutama dari sisi bisnis dan harga saham BEKS. Untuk itu berikut ini ringkasan fundamental dan pergerakan harga saham keduanya.

Fundamental BEKS dan BJBR

Secara fundamental BJBR dan BEKS bagaikan langit dan bumi, dimana BEKS berdasarkan laporan keuangan terakhirnya membukukan kerugian sebesar 108 miliar rupiah, berbanding terbaik dengan BJBR yang membukukan keuntungan 1,13 triliun rupiah pada periode yang sama. Sehingga bagi Bank Banten, BJBR adalah malaikat yang menolong kesulitannya.

BEKS sendiri tercatat memiliki aset sebesar 8,2 triliun rupiah dengan dana pihak ketiga sebesar 4,1 triliun rupiah. Berbeda dengan BJBR yang memiliki aset sebesar 123 triliun rupiah dengan dana pihak ketiga mencapai 40 triliun rupiah. Hal ini tentu menjadi sentimen positif bagi BEKS dan harga sahamnya.

Sehingga bila Pemprov Banten mengalihkan dana mereka yang sebesar 5,4 triliun rupiah tadi, maka danayang tersimpan di Bank Banten akan sangat terkuras. Saat ini saja rasio kecukupan modal BEKS hanya tinggal 9%, padahal idealnya minimal 12% untuk dapat terhindar dari resiko gagal bayar.

Secara profitabilitas BEKS sangat buruk, dimana ROE yang merupakan rasio yang memberikan gambaran seberapa bagus sebuah perusahaan menghasilkan keuntungan dari modal yang dimiliki BEKS tercatat negatif sebesar -25%. Hal ini tentu tidak mengherankan karena memang BEKS sendiri mengandalkan pada suntikan modal dari Pemprov Banten serta sirkulasi pembayaran gaji dan simpanan para ASN di lingkungan Pemprov Banten serta pinjaman yang diberikan.


Harga Saham BEKS dan BJBR

BEKS dan BJBR akan merger, begini kinerja fundamental keduanya
Pergerakan harga saham BEKS dan saham BJBR : www.investing.com

Sebagaimana telah disebutkan diatas, bahwa BEKS dan BJBR bagaikan langit dan bumi hal ini juga tercermin di dalam pergerakan harga saham keduanya. Saham BEKS telah tertidur pulas dalam waktu yang lama, sedangkan saham BJBR masih aktif diperdagangkan apalagi dengan Dividen Yield BJBR yang cukup menarik.

Kini harga saham BJBR bertengger di 915 terkena sentimen negatif berupa pembagian dividen serta COVID-19, sedangkan saham BEKS tetap tenang tanpa gangguan apapun di 50. Saham BEKS sebenarnya memiliki peluangn untuk keluar dari ranjangnya, dengan syarat proses merger mendapatkan persetujuan dari OJK dan berjalan lancar tanpa gangguan dari siapapun. Dimana kini keduanya sedang dalam masa due dillligent sebagai salah satu syarat merger.

Menjadi menarik karena BEKS ini dahulu pernah Right Issue dengan harga buku mereka di 18 rupiah perlembarnya, dan kini berapakah harga merger saham BEKS?