Harga Minyak Kembali Menguat Dipicu Beberapa Sentimen Positif

harga minyak kembali menguat setelah lockdown dibuka

Blogsaham.com - Harga Minyak Mentah Dunia atau West Texas Intermediate (WTI) kembali pada pertengahan pekan ini setelah pekan lalu mengalami tekanan yang hebat hingga menyentuh level terendah sepanjang masa. Pada 29-04-2020 harga WTI sempat menyentuh level tertinggi di 16,77 US Dollar per barelnya setelah sebelumnya turun menyentuh level 10 USD Dollar. Tentu Hal ini baik bagi para pelaku industri perminyakan, dimana potensi kolaps dapat dihindari dimasa yang akan datang.

Terdapat beberapa sentimen positif yang sangat bagus untuk pergerakan minyak dalam beberapa hari mendatang, dan hal ini tentu berpengaruh pada harga kontrak di bulan juni mendatang. Salah satu sentimen terkuatnya adalah mulai dilonggarkannya kebijakan lockdown di beberapa negara sehingga industri-industri dapat segera beroperasi sebagaimana biasanya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan permintaan minyak dunia lagi.

Sentimen Positif Untuk WTI

Lockdown Mulai Dibuka

Lockdown adalah sentimen negatif paling kuat selama ini bagi pergerakan minyak dunia, hal ini dikarenakan semua industri baik industri dasar sampai pada industri transportasi akan berhenti total sehingga menurunkan permintaan minyak dunia.

Menurunnya permintaan secara mendadak tentu berefek tidak baik, salah satunya adalah penurunan harga minyak yang sangat tajam dalam April 2020 ini.

Beberapa negara telah mengambil keputusan untuk membuka secara perlahan kebijakan lockdown dikarenakan penyebaran virus COVID-19 mulai menunjukkan penurunan. Pelonggaran lockdown dapat diartikan bahwa industri akan segera dapat beraktifitas sebagaimana biasa sehingga permintaan akan minyak mentah akan kembali normal.

Disisi lain, pembukaan lockdown tentu memberi efek positif yang sama kuatnya saat lockdown diberlakukan, harga minyak naik, aktifitas ekonomi kembali normal, perputaran uang kembali lancar, hingga ekonomi negara dapat kembali tumbuh setelah terjadinya kontraksi dalam kuartal I 2020 ini.

Beberapa negara yang mengkonfirmasi mulai membuka lockdown mereka adalah konsumen utama minyak dunia, diantaranya adalah Cina. Cina yang merupakan negara pertama terkena pandemi ini sudah mampu mengatasinya dengan lockdown dalam beberapa bulan, sehingga aktifitas masyarakat mulai dibuka secara perlahan.

Pembukaan tersebut tentu kabar baik, hal ini dikarenakan Cina merupakan konsumen utama minyak dunia dengan konsumsi mencapai 14 juta barel perhari, dimana pada saat Virus COVID-19 merebak di Cina, permintaan minyak Cina terjun bebas hingga 3 juta barel per hari.

Selain Cina, negara-negara eropa juga mulai membuka keran lockdown, sehingga berpotensi impor minyak akan segera dilakukan untuk menunjang aktifitas ekonomi mereka, disusul Amerika Serikat.

Penambahan Kapasitas Penampungan Minyak

Para analis memperkirakan penambahan pasokan minyak Amerika Serikat dapat menembus 10,6 juta barel, namun fakta dilapangan mengatakan tidak demikian, dimana penambahan paskan minyak mentah AS sebesar 10 juta barel, itu artinya penambahan pasokan minyak  mentah dibawah perkiraan para analis.

Tentu dengan menurunnya pasokan minyak mentah AS, hal ini berdampak pada meningkatnya kapasitas penampungan yang dapat menampung minyak mentah dikemudian hari.

Disisi lain pengurangan produksi minyak serpih yang mencapai 300.000 barel per hari diyakini dapat membantu kenaikan harga minyak yang selama ini dibanjiri supplay yang tidak terserap dengan baik.

Sumber : www.investing.com
 

Pemotongan Kapasitas Produksi OPEC+

OPEC+ telah menyepakati pemangkasan produksi minyak dunia, hal ini dimaksudkan untuk menahan laju penurunan harga minyak dunia ditengah pandemi Corona.

Pemengkasan ini juga diharapkan akan diikuti oleh Amerika Serikat dan Kanada, sehingga dengan menurunnya kapasitas produksi, kilang-kilang penyimpanan akan tersedia untuk menyimpan produksi di hari-hari mendatang.


Saham OIL Related

harga minyak kembali menguat, harga saham medc dan elsa
Sumber : www.investing.com

Saham yang memiliki hubungan dengan pergerakan minyak dunia di Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG adalah MEDC dan ELSA. Keduanya memiliki relasi yang mirip dengan harga minyak dunia, sehingga dengan kenaikan harga minyak pada hari ini berpotensi berpengaruh positif pada pergerakan harga saham MEDC dan ELSA.

Sebagaimana diketahui bersama bahwa sejak awal tahun 2020, harga minyak dunia turun sedalam -73%, hal ini kemudian juga memberikan efek kepada harga saham MEDC dengan penurunan -53% dan ELSA -37%.