Harga Minyak Mentah Dunia Kembali Menguat Setelah Drop. Harga Bensin Kapan Turun?

harga minyak mentah dunia negtif, harga bensin kapan turun

Blogsaham.com - Harga minyak dunia kembali menguat setelah mengalami penurunan yang dalam hingga berada pada harga negatif sehingga menspekulasikan bahwa siapapun yang membeli minyak mentah dunia pada harga tersebut akan diberikan uang bukan sebaliknya mengeluarkan uang sebagai bagian dari transaksi.

Kini harga minyak mentah dunia telah kembali ke area 17 US Dollar per barel, sehingga muncul harapan harga minyak dunia akan kembali ke harga wajar. Bagaimanapun juga harga minyak  tidak akan lama di harga bawah alias dibawah biaya produksi. Hal ini mengacu pada para pemain besar seperti Arab Saudi dan Rusia serta anggota OPEC lainnya, yang memiliki biaya produksi rata-rata diatas 20 US Dollar per barel.

Hal ini mengindikasikan bahwa harga akan terus naik mendekati harga produksi setelah Arab Saudi beserta kroni-kroninya plus Rusia sepakat untuk menurunkan kapasitas produksi untuk menjaga harga minyak dunia kembali stabil. Meski begitu terdapat banyak faktor yang menyebabkan harga minyak turun dibawah 20 US Dollar.

Penyebab Turunnya Harga Minyak Mentah Dunia

Adanya ketidaksepakatan antara Arab Saudi dan Rusia pada Maret 2020 lalu tentang kapasitas produksi minyak mentah membuat harga minyak turun dari harga rata-rata 40 US Dollar hingga menyentuh level 20 US Dollar.

Kondisi tersebut diperparah dengan merebaknya wabah COVID-19 yang membuat banyak negara menerapkan lockdown untuk melawan penyebaran virus tersebut sehingga membuat permintaan minyak mentah dunia drop lebih dari 30%.

Kondisi ini jelas membuat banyak pihak kelabakan dan tidak pernah berfikir bahwa harga minyak mentah dunia mendekati harga 0 US Dollar per barelnya. Namun ini adalah sejarah baru bahwa WTI untuk pertama kalinya diperdagangkan di harga negatif alias dibawah 0 US Dollar.

Namun tidak lama di harga negatif, minyak mentah kembali menguat beberapa hari hingga mencapai level 17 US Dollar per barel sehingga memberikan angin segar bahwa WTI bebrpotensi kembali bergerak di atas 20 US Dollar.


harga minyak mentah dunia negtif, harga bensin kapan turun
Sumber : www.investing.com

Permintaan minyak mentah turun karena banyaknya transportasi seperti pesawat yang menjadi konsumen paling besar dan transportasi serta kendaraan pribadi  lainnya yang kini sedikit sekali yang beroperasi karena kebijakan lockdown. Selain itu banyaknya masyarakat yang memilih untuk diam di rumah juga menjadi penyebab utama menurunnya harga minyak dunia.

Penurunan harga minyak hingga dibawah 0 US Dollar disebabkan juga oleh penuhnya storage di beberapa pembeli utama dan broker. Pada umumnya pada saat hampir selesai perdagangan kontrak akan ada sisa minyak yang tidak terjual di pasaran, sehingga membuat para broker harus menimbunnya untuk kemudian dijual kembali pada kontrak bulan selanjutnya.

Ketika storage yang disediakan serta penambahan kapasitas penyimpanan terus di tambahkan namun tetap tidak mampu menampung lagi maka harga akan dijual berapapun harganya agar ada peminat yang mau membelinya, termasuk pada harga negatif yang bisa saja minyak tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada yang berminat.

Harga Bensin Tidak Otomatis Turun

Ada beberapa faktor mengapa harga bensin di tanah air tidak turun meski harga minyak mentah dunia mengalami kontraksi. Bensin atau premium dan sejenisnya adalah jenis BBM yang harganya ditentukan berdasarkan regulasi pemerintah dengan melakukan review secara periodik. Sehingga selama tidak ada regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai harga BBM yang didistribusikan oleh Pertamina.

Disisi lain pertamina juga tidak bisa menurunkan harga premium yang memang diatur dalam regulasi, Pertamina hanya bisa menurunkan BBM jenis non subsidi, seperti pertamax dan pertalite. Penentuan harga BBM sendiri menggunakan 3 faktor biaya diantarnya adalah biaya perolehan, biaya distribusi dan margin yang ditentukan. Sehingga selama harga perolehan masih diatas harga minyak dunia maka harga BBM tidak akan turun. Perlu diketahui bahwa untuk minyak tanah ini bersifat kontrak dimana jika pada bulan April harga minyak mentah menyentuh level 15 US Dollar, maka harga itu akan berlaku pada bulan Mei, sehingga harga pada April adalah harga perolehan pada Maret atau bulan sebelumnya.

Penentuan harga BBM sendiri memang sudah diatur dalam harga indeks pasar (HIP) sesuai dengan Keputusan Menteri ESDM Nomor 2371/K/12/MEM/2017.