Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harga Saham TLKM

harga saham tlkm

Blogsaham.com - Sebagai salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia bidang telekomunikasi, TLKM menjadi incaran banyak investor untuk dijadikan tempat berinvestasi dalam jangka panjang. Sehingga harga saham TLKM bergerak naik dalam jangka panjang karena kinerja fundamental yang baik serta banyaknya peminat atas saham ini.

Teknikal Harga Saham TLKM

harga saham tlkm
Sumber : www.investing.com

TLKM saat ini bergerak dalam masa konsolidasi jangka pendek, hal ini terjadi setelah naik tinggi dari titik low nya diarea 2400. Area 2400 ini merupakan support kuat yang terbentuk pada September 2015, itu artinya dalam rentang 4 tahun lebih harga sahamnya selalu naik dan tidak pernah turun ke support tersebut.

Pada tahun 2020 ini, pergerakan TLKM menyentuh titik support tersebut yang menandakan bahwa harga saham TLKM memang benar-benar diskon. Saat ini TLKM bergerak dalam range 3000-3300 dan berpotensi untuk turun sementara waktu, meski peluang untuk naik masih tetap ada.

Yang terbaik dalam prediksi adalah TLKM turun mendekati harga support 2400an lalu kemudian mengalami teknikal rebound. Hal ini dimaksudkan agar TLKM membentuk base atau landasan yang kuat sebelum kembali uptrend menuju harag 4000an. Landasan yang kokoh dapat membuat harga sahamnya bergerak stabil dalam fase uptrend untuk jangka waktu tertentu.

Itu artinya semakin mendekati support maka semakin baik sehingga investor dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menambah jumlah saham yang disimpan dalam portofolionya.

Fundamental

TLKM belum menyampaikan laporan tahunan untuk 2019 sehingga data fundamental yang digunakan dalam artikel ini adalah per Q3 2019.

Aset TLKM tercatat sebesar 215 triliun rupiah dengan rincian Ekuitas sebesar 116 triliun rupiah dan utang sebesar 98,5 triliun rupiah. Dari sisi pendapatan pada Q3 2019 tercatat sebesar 102,6 triliun rupiah naik 3,4% dibandingkan pendapatan pada periode yang sama di tahun 2018 yang sebesar 99,2 triliun rupiah.

Jika menggunakan data annualize atau pendapatan Q3 disetahunkan maka potensi pendapatan TLKM sendiri dapat mencapai 136,8 triliun rupiah. Dari sisi laba bersih tercatat sebesar 16,4  triliun dengan disetahunkan menjadi 21,9 triliun rupiah.

Ada hal yang menarik pada laporan keuangan TLKM, dimana saat ini pendapatan mayoritas TLKM berasal dari penjualan layanan data yang mana produk ini menjadi hal yang vital bagi masyarakat karena telah banyak yang melek internet.

Sedangkan pendapatan dari Telepon menjadi terpaut jauh dalam beberapa tahun belakangan ini. Hal ini berarti meng-confirm bahwa TLKM sudah mampu menggeser pendapatan utamanya yang selama ini berasal dari layanan telepon ke layanan data.

Pendapatan telepon TLKM tercatat sebesar 23,1 triliun rupiah, dan Interkoneksi sebesar 4,8 triliun. Sedangkan pendapatan dari layanan data melonjak mencapai 41,2 triliun rupiah, naik sebesar 28% dari tahun sebelumnya sebesar 32,1 triliun.

Dengan pertumbuhan sebesar itu dan prospek digitalisasi setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia, layanan data TLKM akan terus bertumbuh seiring dengan literasi digital masyarakat.

Pertumbuhan pendapatan tersebut juga didukung oleh posisi TLKM yang merupakan leader di sektor telekomunikasi, sehingga kemampuan ia untuk melakukan semi-monopoli pada pasar telekomunikasi Indonesia.

Secara profitabilitas, TLKM diproyeksikan akan mencatatkan ROE sebesar 22% untuk tahun 2019 ini, jauh lebih tinggi dibandingkan pencapaian di tahun 2018 yang sebesar 15%.

Baca Juga : Indeks Harga Saham Gabungan dan Pengertiannya

Dividen TLKM

Rata-rata DPR TLKM sejak 2016 sampai 2018 adalah berkisar 60-70%, namun di tahun 2019 DPR TLKM mencapai 90% mengalami kenaikan hampir 50%, kondisi ini sama seperti yang dialami saham BMRI.

Permintaan penambahan setoran BUMN kepada negara diyakini dapat mengurangi tingkat pertumbuhan TLKM. Hal ini dikarenakan dengan DPR mencapai 90% dari laba bersih, maka laba ditahan hanya sebesar 10% dan itu tidak akan memiliki dampak yang besar bagi ekuitas emiten.

Namun dari sisi lain, DPR sebesar itu adalah kabar baik bagi para investor TLKM, karena ia mendapatkan jatah dividen lebih banyak meski memegang jumlah lembar saham yang tetap.

Valuasi

PER TLKM tercatat sebesar 14x dengan PBV 3,09x sehingga secara sekilas TLKM terlihat masih mahal dengan  angka sebesar itu. Namun dengan proyeksi ROE diatas 20% maka wajar saja jika TLKM menjadi saham yang tangguh disaat bursa mengalami tekanan yang sangat berat akhir-akhir ini.

Sebagai catatan, harga saham TLKM secara YTD hanya turun sedalam -21% lebih baik dibandingkan dengan IHSG yang turun -26%. Hal ini menandakan bahwa TLKM memiliki fondasi yang kuat hingga kinerja sahamnya tidak dibawah IHSG. Dengan begitu, PER dan PBV yang tinggi bukan berarti menandakan saham ini mahal, namun saham ini berada dalam harga wajarnya sehingga akan sulit bagi TLKM untuk menyentuh level PBV dibawah 2x sebagaimana saham bluechips lainnya.

Baca Juga : Strategi Investasi saham paling mudah

Sentimen

Pelaksanaan Work From Home atau WFH bisa menjadi berkah tersendiri bagi TLKM, hal ini dikarenakan meningkatnya penggunaan data untuk kegiatan kerja, meeting, belajar mengajar, hiburan dan lain sebagainya.

Asumsinya adalah masyarakat yang melaksanakan WFH akan banyak menggunakan waktunya untuk berselancar di dunia maya baik untuk urusan pekerjaan maupun hiburan. Untuk dapat berselancar di dunia maya maka diperlukan layanan data dan TLKM memilikinya dengan jaringan yang cukup stabil hingga ke daerah pelosok. Dengan begitu akan meningkatkan demand layanan data yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan data TLKM.