Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Harga Saham UNVR : Saham Perusahaan Anti Krisis

harga saham unvr

Blogsaham.com -Unilever adalah sebuah perusahaan raksasa di dunia yang memproduksi beragam produk kebutuhan sehari-hari. Tidak jauh berbeda, Unilever Indonesia pun memproduksi beragam produk mulai dari kebutuhan kesehatan sampai pada kebutuhan kecantikan. Unilever Indonesia sendiri juga melepaskan sebagian sahamnya di pasar saham Indonesia atau disebut juga BEI. Harga saham UNVR ini sendiri sering dicermati oleh banyak investor, hal ini karena fundamental dan bisnis UNVR yang unik dan sulit diterpa oleh kondisi resesi ekonomi.

UNVR dikenal sebagai saham anti badai atau anti krisis, karena produk-produk yang mereka produksi adalah produk yang dibutuhkan sehari-hari dan pemenuhan atas kebutuhan tersebut tidak mengenal kondisi ekonomi negara.

Sebagai contoh, UNVR memproduksi pasta gigi dan sabun mandi, maka selama ada orang yang menyikat gigi dan mandi, maka ada kemungkinan yang menggunakan produk  UNVR.

Teknikal Harga Saham UNVR

harga saham unvr
Sumber : www.rti.co.id

Sebagaimana chart diatas, kini harga saham UNVR telah berada di area terendah dalam 5 tahun terakhir, hal ini mengindikasikan bahwa harga telah cukup "terdiskon" hingga seorang investor bisa membeli dan mendapatkannya di harga yang lebih murah untuk dijadikan investasi jangka panjang. Saat ini harga UNVR nangkring di 6875 rupiah per lembar, dimana titik terendah di tahun 2020 adalah 5275 per lembarnya yang lebih rendah dibandingkan lowest di tahun 2015 silam.

Support UNVR saat ini adalah di 6500, jika level ini tertembus maka potensi ke 6000 sangat besar. Secara YTD harga UNVR ini telah turun sedalam -18%  jauh lebih rendah dibandingkan dengan penurunan IHSG yang sedalam -26%.  Hal ini menandakan bahwa benar saham UNVR cukup kuat menghadapi resesi dibandingkan saham di sektor lainnya.

Fundamental

Secara fundamental, kinerja UNVR tahun 2019 mengalami tekanan, dimana penjualan mengalami peningkatan namun laba bersih yang dihasilkan turun sedalam -26% menjadi hanya 7 triliun dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar 9,4 triliun rupiah. Hal ini tentu menjadi beban berat bagi UNVR apalagi disaat sekarang dimana terjadi krisis karena wabah, maka potensi penurunan laba bersih UNVR tetap ada.

Namun yang harus diketahui bahwa penurunan laba bersih tahun 2019 ini tidaklah begitu mengherankan, dan seharusnya memang linier bersamaan dengan laba bersih pada tahun sebelum-sebelumnya.

Pada tahun 2018 UNVR melakukan spin off atas salah satu unit usahanya yaitu margarin dengan merek BlueBand. Anda pasti tahun merek margarin tersebut. UNVR memutuskan menjual unit produk tersebut karena menilai sumbangsih dari margarin pada laba total UNVR tidak begitu signifikan.

Hasil penjualan tersebut mengakibatkan laba bersih tahun 2018 menjadi naik tinggi, sehingga laba bersih tahun 2019 terlihat jomplang.

Sebagai gambaran saja, laba bruto UNVR tahun 2019 saja mencapai 22 triliun rupiah dibandingkan laba bruto pada tahun 2018 yang sebesar 21 triliun. Namun pada laba bersih tercatat hanya 7 triliun berbanding 9,3 triliun.

Mari di urai agar mendapatkan gambaran kinerja yang gamblang. Pada tahun 2018 UNVR mendapatkan laba bersih dari hasil penjualan salah satu unit produknya sebesar 2,8 triliun rupiah.

Dengan menghilangkan faktor hasil penjualan tersebut, akan diketahui laba usaha sebenarnya. Pada tahun 2019 laba usaha UNVR tercatat sebesar 10,1 triliun rupiah berbanding laba usaha 2018 sebesar 12,2 triliun rupiah. Dengan menghilangkan laba lain-lain sebesar 2,8 triliun rupiah, maka laba usaha tahun 2018 didapat sebesar 9,4 triliun rupiah. Artinya dengan begini terlihat bahwa sebenarnya laba usaha UNVR naik sebesar 7%.

Sedangkan laba bersih UNVR dengan menghilangkan laba lain-lain tersebut di 2018 menjadi 6,6 triliun. Sehingga laba bersih UNVR di tahun 2019 mengalami kenaikan sebesar 6%. Meski mengalami kenaikan yang moderat, namun ROE UNVR tetaplah paling baik dan stabil dibandingkan saham di sektor yang sama, dimana ROE UNVR 2019 tercatat sebesar 135%.

Jadi kesimpulan sederhananya, kinerja UNVR masih baik-baik saja dan akan tetap tumbuh secara linier. Dan UNVR tetap akan menjadi saham primadona untuk dijadikan ladang investasi.

Valuasi Saham UNVR

Memvaluasi UNVR menggunakan PER dan PBV akan mengalami bias yang pada akhirnya harga saham UNVR dianggap tetap mahal. Memahami valuasi UNVR harus dilakukan dengan pendekatan yang berbeda, dan tidak menggunakan angka-angka dalam memvaluasi. Namun PER dan PBV UNVR tetap harus diketahui untuk dipahami agar dapat menjadi petunjuk sederhana namun berguna.

PER dan PBV UNVR saat ini di harga 6875 rupiah per lembarnya tercatat sebesar 35,44x dan 49,82x. Nilai PBV lebih besar dibandingkan PER hal ini dikarenakan Book Value UNVR sangatlah kecil dibandingkan laba per saham yang dihasilkan.

UNVR ini saham super, dia bisa menghasilkan keuntungan diatas ekuitasnya dan setiap tahun laba bersih di kuras habis melalui dividen oleh pemegang saham dimana DPR nya hampir selalu 100% dari total laba bersih tercatat.

Sehingga dengan ini, valuasi UNVR adalah menggunakan mindset "membeli saham super di harga wajar". Maka dengan harga saat ini UNVR sudah bisa dikatakan wajar.


Dividen

UNVR adalah salah satu emiten paling rajin membagikan dividen. Hal ini dikarenakan setiap tahunnya pemegang saham utama yakni Unilever Indonesia Holding. B.V. selalu mengambil seluruh laba bersih emiten setiap tahunnya. UNVR merupakan salah satu jenis saham "sapi perah" yang sangat produktif.

Namun dengan yield dividen yang sangat kecil, tidak disarankan bagi anda yang menginginkan dividen setiap tahunnya sebagai tujuan investasi. Masih banyak saham lain yang memberikan yield dividen lebih besar ketimbang UNVR.

Sentimen

Tidak ada sentimen spesifik yang dapat mempengaruhi kinerja fundamental dan saham UNVR, selain anggapan bahwa UNVR tetap akan baik-baik saja karena produk yang dibuat adalah produk kebutuhan sehari-hari serta sebagai saham anti resesi.