Jenis Analisa Fundamental Paling Dasar yang Harus Dikuasai

faktor analisa fundamental dasar

Blogsaham.com - Sebagai salah satu alat analisa dalam kegiatan berinvestasi, analisa fundamental memiliki peranan paling penting dibandingkan dengan analisa yang lainnya seperti analisa teknikal. Terlepas dari perdebatan yang ada selama ini, analisa fundamental menjadi dasar setiap investor ataupun trader.

Analisa fundamental mampu memberikan gambaran yang lebih kongkrit terhadap kondisi terkini, meski seringkali analisa fundamental bergerak secara lagging (lambat) jika dibandingkan dengan analisa yang lainnya. Meski tergolong lambat, namun akurasi analisa fundamental bisa diandalkan dalam jangka panjang.

Jika anda masih pemula dalam investasi saham, maka beberapa tahapan analisa fundamental harus anda pahami dengan baik, agar mampu melengkapi analisa andalan anda.

Jenis Analisa Fundamental Dasar

Rasio Keuangan

Rasio keuangan merupakan analisa fundamental kategori kuantitatif, fokus utamanya adalah menghitung berbagai rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, dan rasio likuiditas dari sebuah laporan keuangan suatu saham.

Analisa ini tergolong analisa yang bisa memberikan gambaran kinerja masa lalu dengan sangat baik, namun tidak mampu memproyeksikan masa depan kinerja perusahaan di masa mendatang.

Sebagai contoh, tahun 2015 ROE saham BBRI berada di angka 20an persen, dimana mayoritas investor yang mengandalkan analisa rasio keuangan akan mengatakan bahwa di tahun 2016 ROE BBRI tetap akan tercatat diatas 20% hingga beberapa tahun mendatang.

Faktanya, pada pertengahan tahun 2016 kebijakan NIM (Net Interest Margin) perbankan ditebas oleh pemerintah dengan tujuan agar bunga kredit menjadi lebih landai sehingga pertumbuhan kredit akan tumbuh lebih baik. Hal ini berakibat pada kinerja perbankan di tahun 2016 tersebut, sehingga ROE di tahun tersebut tercatat di bawah 20% sebagai konsensus tidak langsung para investor.

Analisa rasio keuangan atau kuantitatif cocok untuk melihat konsistensi kinerja keuangan suatu perusahaan dari tahun ke tahun, sehingga akan ditemukan standar kinerja keuangan suatu saham dari angka laporan keuangan.

Kelemahan lain dari analisa ini adalah kurang fleksibel untuk memperkirakan kinerja perusahaan dimasa  mendatang, sehingga analisa kuantitatif ini tidak dapat berdiri sendiri sebagai landasan pengambilan keputusan investasi anda.

Makro Ekonomi

Kinerja keuangan suatu perusahaan sangat tergantung pada kondisi makro ekonomi, baik secara global maupun nasional. Semakin baik kondisi makro ekonomi suatu negara, maka semakin tinggi peluang suatu perusahaan mencetak laba bersih yang tinggi.

Makro ekonomi juga mempu memberikan sentimen kepada harga saham, sehingga saham dapat bergerak sangat volatile mengikuti perkembangan makro ekonomi.

Sebagai contoh, ketika pertumbuhan ekonomi diumumkan dan hasilnya adalah pertumbuhan ekonomi berada dibawah konsensus, maka harga saham akan mengalami koreksi.

Makro ekonomi memiliki porsi yang penting dalam analisa fundamental, sehingga mengabaikan makro ekonomi sangat tidak disaranakan.

Sektor Bisnis

Memahami sektor bisnis perusahaan dari saham yang kita amati sangatlah penting, karena akan sangat membantu kita dalam memproyeksikan kinerja keuangan beberapa kuartal mendatang.

Setiap sektor bisnis pada tiap-tiap saham sangatlah berbeda karakteristiknya, respon atas sebuah kebijakan, sehingga kemampuan memahami sektor bisnis mutlak harus dimiliki.

Pegerakan Nilai Tukar Rupiah 

Nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama US Dollar sangat berpengaruh terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Nilai tukar rupiah juga sangat berperan terhadap kelangsungan bisnis sebuah perusahaan yang bahan bakunya impor atau produk buatannya diekspor ke negara lain.

Nilai tukar rupiah juga sangat mempengaruhi terhadap hutang negara, BUMN, dan swasta sehingga ketika Rupiah melemah atas Dollar, hal ini mengancam pada kesehatan kas perusahaan atau negara karena harus membeli dollar dengan harga yang lebih tinggi dibanding dollar yang ia terima saat menerbitkan utang.

Game Changer

Game Changer adalah sebuah istilah yang mana sebuah analisa baik fundamental maupun teknikal menjadi tidak berlaku, dan semua berubah begitu cepat. Game changer ini tidak bisa diprediksi sebelum ia keluar, hanya bisa diantisipasi saat ia benar-benar keluar dan mengubah pergerakan bursa.

Game changer ini bisa berupa kebijakan pemerintah, kondisi global, atau perang yang mampu mempengaruhi dan mengganggu pertumbuhan ekonomi dunia.

Rencana Bisnis Perusahaan

Didalam laporan keuangan dan publikasi emiten, selalu dipaparkan tentang rencana perusahaan dimasa mendatang untuk membuat perusahaan terus bertumbuh baik secara organik maupun an organik.

Rencana bisnis ini sendiri bisa langsung berhubungan dengan bisnis inti perusahaan, atau bisa juga pada anak usahanya namun memiliki efek yang bagus terhadap laporan keuangan emtien secara keseluruhan. Hal ini nantinya akan tercermin dalam laporan keuangan emiten dalam kuartal dimasa medatang dan dapat membuat harga saham naik signifikan.

Rencana bisnis ini dapat berupa investasi perusahaan, penerbitan surat utang, right issue, akuisisi, merger, mengembangkan bisnis diluar bisnis inti, dan masih banyak lagi.