Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Panduan Cara Investasi Saham Lengkap bagi Pemula

Panduan investasi saham bagi pemula secara lengkap

Blogsaham.com - Investasi adalah suatu upaya menanamkan modal baik uang, waktu, tenaga ataupun pikiran pada sesuatu yang bernilai (perusahaan, proyek, pengetahuan dll) dengan harapan mendapatkan manfaat atau keuntungan di masa mendatang. Sedangkan saham sendiri adalah bukti kepemilikan suatu perusahaan.

Secara ringkas investasi saham adalah suatu upaya menanamkan modal (uang) pada suatu perusahaan Publik atau Private dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang berupa Dividen atau Capital Gain.

Dividen adalah pembagian keuntungan atau laba perusahaan dalam satu tahun tertentu yang jumlahnya pada setiap pemegang saham atau investor ditentukan berdasarkan jumlah kepemilikan saham pada suatu perusahaan. Semakin banyak jumlah saham yang dimiliki semakin banyak pula dividen yang diterima, begitu juga sebaliknya.

Capital Gain adalah keuntungan yang diperoleh dari suatu pembelian efek investasi dari selisih harga pembelian dengan harga penjualan. Selisih keuntungan tersebut berdasarkan harga penjualan efek investasi harus lebih tinggi dibandingkan dengan harga pembelian.

Dari sini anda sudah memiliki dasar pengetahuan mengenai istilah-istilah investasi yang dapat menunjang anda dalam mempelajari seluk beluk bursa saham nantinya.

Bursa saham adalah sebuah pasar yang menyediakan ruang untuk memperjual belikan efek investasi berupa saham suatu perusahaan yang tercatat pada pada bursa tersebut.

Investasi saham merupakan suatu langkah untuk meningkatkan atau membangun aset kita berupa paper asset dengan harapan aset yang kita bangun nantinya terus bertumbuh secara eksponensial di masa mendatang sehingga dapat dinikmati untuk beragam keperluan kita.

Dengan berinvestasi kita sudah dapat merencanakan masa tua kita tentang keuangan keluarga agar selama hidup tidak harus bekerja penuh waktu untuk dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari dan keperluan kesehatan keluarga.

Semakin muda umur seseorang untuk berinvestasi, semakin panjang time horizon yang dimiliki sehingga berpengaruh pada kesuksesan dan besarnya aset dari investasi yang dibangun tersebut.


Cara Praktis Berinvestasi Saham

Pada dasarnya berinvestasi saham tidaklah sulit, bahkan cenderung mudah dan santai karena kita tidak diharuskan setiap hari memonitor pergerakan harga saham yang kita miliki. Anda hanya cukup satu kali melakukan analisa secara mendalam lalu kemudian memutuskan apakah membeli saham tersebut atau tidak dari hasil analisa tersebut. Jika ternyata anda mengambil keputusan untuk membeli atau berinvestasi pada satu saham "ABCD" maka anda hanya perlu mereview secara berkala untuk melihat perkembangan saham yang anda miliki.

Kegunaan mereview suatu saham adalah untuk melihat apakah pergerakan harga saham dan fundamental perusahaan sesuai dengan proyeksi yang kita susun saat menganalisa fundamental perusahaan tersebut, sehingga dari hasil review akan muncul keputusan apakah tetap memegang saham tersebut atau menjualnya.

Analisa yang digunakan dalam berinvestasi saham itu ada dua, yakni analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental adalah analisa yang mempelajari seluk beluk bisnis perusahaan dan kondisi keuangan terkini. Sedangkan analisa teknikal lebih pada proses analisis dalam melihat kecenderungan pergerakan harga suatu saham.

Kedua analisa tersebut sudah cukup untuk mengarungi dunia investasi saham, namun tetap harus diperkuat dengan kemampuan psikologi investasi yang tepat, sehingga keputusan-keputusan investasi yang diambil cenderung tidak merugikan kita sebagai investor.

Terdapat 4 (empat) langkah sederhana dalam melakukan investasi saham yang dapat anda terapkan untuk memaksimalkan potensi keuntungan pada kegiatan investasi anda di bursa saham. Keempat langkah tersebut adalah ;
  • Temukan saham potensial dengan cara screening yang sederhana
  • Analisa secara mendalam tentang fundamental perusahaan, lalu teknikal harga saham dalam rentang waktu yang panjang
  • Putuskan untuk membeli atau melewati saham tersebut,  jika ternyata anda memutuskan untuk membeli sebuah saham maka lakukan review secara berkala
  • Putuskan jual atau tahan dari hasil review berkala anda

Mengenal Saham Lebih Dekat

Saham dapat menjadi tujuan investasi yang paling menguntungkan namun tidak menjanjikan. Jika anda mencari investasi yang menjanjikan imbal hasil dengan prosentase tertentu setiap tahunnya, maka saham bukanlah pilihan yang tepat. Anda bisa mencarinya pada Obligasi, SUN atau Deposito.

Karena ketidakpastiannya tersebut, saham dapat memberikan potensi keuntungan yang berlipat ganda dari modal yang anda tanamkan. Semakin lama anda menyimpan suatu saham, semakin besar pula potensi keuntungan yang bisa anda nikmati, tentu saja saham tersebut harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

Beberapa investor kelas dunia memberikan pandangan bahwa kinerja terbaik tahunan seorang investor adalah 20-30% dari total modal awal tahun. Sebagaimana perusahaan-perusahaan besar yang memang acap kali mencatatkan pertumbuhan laba dengan persentase tersebut, atau memiliki ROE diatas 20%.

Sebagai contoh Bank Rakyat Indonesia dengan kode BBRI, dalam setiap tahunnya BBRI selalu mencatatkan ROE diatas 20% dengan stabil di angka 25% setiap tahunnya, sehingga dalam jangka panjang BBRI mampu mencatatkan sebagai perbankan dengan aset terbesar di Indonesia.

Namun persentase keuntungan diatas biasanya dimiliki oleh para investor yang menganut Value investing, yang mana pola investasi mereka adalah menemukan saham  undervalued atau murah kemudian di beli lalu simpan dalam jangka waktu (rata-rata) diatas satu tahun lalu dijual diharga atas.

Akan tetapi kekurangan gaya investasi diatas adalah cenderung terkena trap atau jebakan, dan membosankan. Value Investing hanya cocok untuk mereka yang :
  • Memiliki modal awal yang besar
  • Bukan tipe investor yang agresif
  • Suka menyimpan saham dalam jangka waktu lama
Tidak ada pendekatan yang 100% memberikan hasil positif, namun mencari pendekatan investasi yang tepat adalah keharusan bagi setiap investor.

Terlepas pada bentuk pendekatan gaya investasi, saham tetap memiliki potensi yang luar biasa jika dikelola dengan baik dan harus memiliki pandangan bahwa investasi saham adalah sebuah bisnis.


Mencari Broker Saham Terpercaya

Dalam melakukan investasi saham diperlukan pihak perantara yang ditentukan dalam UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang disebut sebagai broker. Broker adalah pihak perantara antara investor dengan pasar saham, dimana proses jual beli saham dilakukan melalui Broker yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang mengantongi ijin OJK setelah anda menjadi nasabah dari broker yang bersangkutan.

Untuk itu jika anda hendak melakukan investasi saham di Bursa Efek Indonesia dan mencari broker terdaftar agar investasi anda aman, maka anda bisa mengecek daftar sekuritas atau broker tersebut di Anggota Bursa dan pasrtisipan di situs BEI.

Belajar Analisa Fundamental

Analisa Fundamental dalam investasi saham merupakan upaya mendalami bisnis perusahaan dan kondisi keungan terbaru. Dengan mengetahui bisnis yang digeluti oleh perusahaan dan kondisi keuangan terbaru, maka anda dapat melihat potensi masa depan pada perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, PT "ABCD" bergerak dalam bidang pertambangan batubara, yang mana bisnis ini memerlukan biaya investasi yang sangat besar dan sangat tergantung pada harga komoditas di dunia. Jika pada tahun tertentu harga batubara naik atau stabil diatas harga keekonomisan, maka potensi laba yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut sangat besar, bahkan bisa melebihi ekspektasi yang pada akhirnya akan membuat harga sahamnya naik secara signifikan.

Namun jika ternyata harga batubara turun dibawah harga keekonomisan, maka kinerja keuangan PT "ABCD" tadi dapat mencatatkan kerugian pada tahun tertentu. Sehingga harga sahamnya akan mengalami penurunan yang dalam.

Maka yang perlu dilakukan untuk menganalisa PT "ABCD" tadi adalah menganalisa
  • Karakter bisnis tambang batubara, 
  • Harga batubara dan kecenderungannya, 
  • Permintaan batubara dunia, 
  • Kondisi keuangan perusahaan, 
  • Manajemen perusahaan, 
  • Historis perusahaan,
  • Laporan Keuangan
Analisa Fundamental  sendiri terdapat dua hal yakni analisa kuantitatif dan kualitatif. Analisa kuantitatif ini berhubungan dengan angka-angka  yang tertera pada laporan keuangan, kegunannya adalah untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan terbaru dari hasil laporan keuangan yang dipublikasikan.

Kelemahan analisa kuantitatif ini adalah sulit untuk melihat potensi bisnis di masa mendatang karena terpaku pada angka, sedangkan angka itu sendiri tidaklah fleksibel. Untuk itu diperlukan analisa lain untuk melengkapi kelemahan tersebut, yakni analisa kualitatif.

Analisa kualitatif ini digunakan untuk mengetahui segala seluk beluk perusahaan, ruang lingkup bisnis, potensi masa depan, manajemen, pemasaran, dan masih banyak lagi. Analisa kualitatif ini sangatlah fleksibel, sehingga dapat digunakan kapan saja dan tidak cenderung kaku. Hanya saja analisa kualitatif ini sangat dipengaruhi oleh kualitas pengetahuan investor dan sudut pandang pemikirannya. Sehingga analisa kualitatif fundamental lebih cenderung subjektif dan debatable.

Cara Analisa Teknikal

Analisa Teknikal digunakan untuk melihat pergerakan harga saham secara realtime dan dapat digunakan sebagai acuan untuk mengambil keputusan secara cepat pada kegiatan investasi kita. Analisa Teknikal lebih banyak digunakan oleh mereka yang memanfaatkan Capital Gain untuk memperoleh keuntungan dalam waktu yang singkat.

Dasar utama analisa teknikal adalah bahwa segala informasi terkait saham baik itu tentang laba perusahaan, keputusan pemerintah, kondisi ekonomi nasional dan global serta potensi laba perusahaan dimasa mendatang tercermin dalam bagan harga saham.

Sehingga pergerakan harga saham dianggap sudah mewakili segala informasi yang melekat pada saham perusahaan tertentu.

analisa teknikal untuk profit maksimal blogsaham

Meski dengan kepraktisan tersebut, analisa teknikal memiliki kelemahan berupa trap harga saham yang dapat naik atau turun dalam waktu yang sangat cepat, sehingga dapat membuat seseorang mengalami kerugian atau keuntungan yang tidak terprediksi dengan baik.

Sehingga mengandalkan analisa teknikal saja dalam  berinvestasi sangatlah riskan, meski terdapat teknik-teknik tertentu yang dapat dijadikan rambu-rambu agar tidak mudah terjebak pada pergerakan harga yang volatil.

Cara Valuasi Saham Dengan Mudah

Bagi banyak kalangan investor atau trader, valuasi sebuah saham seperti sudah menjadi keharusan untuk melihat apakah sebuah saham masih memiliki potensi upside yang memadai atau potensi turun karena harga saham sudah price in.

Cara valuasi saham pun sangat banyak bahkan beberapa diantaranya cenderung menggunakan matematika tingkat tinggi, sehingga dapat menyulitkan beberapa investor.

Beberapa teknik valuasi saham adalah Dividen Cash Flow (DCF), Free Cash Flow (FCF), PER, PBV dan masih banyak lagi.

Jika anda menghitung valuasi satu saham dengan empat teknik valuasi saja, hasilnya akan berbeda, sehingga valuasi saham itu penting namun tidak terlalu penting (tidak harus di nomor satukan).

Jika anda terlalu mempermasalahkan valuasi sebuah saham, maka disaat IHSG Bullihs anda akan benar-benar kehilangan peluang untuk meraih keuntungan. Namun jika IHSG dalam kondisi sideways anda bisa saja terjebak oleh saham murah dan murahan.

Peluang terbaik anda dalam menggunakan valuasi adalah disaat IHSG benar-benar bear alias dowtrend berat, sehingga akan banyak saham dengan valuasi bertebaran. Pada saat itu anda tidak perlu menggunakan teknik valuasi yang rumit, cukup menggunakan PER dan PBV saja anda akan kesulitan memilih saham mana yang harus dibeli karena semuanya sedang murah.

Kondisi ini terjadi pada tahun-tahun dimana IHSG Crash seperti tahun 2008, 2013, 2015, dan tahun 2020. Terutama dua tahun yakni 2008 dan 2020, anda akan menemui saham BBRI, BBCA, BBNI, BMRI, HMSP, GGRM, RALS, WSKT, WIKA, PTPP, ADHI, ANTM, INDF, PGAS, JSMR dan masih banyak lagi tergeletak dengan harga sangat murah. Bahkan untuk saham RALS pun mendekati harga terendahnya dalam sejarah pada tahun 2020.

Sayangnya kondisi semacam ini hanya terjadi 10 atau 20 tahun sekali, dan pada tahun tersebut banyak orang yang cemas dan khawatir karena ekonomi sedang mengalami tekanan termasuk nyawa akibat merebaknya virus atau wabah di seluruh dunia.

Maka dari itu penggunaan valuasi itu penting namun jangan di nomor satukan, karena valuasi juga butuh analisa pendamping untuk melengkapi kekurangannya.

Investasi Jangka Panjang

Dalam jangka panjang investasi hampir selalu memberikan imbal hasil yang memuaskan, karena dalam jangka panjang akan berlaku Magic Compounding atau dalam bahasa indonesianya Bunga Berbunga. Artinya bahwa keuntungan yang diperoleh pada tahun lalu menjadi modal di tahun sekarang.

Jika ditahun lalu modalnya adalah 10 juta rupiah, lalu mendapatkan keuntungan 2 juta rupiah, maka modal tahun ini adalah penjumlahan keduanya yakni 12 juta rupiah. Jika itu dilakukan dalam jangka panjang, maka anda akan melihat keajaiban dunia ke 8 ini.

Anda akan melihat aset keuangan anda tumbuh secara eksponensial yang mana semakin lama semakin besar bahkan pertumbuhannya bisa diluar ekspektasi anda.

investasi jangka panjang


Berbagai investor kelas dunia pun selalu menyarankan agar dalam kegiatan investasi selalu direncanakan untuk jangka panjang.

Jangka panjang yang dimaksud adalah bukan menyimpan satu atau dua saham dalam jangka tahunan, namun jangka panjang disini adalah mengelola dana investasi dalam jangka panjang tidak peduli saham apa yang dibeli untuk kemudian disimpan. Fokus utamanya adalah pertumbuhan dana investasi dalam waktu jangka panjang.


Keuntungan Investasi Saham

Terdapat dua keuntungan mendasar bagi anda selaku investor di pasar saham, keduanya adalah Dividen dan Capital Gain.

mencari saham dengan dividen besar

Dividen adalah pembagian keuntungan perusahaan atau laba kepada para pemegang saham yang biasanya dilakukan dalam satu tahun sekali. Dividen biasanya dilakukan setelah pelaporan laporan keuangan tahunan yang pada umumnya dilakukan pada bulan MEI sampai dengan Juni pada tahun setelah laporan keuangan di terbitkan.

Namun terdapat juga Dividen Interim yang dibagikan pada akhir tahun sebelum dilakukan laporan keuangan tahunan, hal ini merupakan kewenangan dari masing-masing pemilik saham pada perusahaan tersebut, salah satu contohnya adalah ITMG.

Keuntungan kedua yang bisa anda peroleh adalah Capital Gain. Capital Gain sendiri dapat diartikan sebagai selisih keuntungan dari harga pembelian yang lebih rendah dibandingkan harga jual suatu saham. Sebagai contoh, anda saat ini membeli saham PT ABCD pada harga 280 rupiah per lembarnya, kemudian anda simpan dalam kurun waktu 3 bulanan. Setelah itu anda cek ternyata harga saham PT ABCD tadi sudah berada pada level 360 rupiah per lembar. Maka anda memutuskan untuk menjualnya.

Selisih harga jual dan beli anda pada saham PT ABCD tadi adalah 80 rupiah, maka Capital Gain anda dari saham PT ABCD adalah 28,6%. Capital Gain bisa juga disebut  sebagai keuntungan investasi atau profit/cuan.

Hukum Investasi Saham

Hukum investasi saham sangatlah penting untuk diketahui sehingga anda sebagai investor akan merasa nyaman terkait dengan legalitas investasi ini. Dengan begitu anda akan terhindar dari investasi bodong yang kian marak karena menjanjikan return yang tinggi.

Dasar utama investasi saham adalah Undang-undang No. 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal yang kemudian diturunkan dalam berbagai peraturan Peraturan Pemerintah, Peraturan Menteri Keuangan, Peraturan OJK yang mengatur secara nyata agar pasar modal di Indonesia berjalan dengan baik dan melindungi para investor dari tindak kejahatan.

Untuk detail anda bisa melihat daftar Dasar Hukum Pasar Modal Indonesia di situs OJK.

Modal Awal Investasi Saham

Beragam anggapan bahwa untuk memulai investasi saham memerlukan dana yang besar mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

modal awal investasi saham

Hal itu tidak sepenuhnya benar, memang beberapa broker memberi syarat minimal deposit ada yang 10 juta, 50 juta bahkan untuk akun margin minimal depositnya adalah 200 juta. Namun kini sudah terdapat beberapa sekuritas yang memberikan kemudahan dalam hal deposti dana investasi, mulai dari 100 ribu sampai dengan minimal 1 juta rupiah.

Kemudahan ini tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk menggenjot jumlah investor domestik semakin banyak dan meningkatkan literasi keuangan warga Indonesia. Maka tidaklah heran jika sekarang banyak sekali kegiatan-kegiatan pasar modal di Universitas-universitas guna menjaring para mahasiswa untuk dapat terjun ke dunia pasar modal.

Kini dengan modal 100 ribu rupiah saja anda sudah dapat memiliki saham perusahaan kenamaan seperti PP Properti, Bank BPD Jatim, Medco Energy, Aneka Tambang, dan masih banyak lagi lainnya.

Yang perlu anda ketahui adalah bahwa dengan modal yang kecil anda akan kesulitan meraih hasil yang memuaskan dalam hal nominal. Karena sulit membayangkan dengan  modal 100 ribu rupiah bisa mendapatkan keuntungan 1 juta rupiah dalam satu tahun, meski hal itu bisa saja terjadi.

Sehingga jika anda benar-benar ingin berbisnis di dunia investasi saham, maka meningkatkan jumlah dana di portofolio sudah menjadi keharusan agar hasil dalam satu tahu dapat menggaji anda setiap bulannya. Yang akan membuat anda merasa benar-benar bekerja di pasar modal.

Dengan modal kecil di saat awal berinvestasi sudah seharusnya tidak membuat kalah sebelum berperang. Dengan berjalannya waktu anda akan bisa meningkatkan modal anda, yang kemudian akan bisa membuat anda menjadi full investor saham.