saham murah lq45 dengan per dibawah 10 kali

Blogsaham.com - Merebaknya wabah COVID-19 nampaknya memberi hikmah tersendiri bagi para investor saham, hal ini diakarenakan para investor terutama yang menganut metode Value Investing akan dengan mudah menemukan saham murah dengan fundamental jempolan. Salah satu indeks yang terdapat saham dengan kualitas fundamental jempolan adalah indeks LQ45.

Indeks LQ45 berisikan 45 saham terpilih dari segi likuiditas dan fundamental sehingga mencari saham murah pada indeks ini menjadi salah satu hal yang menarik untuk kegiatan investasi kita. Berikut ini 10 saham pilihan dari indeks LQ45 dengan PER di bawah 10.

Saham Indeks LQ45

Perlu diketahui, PER adalah salah satu indikator bahwa suatu saham dapat dikatakan murah atau mahal hanya dengan melihat angka atau nilai dari PER itu sendiri.  Saat ini PER IHSG sendiri tercatat sebesar 13,3x lebih rendah dibandingkan PER IHSG pada awal tahun 2020 yang sebesar 16,5x. Ini artinya dari sisi PER IHSG telah turun sedalam 19% dan ini menandakan bahwa IHSG mulai undervalued meski tidak bisa dikatakan murah.

Dalam kondisi tersebut, ternyata terdapat banyak sekali saham dengan kualitas fundamental yang bagus, nama atau brand yang kuat tapi harga sahamnya dijual dengan sangat murah, dimana PER mereka tercatat dibawah 10x, dan hal ini sulit sekali didapat kalau tidak terjadi krisis atau wabah seperti saat ini. Sehingga hal ini bisa dikatakan sebuah peluang emas untuk mendapatkan harta karun tersembunyi di bursa saham Indonesia.

Untuk itu, berikut ini adalah 10 saham yang terdapat pada indeks LQ45 dengan PER dibawah 10x

1. Saham WSKT, PER 8,83x

Sebagaimana yang kita ketahui WSKT adalah emiten konstruksi BUMN dengan aset paling besar dibandingkan dengan yang lainnya, banyak sekali proyek pembangunan dari pemerintah mereka kerjakan dengan nilai yang sangat besar, sehingga hal ini memberikan peluang bagi perusahaan untuk mencatatkan kinerja keuangan yang baik.

Meski begitu, saat ini harga saham WSKT dijual hanya Rp 610 per lembarnya, jauh dibandingkan dengan kondisi normal yang biasanya bergerak dalam reange 1200-1700. Dengan harga 610 per lembarnya, PER WSKT tercatat hanya 8,83x saja.
 

2. Saham BMRI, PER 7,93x

BMRI merupakan emiten perbankan dengan brand yang sangat kuat, dimana ia selalu menjadi pilihan bagi para fund manajer untuk bagian dari rencana investasi mereka, dan kini harga BMRI hanya 4670 per lembarnya. Padahal dalam kondisi market stabil ia dihargai 7000-8000 per lembarnya.

Sehingga dengan kondisi sekarang saham BMRI di obral habis-habisan di market dengan PER hanya 7,93x, sehingga ketika ia naik kembali ke 6000-7000 per lembarnya, keuntungan bisa kembali dirasakan bagi para investor setianya.
 

3. Saham GGRM, PER 8,46x

Sebagai salah satu perusahaan kenamaan di industri rokok, Gudang Garam sulit tergantikan posisinya oleh para pesainya. Apalagi banyak sekali penikmat salah satu produk unggulan dari GGRM ini, maka dengan kondisi tersebut dan fundamental yang bagus, sudah seharusnya GGRM tidak lagi dihargai 47.825 per lembarnya dan PER sebesar 846x, melainkan di harga 60-70 ribu sehingga GGRM dikatakan sebagai saham murah.

4. Saham BBNI, PER 4,84x

Tahun 2019 bukanlah tahun yang bersahabat bagi BBNI yang mencatatkan penurunan kinerja keuangannya, meski begitu BBNI tetaplah menjadi salah satu saham incaran para investor besar baik perorangan maupun institusi karena ia adalah perbankan BUMN dengan kategori Bank BUKU IV.

Saat ini BBNI dihargai 3.990 per lembarnya yang membuat ia mencatatkan PER sebesar 4,84x. Sehingga dengan kondisi saat ini BBNI menjadi sangat layak untuk dikoleksi dan disimpan dalam jangka panjang.

5. Saham UNTR, PER 5,65x

UNTR adalah saham murah selanjutnya yang merupakan salah satu anak usaha Astra yang dikenal sangat solid dan bagus dalam mengelola bisnis. Salah satunya adalah UNTR yang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang distributor alat berat pertambangan dan kontraktor tambang.

Namun meski memiliki kualitas fundamental jempolan, kini UNTR hanya di hargai 17.125 per lembarnya dengan PER 5,65x. Harga saham tersebut mendekati level terendah pada tahun 2015 saat harga komoditas anjlok.
 

6. Saham ADRO, PER 5,36x

Seperti halnya UNTR, ADRO adalah perusahaan pertambangan batubara yang memiliki lini bisnis Coal Related yang bisa membantu mengangkat kinerja keuangan disaat industri batubara sedang lesu.

Meski begitu, saham ADRO tetap saja dihargai sangat murah yakni 1040 perlembarnya dengan PER tercatat sebesar 5,35x, dan ini membuat saham ADRO termasuk saham murah yang perlu dipertimbangkan untuk masuk keranjang investasi.

7. Saham INKP, PER 6,06x

INKP adalah perusahaan produsen kertas kelas dunia, ia bersaing dengan produsen kertas dunia dari brasil dalam menguasai pangsa pasar kertas dunia. Pada tahun 2018 silam INKP pernah tercatat sebagai salah satu saham dengan pertumbuhan harga saham tertinggi hingga menyentuh level 20 ribu hanya dalam beberapa bulan saja.

Kini INKP hanya dihargai 4.910 per lembarnya dengan PER tercatat 6,06x. Dengan begitu INKP menjadi saham yang layak untuk dikoleksi apalagi kini harga kertas dunia mulai mencatatkan kenaikan mendekati level 2018 silam.

8. Saham BSDE, PER 5,75x

Sebagai salah satu perusahaan properti kenamaan di Indonesia, BSDE jelas memiliki fundamental yang sangat kuat. Dimana saat ini ia memiliki aset sebesar 54 triliun rupiah namun dihargai di pasar saham hanya 16 triliun rupiah.

Kondisi ini jelas memberikan peluang yang baik, kini disaat saham BSDE dihargai 845 per lembar dengan PER sebesar 5,75x, maka peluang BSDE memberikan keuntungan jangka panjang sangatlah terbuka lebar, karena bisanya harga saham BSDE tercatat diangka 2000an per lembar.

9. Saham PTBA, PER 5,31x

PTBA adalah perusahaan pertambangan batubara yang berstatus anak usaha BUMN dibawah Inalum (Persero), kini dihargai hanya 1980 per lembarnya sehingga PER PTBA hanya sebesar 5.31x.

Harga saham PTBA saat ini berada di area support 2017, yang artinya potensi penurunan akan diganjal oleh support ini untuk dapat kembali naik diharga tertingginya.

10. Saham WIKA, PER 4,28x

WIKA adalah salah satu emiten konstruksi BUMN yang memiliki kinerja fundamenta tahun 2019 terbaik jika dibandingkan dengan emiten konstruksi lainnya. Sehingga kondisi ini akan sangat mendukung untuk recover lebih mudah nantinya.

Kini harga WIKA hanya 1090 dengan PER sebesar 4,28x sehingga dengan kondisi sekarang harga saham WIKA adalah yang terendah dalam 5 tahun terkahir. Yang perlu diketahu bahwa WIKA ini dalam kondisi normal harga sahamnya selalu bergerak diatas 2000 per lembarnya.

Kesimpulannya adalah pada saat bursa tidak begitu bersahabat seperti sekarang ini, dan seringkali pergerakan IHSG sangat volatil, terdapat peluang emas yang bisa dimanfaatkan untuk kemudian disimpan menunggu waktu panen dan selanjutnya dapat dinikmati.
Previous Post Next Post