Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa Harga Saham ACES : Emiten Ritel Paling Sehat


harga saham ACES

Blogsaham.com - Ditengah pandemi Corona saat ini termasuk di Indonesia banyak sekali emiten bursa yang terkena dampaknya, tidak hanya sebagian, namun diyakini semua emiten terdampak meski ada beberapa yang terkena dampak tidak begitu terasa seperti TLKM sebagai emiten penyedia jasa layanan data dan telepon, atau emtien ANTM yang produk emasnya diburu oleh banyak orang ditengah ekonomi yang resesi ini.

Namun ada satu emiten ritel yang memiliki kinerja fundamental yang sangat bagus nmaun terkena dampak dari pandemi Corona ini, ia adalah ACES.

ACES atau Ace Hardware adalah emiten bursa yang memiliki bisnis dibidang ritel dengan menjual beragam peralatan rumah, mulai dari peralatan dapur sampai pada keperluan hiasan rumah serta peralatan beragam keperluan lainnya. Tentu hal ini memberikan keuntungan bagi ACES karena selama masa pandemi banyak sekali produk-produk yang dijual emiten ritel mengalami jamuran, seperti yang terbaru sepatu berjamur di Malaysia akibat Lockdown.

Hal ini dikarenakan produk yang dijual oleh ACES bersifat padat dan sulit terkena jamur meski dalam jangka waktu yang lama. Tentu kita sulit membayangkan peralatan oven yang dijual ACES mengalami jamuran selama masa lockdown atau PSBB ini..

Sehingga meski masa PSBB cukup panjang, produk ACES diyakini memiliki ketahanan lebih sehingga tidak menimbulkan kerugian yang sangat banyak.

Fundamental ACES

Secara fundamental, ACES tidak perlu diragukan lagi. Sebagai salah satu emiten indeks LQ45 dan salah satu leading di sektor ritel, ACES menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan dengan kompetitor dalam sektor yang sama. Salah satunya adalah ACES berfokus pada penjualan alat-alat keperluan sehari-hari yang mana produk-produk tersebut dapat bertahan lama dan tidak mudah tergantikan dengan model-model keluaran terbaru.

Saat ini aset ACES sebesar Rp 5,92 triliun yang terdiri dari Rp 4,73 triliun adalah ekuitas dan sisanya Rp 1,18 triliun. Dengan begitu DER ACES tercatat sebesar 24,92%. Dengan rasio utang yang sangat kecil membuat ACES sangat pede dalam menghadapi resesi kali ini.

Hal ini tentunya berdampak pada harga saham ACES yang memang secara YTD hanya mengalami penurunan yang biasa saja. Dengan DER tidak lebih dari 25% ekuitas, menjadikan ACES sebagai salah satu emiten tersehat di bursa saham Indonesia.

Dari sisi profitabilitas, ACES mencatatkan ROE sebesar 21,79% dimana penjualan dalam 2019 ini tercatat sebesar Rp 8,14 triliun atau lebih besar ketimbang seluruh aset ACES itu sendiri.

Tentu ini membuat ACES menjadi sangat menarik dengan catatan ROE sebesar itu dan NPM ACES sendiri sebesar 12%, membuat ia menjadi perusahaan yang dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tumbuh secara konsisten, hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan EPS selama kurun waktu 5 tahun terakhir.

Disisi lain, ACES di tahun 2020 ini telah membuat gerai baru sejumlah 6 buah gerai, sehingga total gerai ACES saat ini diseluruh Indonesia saat ini sebanyak 203 gerai. Dengan jaringan gerai yang begitu banyak dan luas, sudah pasti akan berdampak pada kinerja keuangan ACES dimasa mendatang. Total target pembukaan gerai baru di tahun 2020 ini adalah 15 di seluruh Indonesia, itu artinya pihak manajemen percaya diri akan perkembangan dan masa depan bisnis perusahaan.

Tentu ini  menjadi sinyal positif dimana ACES melakukan ekspansi di tengah penurunan laju ekonomi dan pandemi pada tahun ini dengan beragam persoalan yang menghadang serta outlook negatif pertumbuhan ekonomi dunia. Sehingga, meski nantinya target gerai baru tersebut tercapai tapi pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami kontraksi dibandingkan tahun lalu, kinerja keuangan ACES dirasa tidak akan buruk-buruk amat.


Harga Saham ACES

harga saham ACES
Sumber : www.investing.com

Saat ini harga saham ACES bergerak dalam range 1200-1300, dimana support kuat ACES di area 1000 yang tersentuh saat puncak downtrend maret silam. Disisi lain titik high sendiri berada di angka 1920 pada Juli 2019 silam.

Nampaknya market sudah price in harga ACES disaat bisnis mereka tumbuh pada pertengahan 2019 lalu, sehingga setelah harga tertinggi itu harga cenderung sideways dan downtrend. 

Kini ditengah kondisi ekonomi nasional yang sedang kontraksi bersamaan dengan merebaknya wabah COVID-19, ACES secara gamblang menyebutkan target mereka membuuka 15 gerai baru selama tahun 2020 ini, dimana sudah sebanyak 6 gerai telah tercapai, itu artinya 40% target emiten telah tercapai dalam kurun waktu 5 bulan ini.

Dengan melihat pencapaian tersebut serta kas yang dimiliki ACES per akhir 2019 yang mencapai Rp 1,2 triliun, nampaknya target tersebut dapat tercapai, dan ditahun depan ACES akan mampu meraih laba lebih besar.

Support terkuat ACES memanglah di 1.000, namun support lainnya yang mampu membuat harga ACES kembali rebound adalah level 1100, sehingga level ini dikatakan cukup kuat menahan penurunan untuk saat ini. Dengan memanfaatkan momentum tersebut, maka peluang akan tercipta disaat anda dapat membeli harga saham ACES mendekati level 1100 dengan target 1300-1400.

Valuasi ACES

Secara valuasi ACES tidak bisa dikatakan murah meski saat ini IHSG sedang dalam kondisi drop, hal ini tentu dapat dimaklumi dengan kondisi fundamental 2019 yang jempolan dan ROE diatas 20% tentu ACES menjadi saham yang diburu sehingga harganya akan sulit untuk jatuh dalam seperti emiten lainnya semacam ANTM, WIKA atau MEDC.

Angka PER ACES sendiri saat ini mencapai 21,58x, tentu hal ini tidak bisa dikatakan murah dengan kondisi bursa yang jeblok, bandingkan saja dengan RALS yang sama-sama sektor ritel yang saat ini dihargai PER 6,48x dengan ROE sebesar 15,54%. Tentu ACES bukan pilihan terbaik dengan melihat banyaknya saham-saham bagus dengan harga undervalue.

Disisi lain PBV ACES pun sangat tinggi yakni mencapai 4,67x masih dua kali lipat dari PBV LPPF yang memiliki brand yang sangat kuat. Sehingga dengan ini ACES memang dinilai masih overvalued. Tapi, meski overvalued, ACES termasuk saham growth, sehingga perhitungan valuasinya tidak bisa menggunakan PER dan PBV.

Kemudian jika berdasarkan PEG yang biasa digunakan oleh Peter Lynch, maka hasilnya tetaplah overvalued, dimana CAGR EPS ACES dalam 6 tahun terakhir berkisar 11,05%, sehingga dengan PER 21,67x maka didapatkan angka PEG sebesar 1,96x.

Untuk itu, memperhatikan potensi 15 calon gerai baru ini yang paling penting, dimana lokasinya dan seperti apa strategi yang digunakan pihak manajemen, sehingga akan terlihat sejauh mana potensi laba yang akan diperoleh emiten di masa mendatang.

Dividen ACES 

ACES bukanlah tipe emiten yang rutin membagikan dividen selama ini, namun dalam 3 tahun terakhir ACES diketahui membagikan dividen dengan DPR sebesar 40 hingga 50% dari total laba bersih. Sehingga dengan melihat histori tersebut, maka potensi DPS nya berkisar 24-30 per lembar. Sehingga potensi Yield dividen ACES adalah diangka 2%.

Kesimpulan

ACES memang cukup menarik, dimana secara YTD harga saham ACES hanya turun -12,71%. Sehingga ACES menjadi saham yang tahan badai untuk saat ini, dan ini menjadi menarik. Namun harga saham ACES dinilai masih overvalued meski saat ini kondisi bursa saham lagi drop. Untuk itu jika anda berminat membeli saham ACES, maka perhatikan potensi ekspansi ACES saat ini yang mentargetkan membuka 15 gerai baru serta perkembangannya yang berefek pada kinerja keuangannya.