Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Analisa Harga Saham MEDC

harga saham medc dan harga minyak mentah dunia

Blogsaham.com - MEDC atau PT Medco Energi Tbk adalah salah satu dari sekian banyak emiten yang bergerak dalam industri energi seperti perminyakan, dimana selain minyak bumi MEDC juga bergerak dalam industri gas. Beberapa proyek yang sedang dikerjakan dan sudah beroperasi saat ini diantaranya pertambangan emas dan tembaga oleh PT Amman Mineral di Nusa Tenggara Barat dan  Blok A di Aceh berupa produksi Gas yang dibeli langsung oleh Pertamina.

MEDC didirikan pada tahun 1980 dengan ruang lingkup usaha meliputi ekplorasi dan produksi minyak dan gas bumi serta melakukan usaha pengeboran lepas pantai dan darat. Hingga kini MEDC dikenal sebagai perusahaan produksi minyak dalam negeri dan harga saham MDC hampir selalu related dengan harga minyak dunia.

MEDC sendiri melepaskan sebagian sahamnya ke publik pada tahun 1994 dengan jumlah saham yang dilepas sebanyak 22 juta lembar pada harga Rp 4.350 per lembar, dimana pada saat itu MEDC mampu meraup dana hasil IPO sebesar Rp 95,7 miliar.

Fundamental

Berdasarkan data dari www.idx.co.id MEDC belum menyampaikan laporan keuangan untuk periode 2019 Full Year, sehingga dalam pembahasan kali ini data yang digunakan berbasis pada LK Q3 2019. Berdasarkan data LK tersebut, MEDC mencatatkan keuntungan atau laba bersih sebesar USD 9,9 juta. Dimana laba bersih sebesar itu terdiri atas USD 1,2 juta merupakan laba dari operasi yang dilanjutkan dan sisanya berasal dari operasi yang dihentikan.

Hal ini berarti mayoritas pendapatan MEDC merupakan dari operasi yang dihentikan, sehingga dalam laporan LK nya nanti untuk periode kuartal IV laba bersih MEDC menjadi sangat kecil dibandingkan saat ini. Selain itu EPS MEDC juga tercatat sebesar USD 0.00103 atau menjadi Rp 15 dengan menggunakan acuan kurs Rp 14.900/USD

Dengan perolehan laba sebesar itu, ROE MEDC hanya tercatat sebesar 2,09% dengan NPM hanya 1,89%, hal ini memberikan gambaran bahwa ada sesuatu dalam bisnis MEDC saat ini tidak begitu menguntungkan. Hal ini dimungkinkan karena sepanjang 2019 harga minyak  mentah dunia memang relatif bergerak di harga yang rendah di range USD 50-60.

Berdasarkan LK tersebut, terdapat penurunan pendapatan dan bernilai negatif dari ventura bersama sebesar USD 4,3 juta serta terjadi peningkatan pembebanan atas lindung nilai sebesar 2 kali lebih besar dari tahun sebelumnya.

Dari sisi penjualan, sebenarnya MEDC mengalami peningkatan, dan peningkatan ini terjadi pada penjualan dalam negeri dimana kenaikan penjualan dalam negeri meningkat hampir 100% dibandingkan dengan penjualan keluar negeri yang mengalami penurunan sebesar 21.5%. Tentu hal ini juga berpengaruh kepada nilai transaksi MEDC.

Beberapa pelanggan utama MEDC adalah PLN, Lukoi Invest, Pertamina, Semboro Gas dan masih banyak lainnya, mereka adalah pembeli utama produk MEDC dengan nilai transaksi mencapai 79% dari total penjualan MEDC kuartal III 2019 ini.

Utang MEDC pun tidak kecil, dimana rasio utang atas ekuitas alias DER MEDC tercatat sebesar 3,96x atau hampir 4 kali lipat ekuitas MEDC. Tentu ini bukanlah kabar baik, karena MEDC memiliki tanggungan yang sangat besar. Namun apakah utang itu benar-benar memberatkan MEDC?

Untuk utang Bank yang jatuh tempo kurang dari setahun baik itu yang jangka pendek atau jangka panjang, terhitung sebesar USD 200 juta. Selain itu utang jatuh tempo lainnya mencapai USD 127,8 juta, sehingga total kewajiban MEDC untuk satu tahun kedepan terhitung kuartal III 2019 (sampai kuartal III 2020) mencapai USD 327,8 juta, tentu ini nilai yang besar.

Sebagai tambahan informasi, Kas dan setara Kas MEDC pada kuartal III 2019 tercatat sebesar USD 313 juta, sehingga jika MEDC diharuskan membayar kewajiban tersebut dalam waktu dekat, ia masih bisa meskipun tidak dapat langsung membayar secara penuh.

Yang terbaru MEDC melakukan penawaran utang tahap III berkelanjutan pada Februari 2020 silam dengan nilai yang diraup mencapai Rp 1,5 triliun dimana sebagian dana tersebut akan digunakan untuk menutup utang pada Bank Mandiri. Sehingga dalam laporan keuangan selanjutnya kewajiban MEDC akan bertambah dari utang obligasi ini meskipun utang bank pada Mandiri telah dilunasi.

Namun dengan utang jatuh tempo sebesar itu, MEDC masih punya simpanan alias koceknya masih berisi dimana deposito MEDC yang penggunaannya terbatas tersedia saldo USD 260 juta. Sehingga dengan ini kondisi perusahaan sebenarnya sangat sehat, meski nilai utang yang tercatat sangat besar, karena ia masih mampu untuk menutupi biaya operasionalnya dimasa mendatang.

Harga Saham MEDC

Saat artikel ini ditulis, harga saham MEDC tercatat mengalami kenaikan sebesar 4 basis poin atau 0,82%, dimana kenaikan ini didorong oleh sentimen kenaikan harga minyak dunia dalam beberapa minggu terakhir sejak jatuh dibawha USD 10 per barelnya.

harga saham medc vs harga minyak mentah dunia
Harga saham MEDC vs Harga minyak mentah : www.investing.com

Perhatikan grafik diatas, harga minyak mentah memiliki korelasi positif terhadap harga saham MEDC, sehingga jika dalam beberapa waktu kedepan harga minyak terus rally katakan mampu break USD 30 per barel, maka potensi harga saham MEDC dapat mendekati level 600an.

Kondisi secara teknikal saham MEDC saat ini adalah, adanya potensi pembentukan pattern double bottom, dimana pattern ini memiliki kekuatan yang baik dalam hal reversal dari tren sebelumnya. Market tinggal hanya membuktikan apakah memang saham MEDC berpotensi menguat dengan break level 525 sebagai resisten terdekatnya.

Valuasi MEDC

Untuk mengukur valuasi saham komoditas sulit menggunakan teknik PER, dimana emiten-emiten komoditas ini tidak mampu meningkatkan kinerja EPS yang sustainable dalam jangka panjang dikarenakan sangat bergantung pada harga komoditas. Sehingga EPS dan kinerja keuangannya bisa angin-anginan, dimana dalam tahun tertentu ia naik tinggi dan di tahun lainnya ia rugi bersih.

Namun cara termudah memvaluasi emiten komoditas adalah dengan menggunakan PBV, dimana rasio ini mengukur harga dibandingkan dengan Book Value emiten tersebut. Metode ini dinilai lebih baik karena tidak diintervensi secara langsung oleh harga komoditas dunia. Sehingga jika anda mampu membeli emiten komoditas yang sehat dan besar, namun karena harga komoditasnya ancur-ancuran, lalu market menghargai emiten tersebut dengan PBV "katakan" 0,34x, maka selamat anda mendapatkan Jackpot.

Memang tidak mudah karena pada saat tersebut kondisi emiten sedang berdarah-darah, tapi saham komoditas adalah yang paling sering memberi jackpot dibandingkan emiten lainnya dengan pertumbuhan yang sustain.

Hal ini dikarenakan market menilai saham komoditas terlalu over react, disaat harga komoditas anjlok harga saham dihargai murah secara gila-gilaan, sedangkan disaat harga komoditas naik tinggi, harga saham juga dihargai overprice.

Saat ini PBV MEDC ada di angka 0,48x diharga 490, sehingga jika nantinya harga saham MEDC mampu menyamai Book Valuenya, anda sudah mendapatkan keuntungan lebih dari 100%. Dimana nilai Book Value MEDC ada diangka USD 0,0687 atau sekitar Rp 1.023 dengan kurs Rp 14.900/USD.

Dividen MEDC

MEDC bukanlah tipe emiten pembagi dividen, sehingga bagi anda yang Dividen Hunter, lupakan MEDC.

Sentimen

Sentimen utama MEDC saat ini adalah COVID-19 dan harga minyak mentah dunia. Namun yang memberikan sentimen terkuat adalah harga minyak dunia. Seperti pada grafik diatas, anda dapat melihat relevansi antara harga saham MEDC dengan harga minyak mentah dunia. Sehingga dengan kondisi sekarang yang harga minyak mentah mengalami rally dalam sepekan terakhir, maka harga saham MEDC berpotensi untuk mengalami penguatan.