Harga Saham CPIN : Emiten Poultry Paling Sehat

harga saham cpin dan analisanya

Blogsaham.com - Sebagai salah satu emiten super dengan kondisi fundamental yang baik, harga saham CPIN tetap tidak dapat menahan laju penurunan ditengah kondisi IHSG yang drop hingga membuat tersungkur di area 4000an dari range 6000-7000. Tentu penurunan ini menjadi berkah tersendiri baik bagi mereka yang mencari saham bagus nan murah atau mereka yang gemar mengoleksi emiten poultry macam CPIN ini.

Disisi lain CPIN adalah market leader untuk sektor bisnis poultry dimana pesaing mereka seperti JPFA dan MAIN masih belum menunjukkan konsistensi kinerja seperti halnya CPIN ini. Untuk itu CPIN akan tetap memimpin baik dalam hal recovery harga saham ataupun dari sisi bisnis poultry itu sendiri.

Sehingga hanya dengan melihat perkembangan harga saham CPIN dan bisnisnya, kita dapat memproyeksikan kondisi sektor poultry kedepannya dan bagaimana potensi yang ada untuk dapat dimanfaatkan.

Fundamental CPIN

Secara fundamental tidak ada masalah sama sekali pada diri CPIN meskipun harga sahamnya sedang drop untuk saat ini. Bahkan dalam laporan keuangan CPIN untuk kuartal I 2020 ini saja mereka mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang baik meskipun catatan penjualannya mengalami penurunan sebesar -4% untuk periode yang sama.

Kondisi tersebut memberikan informasi bahwa meski penjualan perusahaan mengalami penurunan, namun pihak manajemen mampu melakukan efisiensi sehingga CPIN dapat mencetak keuntungan hampir 1 triliun rupiah atau tepatnya Rp 920 miliar dengan pertumbuhan sebesar 13% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Tentu hal ini menjadi angin segar untuk dapat mendorong harga saham CPIN kembali bergairah setelah penurunan yang tajam beberapa waktu silam.

Sebagai gambaran saja, dengan penjualan pada kuartal I 2020 sebesar Rp 13,9 triliun dimana angka tersebut sama dengan 23% dari total penjualan 2019 full year, maka tidak akan begitu berat bagi CPIN untuk setidaknya menyamai angka penjualan tahun sebelumnya.

Meski tetap harus diperhatikan dengan kondisi saat ini yang mana dilakukan PSBB dibeberapa kota besar dan menurunnya aktifitas ekonomi memberikan ancaman tersendiri pada tingkat konsumsi daging ayam yang dapat menurunkan permintaan pakan itu sendiri.

Kabar baiknya (sedikit sih) adalah 1 minggu terakhir pada bulan puasa 2020 ini harga ayam mengalami peningkatan dimana konsumsi masyarakat akan daging ayam tidak turun signifikan ditengah pandemi, setidaknya memberikan peluang kinerja CPIN di kuartal II 2020 tidak akan terlalu buruk meski penurunan kinerja QoQ akan tetap terjadi.

Disisi lain laba bersih emiten per kuartal I 2020 juga dinilai cukup baik dengan mencatatkan keuntungan sebesar Rp 920 miliar dimana angka tersebut sama dengan 25% dari total laba bersih pada 2019 silam. Sehingga meski mengalami penurunan penjualan pada kuartal sebelumnya laba emiten tetap terjaga, dengan begini jika pihak manajemen CPIN mampu mempertahankan efisiensi maka diyakini laba bersih pada kuartal II 2020 tidak akan begitu buruk.

Dari sisi fundamental emiten, CPIN tergolong emiten minim utang dimana hal ini dibuktikan dengan angka DER sebesar 0,4x dari total ekuitas. Tentu hal ini dapat membuat emiten kuat menghadapi terpaan resesi dengan kemampuan membayar utang yang cukup baik.

Sehingga dengan angka DER sekecil itu, CPIN menjadi pilihan paling reasonable untuk dijadikan investasi jangka panjang. Apalagi dengan ROE yang diperkirakan untuk tahun 2020 ini akan sebesar 16% maka tidak diragukan lagi bahwa bisnis CPIN kedepannya akan baik-baik saja meski kondisi perekonomian nasional sedang bergoyang.

Intinya adalah selama masyarakat Indonesia masih tinggi konsumsi daging ayam, maka bisnis CPIN akan tetap baik-baik saja, anda hanya perlu mengikuti perkembangannya dan harga saham CPIN di pasar saham Indonesia.

Harga Saham CPIN

grafik harga saham cpin
Grafik harga saham CPIN : www.investing.com

CPIN berpotensi untuk menembus level resisten untuk kemudian bergerak mendekati resisten selajutnya. Ada beberapa sentimen positif yang berpotensi mendorong harga saham CPIN naik cukup tinggi.

Pertama kinerja fundamental CPIN dikuartal I 2020 dilaporkan cukup baik meski penjualannya mengalami penurunan, namun laba bersih tercatat masih tumbuh ditengah pandemi. Tentu ini memberikan angin segar ditengah IHSG yang sideways dan tidak ada lagi sentimen negatif lagi yang dapat membuat indeks bergerak sangat volatil.

Kedua, chart CPIN menunjukkan pola reversal, dimana pola ini sangat disukai para trader sehingga akan mendorong beberapa tipe trader untuk mengambil langkah beli, diantaranya adalah trader tipe breakout. Trader tipe ini dapat membantu harga saham CPIN bergerak naik dengan power yang cukup.

Level resisten yang cukup untuk didekati (target) diarea harga 6000an, dimana pada level ini terdapat resisten yang cukup kuat dan berpotensi akan membuat CPIN kembali turun. Untuk itu, penting melihat level-level resisten CPIN itu sendiri.

Valuasi

Secara valuasi dengan menggunakan PER dan PBV, maka CPIN tergolong emiten yang mahal alias overvalued. Namun karena kinerja fundamentalnya yang masih terus tumbuh dan harga sahamnya masih turun dibandingkan dengan awal tahun 2020, maka CPIN masih sangat layak untuk dikoleksi namun dalam jumlah yang terbatas.

Untuk saat ini CPIN masih cocok untuk jangka pendek, namun untuk jangka panjang (diatas satu tahun) sangat cocok, dengan kinerja tersebut tentu CPIN menjadi pilihan pada fund-fund gede baik lokal maupun asing.

Dividen

CPIN merupakan emiten yang rutin membagikan dividen, dimana pada tahun 2008 rasio dividen atas laba bersih mencapai 40%. Tentu dengan melihat histori tersebut, dividen tahun 2019 berpotensi memiliki DPR yang sama. Sehingga jika menggunakan data historis tersebut, dividen CPIN dapat mencapai Rp 93-94 per lembarnya.

Dengan besaran DPR tersebut dan DPS dikisaran 90an per lembarnya, maka yield dividen CPIN untuk tahu 2019  diperkirakan sebesar 2% dengna menggunakan harga 4800 per lembar.

Sentimen

Sentimen CPIN yang utama tetap adalah corona dan PSBB, namun sentimen positif CPIN berasal dari catatan kinerja kuartal I 2020 yang cukup baik, sehingga berpotensi mendorong harga saham CPIN menembus level resisten terdekat.