Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Strategi Investasi Saham Terbaik dan Mudah

strategi investasi saham terbaik dan mudah versi blogsaham.com

Mengarungi dunia investasi saham tidaklah mudah, banyak investor atau trader yang jatuh dan mundur dari arena ini.

Memang benar, di bursa saham semua bisa terjadi, bisa menjadi kaya dalam semalam atau jatuh miskin dalam sekejap.

Anda tidak perlu meragukan kemungkinan tersebut, dan anda akan mendapati banyak sekali cerita-cerita tentang kesuksesan mereka disana, yang seringkali diangkat oleh media-media untuk memotivasi siapapun yang membaca untuk terjun di saham.

Namun tahukah anda, bahwa mereka mendapati itu semua melalui serangkaian proses yang panjang dan terjal.

Sebelum mereka berada dalam posisi saat ini, mereka mencoba berbagai macam strategi yang ada baik itu di internet ataupun forum-forum diskusi.

Strategi investasi ini diperlukan agar tujuan mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang dapat tercapai, sehingga memudahkan seseorang untuk memanage protofolio mereka sewaktu-waktu.

Anda pun demikian, membutuhkan strategi yang tepat.

Strategi seperti apakah yang tepat untuk anda? Simak ulasan dibawah ini.

Strategi Investasi Saham

Dalam dunia bisnis apapun, memerlukan persiapan yang matang, dimulai dengan perencanaan, eksekusi, evaluasi dan lain sebagainya.

Begitu pula dalam investasi saham.

Anda tidak boleh melakukan kesalahan seperti membeli saham tanpa trading plan atau rencana investasi.

Mengapa demikian?

Jika anda melakukan kesalahan tersebut, maka anda berpotensi mengalami kegagalan, dan kegagalan itu akan membuat anda ditendang dari bursa dengan kondisi yang kurang baik.

Membuat strategi investasi harus sesuai dengan karakteristik diri kita, serta hasil dari profil risiko yang kita miliki.

Sebagai contoh, anda adalah seorang pemuda berumur 25 tahun, anda sangat agresif dalam melakukan transaksi jual beli saham. Namun ketika histori trading anda tidak dievaluasi, anda tidak akan pernah tahu seberapa berhasil tebakan anda pada setiap momen.

Namun jika anda mencatat dan menyiapkan berbagai strategi, setidaknya anda akan tahu seberapa besar keberhasilan anda dalam menebak dan harus bagaimana selanjutnya.

Kemampuan tersebut sangat diperlukan, karena dengan begitu anda bisa meningkatkan kapasitas anda dan daya tahan anda dalam berinvestasi.

Analisa merupakan hal yang penting, namun ada yang jauh lebih penting dari itu. Perencanaan yang matang.

Gagal dalam merencanakan, itu artinya sama dengan berencana untuk gagal.

Startegi setiap orang berbeda, biasanya terbentuk karena pengetahuan dan pengalaman selama terjun di bursa.

Anda yang telah berada di bursa 3 tahun, akan memiliki strategi yang berbeda dengan mereka yang lebih dari 7 tahun dibursa.

Namun begitu, membuat strategi investasi tidaklah sulit, kesulitan terbesarnya adalah melaksanakannya dengan konsisten.


Berikut ini adalah beberapa tips mudah untuk menentukan stratgei investasi anda.

Buatlah Perencanaan Trading Anda

Perencanaan yang baik adalah segalanya.

Beberapa hal yang harus anda tentukan dalam membuat trading plan
  • Kapan anda beli (Buy) dan Mengapa
  • Batas Resiko (Cut Lose)
  • Trailing Stop
  • Target Harga (Sell) dan Mengapa
Kita jabarkan satu persatu point diatas.

Anda harus tahu dan mengerti kapan waktunya anda beli suatu saham. Menentukan titik beli memang tidaklah simpel, namun anda bisa membuat ketentuan tersendiri.

Seperti beli jika harga mendekati support trendline, atau harga mendekati MA20. Dengan alasan beberapa histori pergerakan saham ini ketika dia mendekati MA20 selalu berbalik arah, jadi MA20 merupakan support kuatnya.

Atau alasan lainnya adalah beberapa saham lain yang masuk dalam satu sektor sudah naik sedangkan saham ini belum, selain itu harga juga masih berada di sekitar support.

Memahami alasan mengapa anda masuk atau beli, akan memudahkan anda melakukan evaluasi apakah nantinya saham tersebut akan disimpan sampai target harga tercapai, atau akan dijual karena kondisi tertentu.

Ketika anda sudah menentukan titik beli dengan alasan yang tepat alias logis secara keilmuan, maka tahap selanjutnya adalah anda menentukan titik toleransi dalam resiko atau biasa dikenal sebagai titik Cut Lose (CL).

Titik ini dianggap memiliki peran yang sangat penting dikarenakan mampu memberikan batasan resiko dan menahan laju kerugian yang bisa saja terjadi lebih besar.

Dengan menentukan titik ini, anda akan dapat mengambil keputusan menjual dengan alasan seperti 
  • Terdapat berita atau News terkait emiten, sektor atau kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh negatif  (jelek) secara langsung atau tidak langsung
  • Pergerakan harga tidak sesuai analisa atau analisa kita salah
Dari situ, kita akan mudah mengambil tindakan untuk mengamankan protofolio kita dari kemungkinan kerugian yang lebih besar.

Jika ternyata analisa kita tepat atau harga bergerak sesuai analisa kita sebelumnya, anda terlebih dahulu menentukan trailling stop atau target harga.

Trailing stop digunakan jika anda menginginkan profit yang besar namun tidak mau tergerus karena harga berbalik arah. Anda bisa membuat trailing stop secara otomatis di aplikasi trading saham online anda, dengan mengatur (contoh) 5 tick dari harga closing hari kemarin atau 3% dari high candle sebelumnya.

Namun jika anda telah menentukan target harga dan yakin akan tercapai, maka tentuka di rentang harga berapa anda akan menjualnya.

Tidak ada patokan atau panduan yang pasti mengenai ini tapi anda bisa menentukan harga jual (contoh) 1 tick dibawah resisten.

Dengan cara ini anda akan dengan mudah keputusan-keputusan yang penting, sehingga portofolio anda tetap sehat.

Selain itu anda juga akan sangat mudah melakukan evaluasi atas kegiatan trading selama periode tertentu, seperti tingkat atau rasio keberhasilan trading atas tebakan (analisa).


Batasi Jumlah Saham Yang Anda Tradingkan

Manusia dianugerahi otak dan pikiran yang luar biasa oleh Allah SWT, namun begitu salah satu kekurangan kita sebagai manusia adalah mengingat dan menangkap banyak momen dalam satu waktu.

Kekurangan tersebut juga muncul ketika kita memahami pergerakan harga dari banyaknya saham yang ada di BEI.

Tidaklah mungkin dari sektiar 700 lebih saham untuk kita analisa semuanya, sehingga diperlukan saham pilihan atau stockpick yang akan kita gunakan dalam aktifitas trading atau investasi.

Berbeda halnya dengan trading, dalam Investasi hal ini tidak begitu berlaku, karena time frame yang dipakai jauh lebih panjang dan mereka berbasis fundamental.

Stockpick para investor ini akan dipilih berdasarkan metode masing-masing namun tetap based on fundamental masing-masing emiten.

Jadi pembatasan jumlah saham atau stockpick ini lebih cocok untuk mereka yang trading.

Dengan membatasi jumlah saham akan memudahkan kita untuk memonitor dan memahami pola pergerakan harga.

Sehingga dengan demikian membuta potensi kita berhasil di saham tersebut semakin besar, karena kita sudah tahu kebiasaan saham tersebut.

Anda bisa menentukan stockpick dengan jumlah 10 saham dari berbagai sektor, terutama leading sektor.

Atau anda juga bisa menentukan saham non leading sektor namun memiliki fundamental yang bagus, biasanya saham yang dipilih adalah second liner yang memiliki pergerakan relatif fluktuatif.

Time Frame Seperti Apa yang Anda Inginkan

Time frame atau jangka waktu investasi dan trading anda sangat menentukan dalam pembuatan trading plan.

Time frame seorang trader akan berbeda dengan investor, di dalam trading sendiri pun banyak sekali pilihan time frame yang harus ditentukan.

Time frame itu sendiri terbagi dalam banyak kategori, mulai dari time fram menit, jam, sesion, hari, mingguan, bulanan, atau tahunan.

Bagi sebagian besar trader, mereka rata-rata mengambil jangka waktu yang relatif pendek, mayoritas kurang dari 1 bulan.

Jika anda seorang trader yang mengambil time frame lebih dari 1 bulan, biasanya ia tipe trader yang mengambil posisi di titik tertentu dengan target harga yang jauh yang mana dasar pembelian saham menggunakan beberapa metode analisis.

Namun untuk trader dengan jangka waktu kurang dari 1 bulan, sering disebut sebagai swing trader atau day trader dengan time frame yang lebih pendek.

Tipe trader seperti ini hanya fokus pada pergerakan harga dengan menggunakan indikator teknikal pilihannya dan price action.

Ringkasnya time frame yang anda pilih akan menentukan strategi apa yang akan anda gunakan, sehingga anda akan dengan mudah membuat trading plan.

Ok, secara ringkas anda bisa simak rangkuman berikut ini

  • Investor umumnya menggunakan time frame yang panjang lebih dari satu tahun, meski tidak menutup kemungkinan kurang dari satu tahun jika terjadi sesuatu dengan kinerja perusahaan. Investor berpatokan pada kinerja fundamental dan potensi bisnis dimasa mendatang dengan melihat rencanan perusahaan dan kebijakan dari pemerintah terkait. Bagaimana dengan harga saham? Mereka biasanya menggunakan valuasi untuk memutuskan untuk  beli atau jual saham yang diincar, namun kelemahan dari valuasi adalah subjektifitasnya sangat tinggi, sehingga diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang baik.
  • Position Trader merupakan tipe trader yang mengikuti trend baik itu harga sahamnya ataupun bisnis emiten terkait. Untuk harga saham, mereka umumnya menggunakan patokan tertentu, seperti menggunakan metode O'Neil untuk mendapatkan gain berlipat
  • Swing Trader lebih pendek lagi time framenya, dia hanya memanfaatkan support dan resist untuk keluar masuk. Sangat berpedoman pada teknikal, sedang untuk sisi fundamental yang mereka pakai adalah berita atau rilis laporan keuangan untuk mendapatkan momentum
  • Day Trader ini tidak melihat banyak faktor untuk mengambil keputusan, umumnya berpatokan pada pergerakan harga dalam time frame 5 dan 15 menitan, serta sangat memperhatikan news atau sentimen yang berkembang saat itu
 
Penting sekali menentukan time frame, saran terbaik adalah sesuaikan dengan karakteristik dan psikologi anda dalam aktifitas di bursa.

Seberapa Kuat Psikologi Anda Menghadapi Market

Memiliki mental baja tidak harus di dunia nyata atau kerja di bagian marketing, namun di bursa saham hal ini sangat penting.

Mental baja diperlukan untuk membuat hati dan pikiran seorang investor dan trader tetap tenang dan jernih dalam mengambil keputusan.

Banyak orang diluar sana mampu menganalisa dengan baik, membuat trading plan hebat, namun karena ada masalah di rumah atau bisnis lalu terbawa ke aktifitas tradingnya, maka dapat merusak semua yang telah direncanakan.

Kerusakan itu bisa berupa salah evaluasi, atau pengambilan keputusan seperti CL meski harga baru bergerak Pullback dengan volume yang kecil yang memberikan sinyal bahwa trend belum berubah.

Atau menjual sahamnya yang naik meski trend atau target harga masih belum tercapai.

Tentu hal ini akan merugikan anda.

Pentingnya pikiran dan hati yang tenang dan jernih adalah salah satu kunci utama dalam aktifitas trading.

Banyak pakar mengatakan bahwa tools atau analisa kita hanya memiliki peran yang kecil dibandingkan dengan psikologi kita di market itu sendiri.

Pernahkah anda mengalami beberapa hal berikut ini?

1. Membeli saham yang tahu bahwa saham itu termasuk saham gorengan, namun anda yakin karena banyaknya orang yang cuan atau profit disana

2. Rentetan profit yang anda raih, membuat anda pede untuk mengambil posisi untuk kesekian kali, meski sebenarnya market sudah tidak lagi mendukung

3. Kerugian yang terus anda alami, membuat anda menggebu-gebu untuk mencari saham yang "bisa" mengembalikan kerugian anda sebelumnya

4. Bias analisa, mudahnya adalah ketika anda menganalisa saham ABCD dan hasilnya mengatakan bahwa saham tersebut akan sideways cukup lama atau berpotensi turun (naik), namun di forum banyak sekali trader yang mengatakan bahwa saham ABCD tersebut akan naik (turun), sehingga membuat anda ragu

5. Tiga kali anda meraih profit, lalu 2 kali anda mengalami kerugian beruntun, dan anda mengambil kesimpulan bahwa sistem trading anda sudah tidak berhasil. Kemudian melihat diluar sana ada yang "pamer" profit, lalu anda membuang sistem trading anda demi yang baru, namun tidak juga memberikan hasil positif.

6. Dan masih banyak lagi

Hal-hal semcam itu terjadi pada setiap trader, baik mereka yang masih baru atau yang sudah malang melintang di bursa saham.

Perbedaannya adalah kemampuan mengendalikan dan mengukur emosi (psikologi) masing-masing.

Psikologi di market juga berhubungan dengan profil risiko.

Terkadang ada trader yang mampu atau memiliki profil risiko CL di 5%, namun ada juga yang hanya mampu di angka 2-3%.

Profil risiko ini sangat penting untuk anda ketahui, agar anda dapat mengukur sejauh mana kerugian yang bisa anda terima tanpa mempengaruhi emosi anda.

Sisihkan waktu anda untuk sendiri, memikirkan apa yang telah anda lakukan di bursa. Melihat histori trading (investasi) anda dan membuat catatan-catatan kesalahan yang sering anda lakukan.

Kemudian setelah anda mendapati semua kesalahan-kesalahan yang telah anda lakukan dalam catatan tersebut, cata apa saja yang membuat trading anda sukses menghasilkan profit atau CL yang tepat (sesuai trading plan).

Pelajari kebiasaan buruk anda selama trading, evaluasi.

Jika sedang berada dalam masalah, kurangi aktifitas anda di bursa untuk sementara.

Tidak disarankan membuat keputusan atau melihat running trade jika emosi anda tidak stabil.

Evaluasi

Setiap perencanaan harus ada evaluasi.

Setiap kegiatan harus ada evaluasi.

Begitu juga dengan trading anda.

Evaluasi akan membantu anda dalam memperbaiki keputusan-keputusan trading ke depannya.

Mereka yang tidak pernah melakukan evaluasi, akan sangat sulit untuk meng-Scale Up tradingnya untuk masa selanjutnya.

Evaluasi trading bisa berupa
  1. Trading Plan yang telah dibuat apakah dapat dijalankan dengan baik
  2. Kelemahan yang terdapat dalam trading plan kita
  3. Kondisi market selama aktifitas trading saham ABCD
  4. Sentimen atau berita yang keluar
  5. Landasan pengambilan keputusan Beli dan Jual
  6. Risk and Reward yang didapatkan dalam satu aktifitas trading
  7. Sistem Trading yang digunakan
  8. Anda bisa menambahkan sendiri (sesuaikan dengan kondisi)
Evaluasi bisa anda lakukan kapan saja, tidak harus setiap trade di evaluasi.

Bisa dilakukan setiap seminggu sekali (weekend) atau sebulan sekali.

Tidak ada patokan khusus untuk ini, yang terpenting adalah anda konsisten dengan kegiatan ini.

Jika evaluasi anda menunjukkan perkembangan positif dan disertai dengan hasil trading yang baik, hal ini menjadi sinyal positif bahwa apa yang sudah anda lakukan selama ini berada dalam trend atau jalur yang tepat.

Anda tidak harus memiliki winning rate 60% keatas dalam trading, namun seberapa besar efek hasil trading anda pada pertumbuhan protofilio itulah poin utama.

Percuma dong jika winning rate kita diatas 60% namun pertumbuhan porto enggak begitu menggembirakan.

Silakan anda susun sendiri poin yang akan anda evaluasi dari aktifitas trading, namun beberapa poin diatas bisa anda jadikan rujukan untuk diadikan item evaluasi.

Studi Kasus : Membuat Strategi

Apa yang akan disampaikan pada bagian ini adalah contoh, dimana anda bisa memodifikasi atau membuat berbeda dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan anda.

Contoh dibawah ini aan dibuat pada tiga tahapan, yang mana masing-masing harus memiliki setup yang dipersiapkan, termasuk plan A atau Plan B.

Mengapa demikian?

Market itu tidak bisa dikendalikan, meski ada yang berpendapat mereka yang memiliki dana besar bisa menggerakan pasar dan menggambar chart.

Hal itu memang ada potensi untuk terjadi, tidak dalam jangka panjang.

Baiklah, kita lanjut pembahasannya.

Berikut tiga tahapan tersebut.

Perencanaan

Pada tahap ini anda harus men-setup beberapa bagian yang menjadi bagian pokok.

Perencanaan bisa berupa analisa saham, trading plan, money management dan lain sebagainya.

Berikut poin-poin yang harus anda persiapkan
  • Tools dan Analisa
  • Trading Plan
  • Money Management
Pada bagian tools dan analisa, anda wajib memilikinya. Tools ini bisa berupa anda menggunakan teknikal atau fundamental.

Jika anda menggunakan analisa teknikal, maka metode apa yang anda gunakan dan analisa, apakah itu menggunakan indikator Moving Average atau hanya menggunakan price action saja.

Misal pada bagian ini anda menetapkan menggunakan Moving Average 20 dan 50 dengan dukungan indikator Volume.

Setupnya adalah, apabila harga breakout dari MA20 dan posisi MA20 harus berada diatas MA50 disertai volume yang cukup, maka anda masuk 50% dari total dana yang anda alokasikan untuk membeli saham ABCD tersebut.

Karena harga terus saja naik, maka anda menggunakan trailing stop sebesar 2% dari harga closing candle sebelumnya. (Plan A)

Jadi dengan teknik ini, anda akan mendapatkan keuntungan dari 50% dana yang anda gunakan jika trailing stop terkena.

Namun dalam perjalanan trading anda menemukan (hasil analisa) bahwa harga akan berada dalam trend yang cukup panjang dengan memperhatikan kondisi indeks, maka trailing stop tidak anda gunakan dahulu.

Dan anda menentukan untuk menambah sisa dana yang telah digunakan untuk membeli lagi saham tersebut dengan syarat jika harga menyentuh atau mendekati MA20 dan berbalik arah untuk kembali naik. (Plan B)

Dengan Plan B, anda memiliki potensi profit yang lebih besar, karena dana yang anda alokasikan, telah digunakan semua.

Plan B tersebut adalah mengikuti trend, sehingga target harga tidak perlu ditentukan diawal, cukup menggunakan trailing stop setelah pembelian kedua berhasil dilakukan.

Jika ternyata anda tidak berkenan mengikuti trend, dan merasa cukup untuk mendapatkan keuntungan beberapa persen, maka anda bisa menetapkan trading plan sebagai berikut :
  • Titik Masuk (buy)
  • Titik CL
  • Target Harga (trailing stop/jual)
Titik masuk atau buy bisa mengacu pada support terdekat baik itu MA20 atau support line yang biasa anda gunakan.

Titik CL bisa anda tentukan dengan ketentuan 2 atau 3 tick dari harga beli.

Target harga anda tentukan berdasarkan resisten terdekat atau target harga yang anda inginkan. Sebaiknya target harga jual anda ada di 1 atau 2 tick dibawah resisten.

Mengapa demikian?

Jika power kenaikan harga sangat baik, anda bisa jual di resisten atau diatasnya, namun ketika powernya biasa saja, harga resis hanya akan tersentuh beberapa kali dan antrian anda belum tentu tersentuh.

Bisa jadi harga menyentuh harga resist dan anda pasang antrian disitu, namun harga berbalik arah dan tidak kembali ke harga resist tersebut.

Untuk "mengakali" hal tersebut, maka juallah saham anda 1 atau 2 tick dibawah harga resisten.

Begitu juga di support saat beli.

Lakukan antrian beli di dua harag berbeda, satu antrian di harga support + 1 tick dan tepat di harag support.

Hal ini juga diupayakan agar antrian beli anda tercapai baik itu salah satu antriannya atau semuanya.

Namun jika anda benar-benar yakin kalau antrian anda di support akan tersentuh, maka tidak ada yang salah.

Namun, siapa yang tahu bahwa market akan menjemput antrian anda? Tidak ada.

Pelaksanaan

Setelah anda menentukan trading plan beserta teman-temannya seperti pada uraian diatas, kini anda wajib mengawal pergerakan harga saham yang telah dibeli.

Hal ini harus dilakukan untuk memantau sejauh mana perkembangan trading kita, apakah sesuai dengan analisa atau berbeda.

Apakah market (indeks) mendukung analisa kita atau sebaliknya?

Inilah pentingnya mengawal trading kita setiap waktu.

Yang harus anda lakukan sebelum market buka adalah 
  • Review pergerakan saham anda, apakah sesuai dengan analisa sebelumnya atau tidak
  • Jika harga naik, naikkan titik CL pada titik buy kemarin. Lakukan setup ini pada online trading anda di pagi hari. Hal ini dimaksudkan agar ketika harga berbalik arah anda sudah cukup dengan Break Even Poin alias BEP karena terjual di harga beli.
  • Jika harga turun dibawah harga beli, jual jika menyentuh titik CL anda (sebaiknya gunakan automatic order di online trading). Lakukan ini diawal setelah anda mendapatkan saham incaran, dan setiap pagi sebelum market buka. Sehingga saham anda akan terjual otomatis oleh sistem, jadi anda tidak perlu repot harus membuka aplikasi apalagi disaat anda sedang sibuk
  • Amati berita terkait saham (emiten) yang anda miliki. Baik itu berita tentang perkembangan ekonomi nasional, regional, internasional, sektor industri maupun langsung pada emiten itu sendiri.
  • Jika ternyata harga bergerak sangat cepat dan anda menemukan bahwa tidak ada sentimen fundamental yang kuat, anda bisa menetapkan titik trailing stop atau titik jual. Saham yang mengalami kenaikan cepat tanpa ada pondasi fundamental yang bagus, akan dengan mudah untuk runtuh kembali.
  • Jika ternyata saham yang anda incar tidak bergerak naik alias sideways, lihat saham lain yang satu sektor. Jika mereka tidak naik atau malah turun, anda bisa mempertimbangkan untuk menjualnya.

Evaluasi

Lihat hasil trading anda setelah melakukan tahapan-tahapan diatas, dan seberapa besar efek yang dihasilkan terhadap porto anda secara keseluruhan.

Sejauh mana anda menjalani aktifitas trading plan dengan strategi diatas, dan apa saja yang anda rasakan, bandingkan dengan hasilnya.


Kesimpulan

Tidak ada strategi atau analisa yang bisa menghasilkan akurasi hingga 100%.

Sebagaimana sebuah bisnis, setelah melakukan perencanaan (trading plan dan setup), anda diwajibkan untuk mengikuti perkembangan saham anda.

Evaluasi dipagi hari tentu wajib dilakukan. 

Menentukan langkah apa yang harus dilakukan saat market buka nanti adalah keharusan.

Karena jika anda kehilangan ini, anda bisa kehilangan profit yang sudah ada didepan mata anda.

Secara umum strategi trading atau investasi itu terdiri atas tiga poin, yakni :
  • Perencanaan (Planning)
  • Pelaksaanaan
  • Evaluasi
Masing-masing poin memiliki langkah tersendiri, anda tidak perlu pusing memikirkannya.

Anda hanya perlu membuat rangkaian ritual sederhana setiap pagi sebelum market buka yang anda taruh di meja kerja.

Jangan pernah melakukan analisa di saat market buka, ini bisa menghasilkan bias analisis.

Lakukan dengan enjoy, dan ulangi sampai anda terbiasa dengan aktifitas tersebut.