Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Pesta Telah Usai, Kemanakah IHSG?

Dalam seminggu terakhir IHSG telah mengalami penurunan yang cukup dalam, bahkan mayoritas candle yang terbentuk adalah downtrend.

Kini IHSG berada dalam minor downtrend namun berpotensi tinggi untuk downtrend jangka menengah. Beberapa hal yang menjadi alasan kenapa IHSG dapat mengarah untuk kembali downtrend dan membuat pergerakan saham-saham pilihan menjadi terhambat atau malah turun lebih dalam.


IHSG dalam Downtrend, Akankah Resesi?

Untuk mempermudah memberikan gambaran mengapa IHSG berada dalam fase tersebut dan apa yang harus kita lakukan selanjutnya, simak ulasannya berikut ini :

IHSG Test Support Line

Kami mencoba membuat dua gambaran dengan support yang berbeda, hal ini diupayakan agar mudah dipahami dari berbagai sudut pandang.

Kedua, support keduanya bermuara pada titik area yang sama, hal ini mengindikasikan bahwa support tersebut cukup kuat untuk ditembus.

Jika nantinya support line tersebut tertembus, maka level selanjutnya adalah di 4500, tentu hal ini mempertimbangkan level psikologis di 5000 yang sudah tertembus dan gagal break up lagi.

Berikut chart keduanya

trendline ihsg
Trendline 1

trendline ihsg
Trendline 2

Titik kuncinya ada pada kedua trendline tersebut, yang pasti ketika support tersebut tidak membuat IHSG berbalik arah, maka akan terbentuk lower low dan ini confirm bahwa IHSG downtrend jangka menengah.

Fibonacci Memberikan Gambaran Lebih

fibonaci ihsg
Fibonacci

Perhatikan pada kotak hijau, daerah tersebut adalah area kritis IHSG. Titik itu juga sama dengan support line sebagaimana pada chart sebelumnya.

Sehingga dengan ini, bisa dipastikan saat ini IHSG berada pada area kritis dan akan menentukan kemana arah IHSG selanjutnya.

Moving Average sudah Deadcross

MA IHSG
Trend IHSG berdasarkan MA 20 dan 50

Sebagaimana kita ketahui, MA menunjukan kecenderungan trend atas sebuah saham atau indeks. MA 20 dan 50 diatas saat ini berpotensi besar untuk terjadi Deadcross yang berarti bahwa downtrend telah confirm.

Kedua, ketika IHSG rebound beberapa waktu lalu, ia gagal tembus (Break Up) MA50, sehingga pergerakannya kembali kebawah untuk test support.

Pertumbuhan Kasus COVID-19 masih tinggi

Berdasarkan data covid19.go.id pada saat artikel ini ditulis, pertumbuhan kasus baru mencapai diatas 4000 per harinya, dan ini merupakan rekor baru dan sepertinya akan ada rekor baru untuk kasus baru.

Pertumbuhan kasus baru COVID-19 menunjukan bahwa pandemi ini belum mencapai puncaknya dan tentunya akan memberi tekanan lanjutan pada pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan begitu, proyeksi pertumbuhan menjadi pesimis, dan IHSG sebagai salah satu bursa saham Indonesia tidak bisa menghindari fakta tersebut.

Maka sentimen ini masih yang paling utama dalam mempengaruhi pergerakan IHSG, dan tetap menjadi perhatian utama dalam memproyeksikan pergerakan indeks.

Indonesia Masuk Resesi 2020

Mengutip dari Wikipedia, resesi adalah kondisi dimana pertumbuhan PDB sebuah negara bernilai ngatif selama minimal 2 kuartal secara berturut-turut.

Saat ini dengan melihat definisi tersebut Indonesia belum masuk Resesi, namun mengingat belum pulihnya aktifitas ekonomi dan masih tingginya kasus baru COVID-19, nampaknya resesi sudah ada didepan mata.

Berdasarkan data BPS, pada kuratal I 2020 PDB indonesia masih tumbuh positif sebesar 2,97% meski sebenarnya mengalami penurunan dibandingkan Kuartal yang sama pada tahun sebelumnya.

Kemudian pada kuartal II 2020, PDB Indonesia kontraksi alias mengalami penurunan menjadi -5,32% dan ini menjadi sinyal kuat bahwa Mr. Resesi sudah mengetuk pintu ekonomi kita.

Untuk itu, memperhatikan data pertumbuhan ekonomi Q3 nanti sangatlah penting, dan sektor mana saja yang menjadi penyumbang penurunan terbesar PDB kuartal III.

Kesimpulan

Dengan melihat chart dan data-data tersebut, maka IHSG tidak akan tumbuh signifikan untuk saat ini.

Namun membuat perencanaan investasi atau trading kita adalah yang utama, jika saat ini anda siap untuk membuat porto anda Full Cash, itu jauh lebih penting. 

Tapi jika tidak, maka setidaknya ada cash yang bisa anda gunakan untuk serok bawah pada saat atau momentum yang tepat nantinya.

Kapankah itu? Biarkan IHSG yang menunjukkan jalannya.