Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Buyback 1 T, Bagaimana Kinerja Saham BRPT?

Siapa yang tidak kenal saham BRPT?

Salah satu saham dengan sejarah kenaikan harga yang luar biasa dalam waktu yang sangat singkat, serta mengalami recovery pasca merebaknya COVID-19 lalu hanya dalam waktu satu bulan saja.

BRPT sendiri merupakan saham yang secara kinerja keuangannya biasa-biasa saja, namun pengaruh owner terhadap pergerakan saham tersebut begitu kuat.

Selain itu, TPIA selaku anak usaha BRPT yang diuntungkan dengan adanya penurunan harga minyak dunia, sudah tentu memberikan sentimen positif saat ini.

Perlu diketahui, per hari ini harga minyak mentah dunia berada diharga USD 37 per barel, dimana pada harga tersebut TPIA sangat diuntungkan karena ia mendapatkan bahan baku produksi yang cukup murah.

Sehingga potensi margin yang akan didapatkan cukup lebar.

Hal ini tentu berdampak pada laporan keuangan BRPT kedepannya, karena laporan konsolidasi pada BPRT akibat dari kepemilikan mayoritas pada TPIA.

Meski begitu, ada yang menarik dengan BRPT.

Pada Kuartal I s/d II 2020 lalu, pihak manajemen BRPT menyampaikan akan melakukan Buyback saham sebesar Rp 1 T.

Tentu dana buyback tersebut tidak begitu besar, namun juga tidak bisa dikatakan kecil.

Yang menjadi pertimbangannya adalah, masa Buyback pada tahap kedua ini hanya 3 bulan saja, yakni mulai dari 29 September 2020 sampai 29 Desember 2020.

Dengan dana tersebut, jelas harga akan mengalami kenaikan karena dengan terbukanya informasi tersebut akan membuat banyak investor memburu saham ini untuk disimpan dalam waktu 3-4 bulan kedepan.


Berapa Harga Buyback Saham BRPT?

Dalam masalah Buyback saham dimanapun, tidak ada penentuan harga pastinya, hal ini biasanya disesuaikan dengan proyeksi dan hitungan perusahaan.

Semisal, pihak manajemen akan buyback jika harga terlihat mengalami tekanan jual yang tinggi, sehingga diperlukan untuk menampung dan menjaga harga.

Atau jika harga berada dibawah nilai instriksinya berdasarkan perhitungan pihak manajemen.

Tentu kita sebagai investor dan trader tidak akan tahu pasti bagaiman perhitungan mereka dan pada harga berapa saja mereka akan melakukan buyback.

Namun dengan dana 1 triliun tersebut dan dengan batasan maksimal 2% (ini maksimal loh ya, bisa juga kurang dari ini) dari modal ditempatkan atau dengan jumlah saham maksimal 1,9 miliar lembar, maka jika dibagi rata akan ditemukan pada harga 526 per lembar.

Tentu itu tidak bisa menjadi patokan, namun setidaknya mampu membuat gambaran menjadi lebih jelas.

Perlu diketahui bahwa dana tersebut juga termasuk dana yang digunakan untuk buyback periode 13 Maret s/d 13 Juni 2020 silam.

Sehingga dana buyback kali ini lebih  rendah dari 1 triliun. Dan berapa pastinya, tidak ada yang tahu selain manajemen perusahaan.

Tapi kami meyakini dengan perhitungan sederhana tersebut, harga BRPT tidak akan menyentuh level dibawah 600, karena disitu merupakan level kritis.

Dilain sisi, saham treasury BRPT hingga Agustus 2020 baru sebesar 536 juta lembar, terdapat kenaikan 34 juta saham baru dibanding data akhir 2019 yang sebesar 502 juta lembar saham.

Tentu hal ini mengindikasikan bahwa stok dana yang akan digunakan untuk melakukan Buyback saham BRPT masih banyak

Dan sudah pasti ini sentimen positif.

Pergerakan Harga Saham BRPT

Perhatikan Chart BRPT berikut ini

harga saham brpt

Perhatikan 3 trendline diatas, saat ini harga BRPT mencoba test MA50 dan trendline warna biru muda.

Jika kedua resist tersebut tertembus, maka potensi kenaikannya bisa sampai pada 1100.

Namun tentu dengan kenaikan pada minggu sebelumnya yang mencapai 25%, potensi koreksi besar kemungkinan terjadi.

Supportnya berada di 800.

Jika ini terjadi, maka potensi pola 2WTS akan hadir dan bila confirm, trendline teratas akan tersentuh.

Volume perdagangan beberapa hari menunjukkan bahwa minat pasar cukup tinggi, maka base kenaikan saham BRPT sudah dianggap cukup kuat untuk melanjutkan kenaikan.

Kami sendiri berharap BRPT untuk rehat sejenak, agar kenaikan harganya tidak begitu rapuh mengingat rally yang terjadi sebelumnya.

Perhatikan kotak dan lingkaran berwarna kuning.

Pada bagian tersebut adalah kondisi dimana terjadinya Supplay and Demand yang kuat sebelum terjadinya kenaikan atau penurunan yang tajam.

Maka area 900 s.d 1100 merupakan area yang cukup realistis dijadikan target kenaikan saat ini.