Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Membuat Trading Plan Saham Dengan Mudah

cara membuat trading plan

Dalam menjalankan aktifitas trading, baik trading harian maupun swing trading, membuat trading plan adalah suatu keharusan.

Trading plan merupakan bagian penting dalam Metode dan Money Management. Kedua poin tersebut merupakan skill yang harus dimiliki oleh setiap trader, oleh karena itu kemampuan membuat trading plan harus dikuasai.

Untuk itu, agar kita sebagai trader mampu membuat trading plan dengan baik sehingga dapat memacu potensi pertumbuhan portofolio kita di masa depan.

Pengertian Trading Plan

Trading plan adalah sebuah kegiatan perencanaan dalam aktifitas trading, baik itu trading saham, forex ataupun trading komoditas.

Membuat perencanaan yang baik akan membuat anda disiplin dengan perencanaan tersebut, sehingga akan membuatmu tetap dalam jalur yang sudah disiapkan.

Seringkali para trader terombang-ambing oleh gelombang market yang begitu volatile dengan berbagai sentimen pasar.

Maka dengan Trading Plan yang baik dan benar, trader tersebut tidak akan lagi mengalai dilema.

Beberapa dilema yang seringkali dialami adalah seperti berikut ini
  1. Ketika saham dijual, harga malah naik
  2. Ketika saham dibeli, harga malah turun
  3. Ketika sudah profit, lalu di jual, ternyata harga saham naik makin tinggi
  4. Melakukan Average down dan berharap harga dapat segera naik kembali sehingga dapat memiliki potensi profit yang lebih besar karena telah AVD
  5. dan masih banyak lagi
Bagi kebanyakan trader, terutama pemula, hal ini sudah seperti menjadi makanan setiap trade. Maka kedisiplinan dan trading plan yang matang harus dimiliki.


Untuk itu, berikut adalah cara membuat trading plan yang mudah dibuat, tinggal bagaimana anda sebagai trader disiplin dengan trading plan yang telah dibuat.
Percuma saja memiliki trading plan yang bagus, namun tetap tidak disiplin dengan itu


Komponen Pokok Dalam Trading Plan

Terdapat tiga komponen pokok dan satu komponen tambahan dalam membuat trading plan, dimana anda harus membuat masing-masing komponen secara gamblang baru bisa menjalankan trade.

Ketiganya adalah 
  • Titik Entry (Buy)
  • Titik Exit (Sell)
  • Stop Loss (SL)
Titik entry adalah titik yang wajib anda tentukan, dimana pada bagian ini anda harus bisa melihat momen yang sedang terjadi, sehingga ketika anda masuk, anda sudah tahu apa alasan anda membelinya.

Titik entry dihasilkan dari sejumlah analisa baik teknikal atau fundamental yang pada akhirnya anda memastikan pada angka (harga) sekian kita sudah bisa masuk dengan  risk yang kecil.

Poin ini penting sekali, karena bisa meminimalisir resiko trading. Selain itu entry buy yang tepat bersamaan dengan adanya momentum, dapat membuat harga saham pilihan bergerak lebih cepat dari perkiraan, bahkan bisa mencapai target hanya dalam beberapa hari saja.

Namun sebaliknya, penentuan entry buy yang kurang tepat bisa mengakibatkan resiko anda menjadi lebih besar, dan berdampak pada pertumbuhan atas keseluruhan portofolio anda.

Sedangkan untuk titik exit (Sell) ini bisa anda lakukan bebas saja, mau jual saat cuan 5%, 10%, 20% atau bahkan 100%, bebas!

Tidak ada ketentuan pasti.

Namun seringkali ketika kita menggunakan target berupa prosentase pertumbuhan cuan, membuat kita Greedy bin serakah.

Tahukan, bahwa Greedy bin Serakah itu berbahay pada trading kita.

Untuk itu, dalam menentukan target haruslah terukur.

Misalkan menggunakan teknik pola atau pattern, atau menggunakan Fibonacci, atau mungkin yang lebih fleksibel adalah menggunakan trailing stop (TS).

Semuanya bisa anda gunakan sesuai dengan keinginan masing-masing, tidak ada yang lebih baik dari semuanya.

Tapi jika anda suka dengan fleksibilitas target, maka trailing stop adalah pilihan yang paling tepat.

Untuk menentukan titik exit atau Sell, bisa menggunakan beberapa teknik seperti berikut ini :
  • Resisten terdekat, jual saat harga kurang dari 1-2 tick dari resisten
  • Ketika terjadi false break, anda bisa menjual di titik Stop Loss
  • Menggunakan angka-angka fibonacci
  • Trendline
  • Pattern
  • Trailing Stop

Cara Membuat Trading Plan Saham

Membuat trading plan tidaklah sulit, karena anda hanya perlu paham cara menentukan support dan resisten.

Tidak harus memiliki jam terbang tinggi atau sudah mengikuti kelas private dari trader-trader profesional lainnya, karena trader awam pun mampu membuatnya.

Yang paling sulit dari aktifitas trading bukanlah membuat trading plan, tapi melaksanakannya dan fleksibel terhadap pergerakan market.

Syarat utama membuat trading plan
  • Memahami cara menentukan titik Support
  • Memahami cara menentukan resisten
  • Fokus dan Disiplin
Kita bahas satu per satu agar lebih mudah.

Menentukan Titik Support

Dalam menentukan titik support, anda hanya memerlukan dua titik low yang saling berdekatan untuk dihubungkan dengan satu garis.

Perhatikan dua titik (lingkaran) warna kuning pada gambar dibawah ini

cara menentukan titik support

Pada lingkaran warna kuning merupakan harga low pada trend harga saham tersebut. Karena keduanya berada pada posisi (bawah) yang sama, kemudian kita jadikan acuan untuk membuat dua titik yang dihubungkan dengan garis.

Ingat! Untuk menentukan titik support, harga dibawah (low) adalah acuannya, sedangkan resisten adalah kebalikan dari support.
 
Dengan menghubungkan kedua titik (lingkaran kuning) pada gambar tersebut dengan garis trend, maka akan terbentuk seperti gambar berikut

cara menentukan support saham

Dari sini sudah nampak jelas, bahwa kedua titik tersebut menjadi titik support yang bagus, karena pada pergerakan harga selanjutnya tidak tersentuh lagi (garis hitam) oleh harga saham.

Atau contoh lain dari penentuan support seperti gambar dibawah ini, dimana anda tidak perlu membutuhkan dua titik low, cukup menggunakan titik low sebelumnya kemudian ditarik garis lurus.

cara menentukan titik support


Menentukan Titik Resisten

Sedangkan untuk menentukan titik resisten, caranya  sama seperti diatas, hanya saja yang dicari adalah high atau titik tinggi minimal dua.

Caranya adalah sama, untuk mudahnya bisa diperhatikan gambar berikut ini.

cara menentukan titik resisten

Contoh lainnya seperti ini

cara menentukan titik resisten


Tapi bagaimana jadinya jika support dan resist digambar bersamaan? berikut ini tampilannya

resist dan support

Keterangan : Warna Orange (resist) dan Hitam (support).

Bingung? Mumet? pasti.

Maka dari itu, dalam menentukan trend atau support dan resist, tidak perlu semua digambar atau ditentukan seperti gambar diatas.

Malah bisa membuat anda makin bingung dan gk konsen trading.

Cukup gambar trend (support dan resist) besar (mayor) nya saja, dan sesuaikan dengan tipe trading anda.

Jika anda tipe swing, maka anda cukup membuat support atau resist dengan ayunan paling besar (titik high dan support paling lebar). Namun jika trade dalam beberapa hari saja, cukup mencari support atau resist yang paling berdekatan diantara keduanya (support dan resist).

Trading itu seni, tidak bisa diukur dengna teori dalam buku.

Yang perlu anda lakukan adalah, lakukan, lakukan, lakukan, dan lakukan lagi.

Sampai anda benar-benar paham.

Salah satu ciri anda paham dengan support dan resist adalah, anda hanya melihat chart tanpa garis atau indikator, anda sudah paham bahwa saham tersebut edang dalam fase trend apa, support dan resistnya dimana saja.

Fokus dan Disiplin pada Trading Plan

Hal terpenting selanjutnya adalah fokus dan konsisten dengan trading plan yang sudah disusun.

Seringkali ketika trading plan disusun, kemudian harga bergerak naik mendekati harga target, tapi tidak bersiap untuk eksekusi TP.

Biasanya sih muncul rasa Greedy, pengen cuan lebih dan lebih.

Faktanya harga memang mampu naik dan menembus level TP, tapi kemudian harga berbalik arah.

Disinilah akan muncul pikiran dan emosi yang dapat merusak trading plan sebelumnya.

Seperti, melakukan analisa ulang, berpikir bahwa ini akan menjadi Pullback setelah rally kenaikan, dan kemudian "meyakinkan" diri sendiri bahwa harga akan naik lagi.

Disatu sisi pemikiran tersebut beralasan, karena memang harga mampu menembus level resisten dan kemudian mengalami koreksi minor, dan ini wajar dan bisa dianggap biasa dalam pergerakan harga.

Namun disisi lain, hal ini sangat berbahaya, dapat membuat anda lupa pada dasar analisa sebelumnya.

Bahwa ketika harga mampu menembus atau mendekati level TP, dia bisa balik lagi ke level support atau menembus (kebawah) harga beli anda, yang membuat anda menjadi rugi.

Rugi karena kehilangan potensi cuan, rugi karena harga market dibawah harga beli.

Double ruginya!

Untuk itu fokus dan konsisten dengan trading plan adalah keharusan yang tidak dapat ditawar.

Bagaimana jika ternyata harga tidak sesuai analisa (prediksi) ?

Ya tinggal CL saja.

Amankan modal anda, lalu masuk lagi pada peluang lainnya.

Contoh Trading Plan

Bagian berikutnya adalah bagaimana cara membuat trading plan.

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian awal artikel ini, trading plan itu menyusun 3 hal, yakni Buy Entry, TP/Sell Exit, SL/TS.

Terkait kondisi chart akan berbeda setiap kondisi dan setiap saham, dan ini fleksibel.

Contoh dibawah ini adalah saham yang membentuk pola (pattern) sehingga target harganya didasarkan pada pola tersebut.

Anda bisa membaca detail tersebut pada buku-buku analisa teknikal yang banyak di toko offline maupun online.

Berikut adalah contohnya

harga saham

Kita abaikan garis warna biru dna hijau.

Ada dua trend line yang menjadi titik resist (atas) dan support (bawah), yang membentuk pola simetric triangle, dan pola ini memiliki dua kemungkinan, naik atau turun memiliki peluang yang sama, 50:50.

Untuk menentukan target harga, berikut adalah gambar berikutnya.

harga saham


Perhatikan garis vertikal warna biru, kedua garis tersebut memliki panjang yang sama, dimana penentuan target harga berdasarkan pada tinggi tiang (jarak) antara high tertinggi dengan low terendah dari pola tersebut.

Kemudian, garis biru tersebut ditarik atau dipindah ke bagian ujung resistline dan akan ditemukan titik targetnya.

Dan target harganya adalah di ujung atas garis biru sebelah kanan.

Untuk entry buy dilakukan saat harga breakout resist (garis hitam bagian atas) disertai dengan volume yang tinggi.

Sedangkan untuk titik jual rugi atau Stop Loss (SL) ditentukan dibawah garis resist (garis hitam bagian atas). Harganya bisa anda sesuaikan dengan keinginan, misalkan satu tick dibawah harga break, atau 2 tick dan seterusnya.

SL dilakukan jika harga bergerak tidak sesuai dengan analisa.

Kemudian untuk Trailing Stop (TS) dilakukan saat harga sudah break dengan kuat dan anda posisinya sudah cuan.

Pada kenaikan pertama, titik SL yang sebelumnya ditentukan dibawah garis breakout, anda rubah ke harga beli anda. Dan dengna demikian SL tersebut otomatis menjadi Trailing Stop (TS).

Begitu terus harga naik lagi, titik TS/SL anda naikan lagi.

Hal ini ditujukan untuk mengamankan profit jikalau harga tidak bisa mencapai TP atau target harga.

Secara sederhananya adalah sebagai berikut:
  • Titik Buy : diatas garis hitam bagian atas
  • Titik TP   : diatas (mendekati) ujung garis biru bagian kanan
  • Titik SL   : dibawah garis hitam bagian atas
  • Titik TS   : kondisional atau menyesuaikan dengna kondisi terbaru harga
Kalau dibuat dalam bentuk harga menjadi
  • Titik Buy : 130
  • Titik TP   : 200
  • Titik SL   : 125
  • Titik TS   : 5% dari high
Ingat, ini bukanlah pakem, ini hanya sekedar contoh saja.

Anda bisa menyesuaikan dengan kondisi terkini.

Untuk contoh lainnya dalam membuat trading plan akan di update dikemudian hari.


Kesimpulan

Trading plan memang kelihatan sepele dan mudah untuk dibuat.

Namun faktanya banyak sekali trader, terutama para pemula yang mengabaikan tool satu ini.

Analoginya trading plan itu seperti perencanaan dalam pengerjaan proyek, semua dikalkulasi sampai potensi resiko sekecil apapun.

Jika anda menganggap trading plan tidak penting, sebaiknya anda pensiun saja menjadi trader.

Seperti itulah cara mudah membuat trading plan saham dengan mudah, tinggal anda melakukannya secara berulang agar kedepannya dapat membuat hasil trading anda positif.

Bukan keuntungan besar yang didapat dalam sekali dua kali trade, tapi pertumbuhan portofolio dalam jangka panjang adalah visi utama para trader dan investor sukses.