Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Keuntungan dan Kelemahan Trading Saham

keuntungan dan kelemahan trading saham

Siapa yang terbiasa trading saham?

Atau mungkin niatnya investasi saham, tapi faktanya jadi trading saham.

Kamu harus tahu setelah memahami kelebihan dan kekurangan investasi saham, kini dalam artikel yang sedang anda baca akan membahas keuntungan dan kelemahan trading saham.

Diharapkan dengan demikian anda benar-benar bisa menimbang leih baik trading atau investasi dari sisi keunggulan dan keuntungan.

Trading Saham

Pengertian

Trading saham merupakan aktifitas dalam bursa efek dimana kegiatan utamanya adalah jual dan beli saham selama jam trading.

Aktifitas ini bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan jual.

Ketika harga beli lebih rendah dari harga jual, maka sang trader mendapatkan keuntungan. Begitu juga sebaliknya, ketika harga beli diatas harga jual maka kerugian yang dia terima.

Namun tahukah anda, seperti halnya investasi, trading saham juga memiliki keunggulan dan kelemahan yang mana harus anda ketahui untuk dapat diminimalisis kelemahannya dan memaksimalkan potensi dari trading itu sendiri.

Berikut adalah kelebihan dan kelemahan trading saham itu sendiri.

Kelebihan Trading Saham

Potensi Gain atau Cuan Lebih Cepat dan Lebar

Trading saham memberikan peluang kepada siapapun untuk secepatnya mendapatkan cuan dan potensi cuannya pun cukup lebar.

Hal ini terjadi jika market cukup fluktuatif dan anda mampu memanfaatkan naik turunnya harga saham tersebut.

Jika anda trading di saham Bluechip, potensi cuan lebar sulit untuk anda temukan, namun ketika trading di saham Secondliner atau Thirdliner (Gorengan), potensi tersebut sangat terbuka lebar.

Tentu ada alasannya mengapa demikian.

Jika anda melihat pergerakan harga saham bluechip, sulit sekali menemukan saham-saham tersebut mengalami ARA (Auto Rejectian Atas) yang memberikan cuan lebar atau pergerakan kenaikannya dalam satu hari bisa diatas 5%.

Namun demikian, resiko pada jenis saham ini juga tergolong tinggi, sehingga trading pada saham second dan thirdliner tidak disarankan untuk pemula.

Lalu apakah trading saham bluechip tidak direkomendasikan karena potensi pergerakannya sulit naik diatas 5%?

Tidak juga. Anda bisa membaca penjelasannya disini.

Maka seringkali para trader profesional yang menginginkan potensi cuan lebar dalam waktu yang singkat hanya memilih saham pada dua jenis ini yang tentunya fundamentalnya juga bagus.

Tidak sembarang saham yang bisa kasih cuan lebar di sikat begitu saja.

Dapat Keluar Masuk Market Lebih Fleksibel

Dikarenakan trader hanya mencari keuntungan dari selisih harga beli dan jual, mereka tidak akan menyimpan saham tersebut dalam waktu yang lama, apalagi diatas 6 bulan.

Jika trader A mematok keuntungan 2% per hari, mereka hanya menyimpan saham maksimal satu malam.

Beli sore lalu jual pagi, hanya memanfaatkan momentum.

Sedangkan trader B yang menginginkan potensi cuan diatas 5%, biasanya menyimpan saham bisa sampai 1 minggu.

Tentu hal ini tidak bisa menjadi patokan, karena lagi-lagi mengikuti pergerakan harag di market.

Ada juga trader C yang menginginkan cuan diatas 20% dalam sekali trade dan mereka menyimpan sahamnya bisa diatas 1 bulan.

Karena pendeknya time frame yang mereka pakai, membuat mereka keluar masuk market begitu mudah.

Apalagi dana trader itu tidak sebesar para investor institusi, sehingga mereka dapat keluar masuk dengan mudah selama likuiditas cukup.

Karena fleksibilitas tersebut, trader dengan mudah memanfaatkan potensi pada saham lain yang belum mereka beli.

Tidur Nyenyak

Pernahkah anda mengalami Floating Loss gede dan membuat tidur anda terganggu?

Bagi para trader, disiplin pada trading plan adalah sebuah keharusan.

Karena ketika mereka mengikuti trading plan dengan ketat, mereka tidak akan takut apakah esok hari saham akan turun dalam atau naik tinggi.

Mereka hanya fokus pada trading plan dengan mengikuti kemana arah market bergerak.

Jika anda belum mengerti apa itu trading plan, silahkan baca ulasan trading plan berikut.

Mereka tidak menginginkan trading membuat kualitas hidup menjadi terganggu, apalagi kualitas tidur.

Karena jika tidur tidak nyenyak, maka keputusan yang diambil dalam trading bisa berakibat fatal. Inilah pentingnya mengapa kita harus taat pada trading plan.

Mendapatkan Dividen Tanpa Harus Menunggu Setahun

Jika anda tipe Dividen Hunter atau pemburu dividen, anda bisa mendapatkan dividen dari saham dengan waktu tunggu yang lebih pendek dibandingkan dengan para investor saham.

Karena dalam pembagian dividenn pasti ada masa Cumdate dan Exdate. Keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Jika anda memiliki saham hingga akhir perdagangan bursa pada tanggal Cumdate, anda berhak mendapatkan dividen. Dan bisa menjualnya lagi setelah exdate.

Jadi jika anda membeli saham pada tanggal Cumdate misal pada 5 Oktober, dan anda menjualnya pada tanggal 6 Oktober atau keesokan harinya, maka anda berhak mendapatkan dividen sesuai yang disepakati dalam RUPS.

Hal ini tentu dapat memperpendek masa tunggu untuk mendapatkan dividen, dan ini adalah keunggulan para trader saham.

Portofolio Tumbuh Lebih Cepat

Jika trader telah mencapai kondisi expert, tentu mereka sudah berteman dengan baik dengan pergerakan harga saham dengan berbagai maca polanya.

Meski dengan potensi cuan yang tergolong kecil seperti 5-10% saja, namun efek bola salju dari pertumbuhan portofolio dapat membuatnya tumbuh lebih cepat.

Investor saham biasanya tidak mematok pertumbuhan portofolio yang tinggi, mereka hanya berasumsi bahwa jika porto tumbuh 20-30% dalam setahun, itu merupakan pertumbuhan yang sangat baik.

Sedangkan trader, jika ia bisa menumbuhkan porto 5% dalam sebulan dan konsisten (kita anggap saja selama satu tahun portonya tumbuh 5% setiap bulannya), maka ia bisa membuat portonya tumbuh diatas 50%.

Tentu dalam trading kita tidak bisa mengambil kesimpulan profit dalam sebulan seperti contoh diatas, karena pada kenyataannya seringkali dalam bulan tertentu porto dapat naik diatas 10% bahkan 20%an, namun dibulan-bulan tertentu dapat tumbuh negatif.

Tapi bagi para trader yang telah mumpuni, mereka sudah memahami pada kondisi apa sebaiknya mereka melakukan trading dan pada kondisi apa mereka hanya wait and see saja.

Hal ini bertujuan untuk menjaga profit yang telah diperoleh pada bulan-bulan sebelumnya.

Kekurangan Trading Saham

Potensi Loss Tinggi

Karena seringnya keluar masuk market, apalagi sebagian besar karena Cut Loss (CL), maka hal itu dapat menambah kerugian pada porto kita.

Hal ini sudah tentu menjadi hal yang umum, apalagi mereka yang taat pada trading plan.

Ketika harga menembus level CL yang telah ditetapkan, mereka tidak banyak berfikir, langsung jual untuk mengamankan modal dari potensi kerugian yang lebih dalam.

Sehingga selain kerugian karena harga jual lebih rendah dari harga beli, fee transaksi juga tidak tercover dari hasil trading dan menambah jumlah kerugian trading tersebut.

Untuk itu ukurlah selalu resiko yang dapat muncul pada saham yang akan di tradingkan.

Senam Jantung Lebih Sering Terjadi

Karena tingginya fluktuasi, membuat jantung seorang trader begitu cepat berdenyut.

Mereka was-was dan khawatir karena bisa saja Floating Profit yang tinggal di eksekusi bisa berkurang bahkan berubah menjadi sebuah kerugian. Terutama pada saham-saham gorengan.

Hal ini seringkali disebut sebagai senam jantung, karena kondisi tersebut memicu jantung untuk memompa darah lebih cepat dari biasanya.

Trading Plan Buruk, Porto Ambruk

Jangan pernah melupakan trading plan.

Sehebat apapun anda dalam trading, anda pasti memiliki trading plan yang telah tersusun.

Mereka yang trading karena ikut-ikutan rekomendasi orang, akan lebih banyak mengalami kerugian dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh.

Hal ini disebabkan oleh dua hal, yakni pemahaman akan trading plan yang diberikan oleh si rekomender dan cara pandang keduanya yang tidak se frekuensi.

Trading plan memang sederhana, karena hanya menentukan titik entry, Cl, dan target harga.

Namun efek yang ditimbulkannya begitu besar bagi proto si trader.

Untuk itu memperhatikan kualitas trading dan trading plan adalah kewajiban nomer 1 bagi para trader.

Bullshit jika ada trader yang mengatakan bahwa mereka sukses tanpa menggunakan trading plan. Karena menentukan di harag berapa mereka akan menjual merupakan bagian dari trading plan.

Kesimpulan

Meski memiliki potensi cuan yang lebar, trading saham juga memiliki sisi negatif dimana efek kerugian akibat CL menjadi lebih besar sebagaimana ulasan diatas.

Untuk itu, menghitung atau kalkulasi yang tepat antara potensi keuntungan dan kerugian dari saham tersebut harus dilakukan pada saat membuat trading plan.

Demikian ulasan singkat mengenai keuntungan dan kelemahan trading saham, semoga bermanfaat.