Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Bahaya Overtrading

bahaya overtrading

Overtrading adalah tindakan atau kegiatan transaksi jual beli yang dilakukan baik oleh trader saham atau trader instrumen keuangan lainnya yang kuantitas transaksinya melebihi kemampuan trader itu sendiri.

Dalam overtrading, kuantitas menjadi poin utama dimana ketika seseorang begitu aktif dalam transaksi jual beli saham tanpa mengindahkan kualitas trading itu sendiri, dapat berakibat fatal pada pertumbuhan portofolio dan kehidupan sehari-harinya.

Untuk itu, penting sekali seorang trader menjaga agar ia tidak mudah masuk ke dalam lubang overtrading ini.


Bahaya Overtrading Bagi Trader

Bagi mereka yang suka bertransaksi saham terutama para pemula, overtrading dianggap suatu kewajaran, dan seringkali memamerkan hasil trading pada sebuah forum diskusi atau mendia sosial pribadi.

Tentu ini tidak salah karena itu adalah privasi mereka, namun efek yang ditimbulkan dari aktifitas tersebut dapat merusak aktifitas mereka di bursa saham.

Selain itu, kondisi utama yang mendorong seseorang untuk melakukan overtrading adalah ketika mereka mendapatkan profit dari beberapa trade yang berurutan, sehingga euforia muncul dan menganggap bahwa "mudah ya mendapatkan uang di bursa saham".

Pada saat itulah racun overtrading muncul dan akan merusak trading anda bahkan dapat menghilangkan profit yang sudah dikumpulkan dengan susah payah.

Jika sudah demikian, kerugianlah yang akan didapatkan si trader tersebut.

Untuk itu kenalilah bahaya dan kerugian yang ditimbulkan dari aktifitas overtrading seperti dibawah ini.


Kerugian Yang Ditimbulkan Dari Overtrading

Kecanduan Trading

Bagi mereka yang masih baru terjun di bursa saham pada saat market bullish, tentu sudah wajar hampir setiap tradenya menghasilkan keuntungan, baik itu besar ataupun kecil.

Sayangnya, hal ini menjadi bomerang pada kematangan psikologis trader itu sendiri.

Mereka akan memiliki anggapan bahwa di market itu mudah untuk mendapatkan uang, sehingga karena seringkali mendapatkan keuntungan dalam rentang waktu yang berurutan, maka mereka terus saja melakukan trade.

Sampai-sampai lupa bahwa indeks telah mulai bergerak berubah arah dan cepat atau lambat pergerakan saham-saham di bursa akan berbalik arah.

Kecanduan akan trading tersebut kemudian berubah menjadi kerugian yang besar karena mereka berharap harga akan kembali naik.

Mendapatkan keuntungan secara beruntun dalam beberapa trade itu memang menyenangkan, tapi juga membahayakan.

Mengapa?

Karena dapat membuat kita menjadi terlalu percaya diri dan melupakan resiko yang dapat kita alami kapan saja.

Yang paling buruk adalah mengindahkan trading plan.

Ini sangat berbahaya bagi portofolio kita, sehingga ketika kita mengalami hal semacam ini, beristirahatlah sejenak dari aktifitas trading atau melihat running trade, agar psikologi kita dapat stabil kembali.

Terlalu Banyak Biaya yang Dikeluarkan

Karena tingginya frekuensi trading yang kita lakukan, dapat menambah biaya transaksi yang harus kita keluarkan setiap trade baik itu saat membeli ataupun menjual.

Jika anda beranggapan bahwa tidak masalah jika itu untung, tapi bagaimana jika lebih dari 50% hasil trade anda hasilnya negatif?

Tidak ada yang menjamin trading kita berhasil sob!

Perlu diketahui jika hasil trade kita mayoritas negatif maka biaya atau kerugian yang kita alami semakin membesar, apalagi profit yang telah anda raih tidak mampu menutupi kerugian tersebut.

Sebagai informasi saja, ketika kita CL dengan kerugian 2-3% atau lebih, maka kerugian yang kita derita tidak hanya hasil trade saja, tetapi fee beli dan jual pada online trading kita.

Terlalu Banyak Modal yang Digunakan

Semakin sering kita bertransaksi, maka semakin banyak modal yang kita gunakan untuk trading.

Jika ini terjadi pada saat market tidak kondusif atau cenderung bearish, maka penggunaan modal yang terlalu banyak tidaklah menguntungkan, bahkan cenderung membuat buntung.

Untuk itu, menentukan seberapa banyak modal atau seberapa sering kita bertransaksi juga harus melihat kondisi market atau IHSG itu sendiri.

Kualitas Trading Sangat Buruk

Overtrading dapat membuat kualitas trading kita menjadi sangat buruk. Seringkali trader asal dalam membuka posisi, tanpa melihat faktor-faktor yang sedang berpengaruh saat itu.

Kuantitas dalam trading memang diperlukan untuk meningkatkan pertumbuhan portofolio, namun ketika kualitasnya diabaikan, yang ada bukannya tumbuh positif malah menjadi negatif.

Ini jelas tidak baik.

Bagi sebagian trader, tidak penting seberapa besar kuantitas trading pada waktu tertentu, namun kualitas trading yang bagus dan terjaga menjadi prioritas, hal ini bertujuan untuk menjaga pertumbuhan portofolio tetap stabil meski dalam kondisi market yang kurang kondusif.


Emosi Tidak Stabil

Pernahkah anda merasa beberapa trade sebelumnya selalu menghasilkan cuan tapi kali ini sering mengalami kerugian?

Jika iya, itu salah satu tanda anda telah masuk kedalam bahaya overtrading.

Saat dalam kondisi tersebut anda akan memiliki emosi yang tidak stabil, bahkan dapat membuat anda merubah gaya dan strategi trading.

Padahal kita semua tahu bahwa tidak ada indikator ataupun strategi trading yang 100% berhasil dalam kondisi apapun.

Dalam kondisi emosi yang tidak stabil tersebut, kita mudah marah dan susah untuk berfikir jernih, sehingga jika diteruskan tradingnya, hasil yang didapatkan tetaplah buruk secara keseluruhan.

Yang terbaik yang bisa anda lakukan adalah berhenti dari aktifitas trading baik itu transaksi ataupun melihat running trade, semua yang berbau saham anda hindari dahulu beberapa waktu.

Kemudian anda tenangkan fikiran bisa dengan yoga, bermeditas, atau sholat dan dzikir malam (jika muslim).

Rilekskan diri dan fikiran sampai beban kerugian yang anda alami bisa anda lepaskan.

Jika itu sudah anda lakukan, kembalilah ke aktifitas trading seperti sebagaimana biasanya.
 

Tidur Menjadi Tidak Nyenyak

Tidur yang baik adalah salah satu indikator bahwa trading kita bagus.

Aneh? Tidak juga.

Jika anda melakukan trading atau investasi kemudian membuat tidur anda tidak nyenyak, maka berhentilah untuk trading atau investasi.

Lebih penting menjaga kesehatan daripada mendahulukan investasi.

Anda harus memastikan bahwa trading anda tidak akan mengganggu tidur atau istirahat anda.

Begitu juga dengan overtrading.

Overtrading membuat anda sulit tidur dengan nyenyak, hal ini karena hasil dari trading anda tidak sesuai ekspektasi.

Semakin banyak anda membuka posisi, semakin sering anda mengalami loss.

Dan berbanding lurus dengan kualitas tidur anda nantinya.


Stres dan Depresi, Bahkan Bisa Menyebabkan Bunuh Diri.

Dikarenakan sering mengalami loss meski menggunakan strategi yang sama yang juga dulunya bisa menghasilkan cuan, membuat anda semakin depresi.

"Bagaimana ini bisa terjadi", mungkin itu nada gerutu dalam hati anda.

Tapi ingatlah bahwa jika anda sudah masuk kedalam overtrading dengan berbagai kondisi diatas, segeralah beristirahat yang cukup.

Jika tidak, anda akan depresi atau stres.

Pernah mendengar berita atau cerita ada trader yang bunuh diri karena telah mengalami kerugian yang banyak?

Saya tidak menakut-nakuti anda, tapi ketahuilah bahwa ketika seseorang mengalami depresi dan sulit berpikir jernih, apapun bisa dijalani agar merasa aman kembali.

Ingatlah, trading tidak sepenting kehidupan anda.

Pastikan hidup anda bahagia dan senang, barulah anda bisa melakukan aktifitas trading dengan nyaman dan tenang.

Kesimpulan

Overtrading tetaplah overtrading, dan tetap akan menjadi hal yang buruk baik bagi portofolio maupun kesehatan diri anda.

Untuk itu, selalu seimbangkan aktifitas trading anda.

Jika anda mendapatkan keuntungan secara beruntun, maka mulailah kurangi frekuensi trading anda atau berhenti sejenak.

Begitu pula jika mengalami kerugian beruntun, berhentilah seketika itu tanpa banyak alasan.

Selain poin-poin diatas masih banyak hal-hal buruk yang diakibatkan oleh Overtrading.

Demikian ulasan singkat mengenai bahaya overtrading, semoga bermanfaat.