Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

3 Indikator Swing Trading Saham, Simpel dan Powerfull

indikator swing trading saham terbaik


Swing trading adalah salah satu strategi dalam trading saham yang mengandalkan tren pada pergerakan harga saham. para pemain saham swing trading ini sangat mengandalkan trend, karena bagi mereka trend is friend. Sehingga bisa diambil kesimpulan sederhananya adalah trend itu faktor utama bagi swing trading saham.

Dengan adanya trend, maka mereka dapat melihat kemana harga akan bergerak, dan apa yang harus mereka lakukan bisa direncanakan dengan matang.

Ada banyak strategi swing trading, termasuk indikator-indikator yang digunakan untuk strategi ini. Namun pada artikel kali ini, hanya ada 3 indikator yang dipakai, dan ini sudah cukup powerfull untuk menghasilkan cuan di saham.

Namun yang harus anda ingat bahwa sebaik apapun strategi anda, tidak akan berhasil jika psikologi tidak matang, untuk itu jam terbang menjadi kunci kesuksesan anda menggunakan strategi ini.

Indikator Swing Trading Pada Saham

Ada banyak sekali indikator dalam trading set up setiap trader, namun bagi trader yang sudah lama di dunia persahaman, biasanya mereka akan menggunakan indikator yang paling simpel dan tidak memusingkan.

Tidak masalah jika anda menggunakan banyak indikator dengan perpaduan leading dan lagging, seperti stochastic dengan MACD atau yang lain. Ada juga trader yang hanya melihat price action saja tanpa ada indikator yang menempel pada chartnya.

Disisi lain ada juga yang hanya menambahkan MA200 sebagai alat bantu untuk melihat kekuatan trend sebuah saham. Karena seperti yang kita ketahui, sebuah saham yang bergerak diatas MA200 merupakan saham yang berada dalam fase uptrend jangka panjang.

Nah, pada kesempatan kali ini saya hanya menyebutkan 3 indikator saja yang dirasa sangat cukup untuk membantu aktifitas trading anda nantinya. Karena pada dasarnya semua indikator teknikal modern, dasarnya adalah dari price action dan volume.

Jadi bagi anda yang hanya menggunakan price action dengan kombinasi volume saja, tidak masalah, bahkan bagi saya simpel itu terkadang lebih powerful karena lebih murni dari pergerakan harga saham itu sendiri.

Oke, kita langsung saja pada pembahasan 3 indikator swing trading yakni Moving Average (MA), MACD, dan perpaduan Price Action dan Volume.

1. Moving Average (MA)

Moving Average ini bisa dikatakan sebagai indikator modern yang paling awal dari semua indikator-indikator teknikal modern lainnya. Basisnya hanya menggunakan rata-rata harga dalam beberapa hari kebelakang, sehingga akan dihasilkan harga rata-rata terakhir dan dapat memberikan informasi trend harga saham tertentu.

Moving Average itu sendiri ada banyak sekali variannya, pengembangannya macem-macem, mulai dari Simple Moving Average (SMA), Exponential Moving Average (EMA), sampai pada Weighted Moving Average (WMA).

Ketiganya powerfull bagi mereka yang sudah menguasai cara penggunaannya, namun bagi anda yang belum familiar dengan semuanya, saran saya pakai yang SMA saja karena dasar dan paling mudah.

Cara penggunaannya adalah MA ini menjadi support dan resisten bagi candlestick (harga saham). Berikut penjelasan mudahnya
  • Jika harga berada dibawah MA, maka MA berfungsi sebagai resisten. Jika MA ditembus oleh harga saham, maka saham tersebut memiliki potensi untuk naik atau uptrend.
  • Jika harga berada diatas MA, maka MA berfungsi sebagai support. Jika MA ditembus oleh harga saham, maka saham tersebut berpeluang untuk turun lebih dalam atau downtrend.
MA sendiri bisa di setup sesuai kebutuhan, dan tidak ada ketentuan pasti menggunakan berapa hari atau candlestick.

Namun angka standar yang umum dipakai para trader di seluruh dunia adalah MA20, MA50, MA100, dan MA200. Yang artinya
  • MA20 adalah pergerakan harga rata-rata dalam 20 hari (candle) terakhir
  • MA50 adalah pergerakan harga rata-rata dalam 50 hari (candle) terakhir
  • MA100 adalah pergerakan harga rata-rata dalam 100 hari (candle) terakhir
  • MA200 adalah pergerakan harga rata-rata dalam 200 hari (candle) terakhir
Apakah boleh jika angka MA nya diubah selain angka-angka diatas? 

Jawabannya sangat boleh, semua fleksibel sesuai dengan kebutuhan dan keinginan anda.

Mau pakai MA11, MA26, MA60, MA150 pun tidak masalah. Karena semua dikembalikan pada masing-masing trader, dan setiap trader memiliki setup MA sendiri-sendiri.

Pada pembahasan kali ini, saya hanya menggunakan dua indikator MA yakni MA20 dan MA50. 

Tidak ada alasan khusus kenapa angka tersebut yang saya pakai, hanya saya suka dan cocok saja menggunakan kedua MA tersebut, itu saja.

Pembahasan detailnya ada dibagian bawah yang langsung dengan chart dari saham pilihan.

Keep reading ya....

2. MACD

MACD atau disebut juga Moving Average Convergane Divergence merupakan pembaruan dari MA. Jadi pada dasarnya MACD itu adalah keturunan dari MA, karena dibangun berdasarkan MA itu sendiri.

Bedanya adalah MACD ini dapat mendeteksi kecenderungan akan adanya pembalikan arah atau trend dari sebuah trend yang sedang berjalan. Sehingga anda sebagai trader bisa melakukan persiapan jika trend tersebut berubah dan muncul peluang untuk anda tradingkan.

Simpelnya MACD ini lebih cocok menjadi konfirmator dari sebuah trend yang terbentuk pad afase awal.

Sebagai contoh, harga sebuah saham sudah menembus MA20 disertai volume yang cukup, namun MACD tidak langsung bisa mengkonfirmasi apakah trend tersebut dapat berlangsung cukup lama atau tidak. 

Maka biasanya setelah beberapa candle terbentuk maka MACD baru mengkonfirmasinya dengan membentuk sinyal Goldencross yang menunjukan bahwa trend telah terkonfirmasi dan memiliki peluang bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Masalahnya adalah MACD ini sangat lagging, bahkan lebih lagging daripada MA itu sendiri. Sehingga anda sangat tidak disarankan hanya menggunakan MACD saja untuk melakukan analisis teknikal, ia harus ada indikator lainnya untuk saling mengkonfirmasi.

Karena seringkali jika MACD hanya dipakai sendirian, ia sering membuat false signal atau sinyal yang terlambat sehingga dapat merugikan trader penggunanya. Untuk itu pakailah MACD dengan indiaktor lainnya. 

Pada umumnya MACD dipasangkan dengan CCI atau Stochastic, selain sudah adanya MA.

Lalu mengapa dengan banyaknya kelemahan tersebut MACD direkomendasikan untuk dipakai?

OK, kita jelaskan.

MACD memang sangat banyak kelemahan, namun keunggulan terbaiknya adalah ia mampu mengkonfirmasi sebuah trend itu kuat atau tidak dan apakah trend tersebut dapat berjalan dalam waktu yang lama atau tidak.

Menentukan trend sebuah saham itu sangat penting bagi seorang swing trader, karena dengan mengetahui trend utamanya, swing trader dapat menentukan setup trading plannya dan salah satunya adalah target price.

Sudah pahamkan mengapa MACD ini sangat direkomendasikan?

Jadi salah jika anda menggunakan MACD untuk memprediksi awal sebuah trend, tapi fungsi utamanya adalah mengkonfirmasi trend yang terbentuk.

Untuk itu penting memadukan MACD ini dengan MA agar dapat melihat sebuah trend itu secara dengan baik, salah satunya adalah kekuatan trend itu sendiri.

3. Price Action dan Volume

Indikator ketiga kali ini merupakan perpaduan, dan jika anda menemukannya maka selamat, harga memiliki persentase kenaikan paling tinggi dan bisa jadi menjadi awal dari saham bagger.

Price Action merupakan pondasi dasar dalam analisis teknikal, namun jika disandingkan dengan volume maka hasilnya akan sangat powerfull.

Tidak perlu menggunakan indikator tambahan, anda bisa mencetak cuan hanya dari dua jenis ini, price action dan volume.

Beberapa trader profesional bahkan tidak memakai indikator apapun dalam chart mereka, hanya mengandalkan price action dan volume. Karena ya keduanya adalah dasar dari semua indikator, sehingga tanpa indikator apapun sudah cukup untuk mencetak cuan di saham.

Dalam price action pun ada beberapa teknik yang harus anda perdalam seperti bentuk candlestik, pola dua candle, tiga candle smapai pada pattern. Semua merupakan bagian dari price action yang harus anda kuasai.

Sedangkan volume sendiri merupakan konfirmasi apakah price action yang terbentuk tersebut kuat atau lemah, sehingga dapat diketahui kelanjutan dari trend yang terbentuk.

Sebagai contoh, ketika harga saham breakout dengan volume biasa atau rendah, maka potensi uptrendnya kecil dan berpotensi balik lagi dibawah resistennya yang telah ditembus.

Sebaliknya jika ada saham yang breakout dengan volume gede, maka trend yang terbentuk cukup kuat dan harga saham tersebut memiliki power untuk membentuk uptrend.

Nah pada kriteria yang kedua itulah yang kita cari dalam swing trading, harga breakout dengan volume yang besar.

Bisa anda selidiki sendiri, setiap saham yang memiliki uptrend kuat selalu dimulai dari harga saham yang breakout dengan volume gede. Dan itu adalah ciri utama yang mudah dikenali.

Jadi ketika anda menemukan saham model beginian, maka itu adalah peluang anda untuk mencetak cuan tebal.

Cara Menggunakan 3 Indikator Swing Trading Saham

Ok, sekarang kita sampai pada pembahasan penggunaan ketiga indikator diatas. Akan saya berikan satu chart yang sudah diberi beberapa tanda yang dapat memudahkan anda mengenalinya. berikut ini chartnya

indikator swing trading saham
Sumber : Tradingview/ERAA


Saham ERAA ini dipilih karena ia sedang dalam fase uptrend kuat, dan menjadi contoh terbaik untuk swing trading.

Perhatikan setiap titik yang saya beri angka 1 s/d 4. Berikut ini penjelasannya
  • Pada angka 1-4 dengan tanda garis horizontal, merupakan contoh adanya harga breakout dengan volume yang lumayan dan sebagian lainnya dengan volume yang besar. Seperti penjelasan sebelumnya, ketika harga breakout dengan volume yang besar, maka itu adalah peluang bagi seorang swing trader menghasilkan cuan. Jadi pada bagian tersebut merupakan contoh dari penggunaan indikator price action dan volume.
  • Pada angka 1-4 dengan tanda lingkaran diatas merupakan contoh penggunaan indikator Moving Average (MA). Ketika harga bergerak menembus level MA (resisten), maka harga bergerak naik menjauhi garis MA. Dan penembusan garis MA tersebut menjadi katalis bagi harga saham untuk uptrend.
  • Pada angka 1-4 dengan tanda panah (bagian bawah chart) merupakan contoh penggunaan indikator MACD
Secara mudahnya, penggunaan indikator-indikator tersebut sangatlah fleksibel, bahkan jika di padupadankan akan membuat anda mudah dalam mengidentifikasi adanya trend baru pada pergerakan harga saham.

Jadi mudah bukan?

Lalu apa yang sulit? Yang sulit adalah mental atau psikologi kita dalam menghadapi pasar itu sendiri.

Karena melakukan analisis teknikal suatu saham itu mudah, berbeda dengan kita memperkirakan kecenderungan arah harga saat live trading yang mampu mempengaruhi psikologis kita.

Jadi jika anda sudah menguasai indikator tersebut, maka PR terbesar selanjutnya adalah mengelola psikologis masing-masing dalam menghapi volatilitas pasar.


Kesimpulan

Terdapat banyak sekali indikator swing trading, namun semua kembali pada masing-masing trader. Ketiga indikator diatas merupakan indikator yang paling umum digunakan karena simpel dan tidak gampang terpengaruh oleh indikator-indikator tambahan lainnya.

Meski tergolong umum, namun ketiga indikator diatas memiliki power yang kuat, sehingga para trader profesional seringkali hanya menggunakan salah satu atau semua dari ketiga indikator diatas.

Jadi sekian ulasan singkat mengenai indikator swing trading saham, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Cloud Hosting Indonesia