Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

5 Cara Trading Saham Yang Benar

cara trading saham yang benar

Ada banyak style dalam cara trading di bursa saham, mulai dari day trading, swing, hingga position trader. Semuanya memiliki kelebihan tersendiri dan sesuai dengan gaya atau psikologi tertentu.

Jika anda merasa day trading kurang cocook, cobalah swing, namun  ternyata pekerjaan sedang padat merayap, cobalah position trading. Semuanya menyesuaikan dengan kondisi, tidak ada pakem untuk cara trading saham anda.

Namun begitu, seringkali dalam aktifitas trading saham, kita membuat kesalahan-kesalahan baik minor maupun mayor. Kesalahan tersebut bisa terjadi karena kita terburu-buru atau tidak teliti bahkan bisa karena tidak disiplin yang berakibat pada kerugian atau cut loss dalam trading saham.

Pada banyak literatur memang hanya dijelaskan secara teknis mengenai analisa saham, jarang sekali ada literatur (terutama berbahasa indonesia) yang membahas secara rinci bagaimana set up dan cara trading saham yang benar.

Satu hal yang pasti, cara trading saham yang benar bagi setiap trader itu berbeda, dan ini sah-sah saja karena menyesuaikan dengan style dan kondisi masing-masing. Namun patokan utama bahwa cara trading saham tersebut sudah benar adalah portofolio anda tumbuh secara konsisten.

Jika hal ini sudah anda temukan dan terapkan, selamat anda sudah menemukan cara trading saham yang benar dan sesuai. Namun jika sampai saat ini anda belum mendapatkannya, berikut adalah panduan sederhana yang dapat berguna bagi anda untuk menemukan gaya atau cara trading saham yang benar.

Cara Trading Saham dengan Benar

1. Buatlah Indeksmu Sendiri

Cara trading saham yang satu ini jarang sekali digunakan karena memang jarang ada literatur yang membahasnya. Maksud dari metode ini adalah anda harus membuat kumpulan saham pilihan anda untuk ditradingkan dalam jangka panjang.

Apa itu Indeks saham sendiri?

Indeks ini terdiri dari saham-saham yang anda pilih sesuai dengan kriteria yang anda tentukan khusus untuk anda trading setiap harinya. Misalkan kriterianya adalah likuiditas dan fundamentalnya bagus.

Maka dalam indeks tersebut terdapat kumpulan shaam-saham yang memenuhi kedua syarat tersebut.

Berapa Jumlah Saham yang Ideal dalam Indeks?

Tidak ada panduan pasti, namun untuk memudahkannya anda bisa mulai dari 10 saham pilihan, atau 20, 50 bahkan 100 saham dalam indeks tersebut sesuai dengan kemampuan anda untuk monitoring.

Jumlah saham ini ditentukan berdasarkan kemampuan anda untuk melakukan analisa dan memahami gaya atau style dari pergerakan sebuah saham, sehingga dalam jangka waktu tidak lama, anda akan memahami kebiasaan dari saham itu sendiri.

Yang perlu anda ketahui dalam tata cara trading ini adalah setiap saham memiliki kebiasaan tertentu yang mana ini bisa anda pelajari dan dimanfaatkan untuk mendapatkan keuntungan darinya.

Mengapa harus membuat indeks sendiri?

Alasan utamanya adalah banyaknya saham yang tercatat di BEI membuat seorang trader tidak akan mampu mengamati, menganalisa, dan mengikuti pergerakan saham tersebut.

Setiap saham memiliki kebiasaan, dan kebiasaan itu harus kita ketahui sebagai trader agar bisa dimanfaatkan untuk mencetak cuan.

Poin utamanya adalah untuk memudahkan kita dalam mengamati, menganalisa dan mengikuti pergerakan harganya.

Trader-trader sukses sudah tentu memiliki indeks saham sendiri, dan jumlahnya cukup bervariasi, disesuaikan dengan kriteria yang sudah mereka tetapkan.

Sampai bagian ini, apakah cara trading saham anda sudah mengikuti langkah-langkah tersebut atau belum?
 
Apa kelebihan dan kekurangannya? 

Kelebihan dari cara trading saham ini adalah membuat anda paham dan hafal tentang kebiasaan pergerakan saham-saham tersebut, sehingga ketika terjadi pola tertentu anda sudah tahu akan kemana harga bergerak.

Dengan demikian, akan memudahkan anda dalam melakukan analisis dan membuat trading plan yang secara langsung berefek pada kemudahan anda mencetak cuan.

Kelemahan dari metode ini ialah anda bisa kehilangan peluang dari saham diluar indeks tersebut. Misalkan ada saham PTRO yang tidak masuk dalam indeks anda, dan ternyata dalam suatu forum disebutkan bahwa PTRO sedang dalam pola bullish, maka anda akan melewatkannya begitu saja.

Namun percayalah, bahwa dengan fokus pada indeks anda sendiri, anda akan menang dalam jangka panjang meski ada saham lain diluar indeks anda bisa naik 10-20% dalam sehari.

2. Lakukan Analisa Secara Mandiri

Dalam trading saham, melakukan analisa secara mandiri merupakan kewajiban setiap trader, dimana jika ingin sukses maka anda harus bisa melakukan aktifitas yang satu ini.

Bisa jadi saat ini anda mengikuti satu room atau komunitas tertentu dan anda merasakan cuan melimpah, namun tahukah anda bahwa suatu hari akan ada masanya analisa anda lebih berhasil ketimbang rekomendasi dari komunitas tersebut.

Semua ada masanya, dan yang terbaik adalah anda harus bisa melakukan analisa sendiri, baik fundamental, teknikal maupun aksi korporasi.

Saya secara pribadi seringkali melihat trader yang dalam suatu forum mengikuti rekomendasi dari komunitas tersebut, namun disaat harga bergerak berlawanan dari analisa atau floating profit menipis akibat harga turun, mereka selalu bertanya "saham ABCD ini di sell atau di hold ya", atau "waduh turun nih, harus gimana ya".

Hal itu menandakan bahwa trader tersebut tidak siap jika suatu saat ia ditinggalkan dari sang pemberi rekomendasi dan tidak tahu cara trading saham yang benar.

Tidak ada yang salah mengikuti rekomendasi dari seseorang, namun sebaiknya anda tahu metode analisa yang dipakai dan trading plannya seperti apa, apakah cocok dengan diri anda atau tidak.

Karena sebagus-bagusnya rekomendasi seseorang, tidak akan berfungsi dengan baik jika anda tidak mengetahui dasar analisa dan trading plannya.

Untuk itu, yang terbaik untuk anda mulai saat ini adalah belajar melakukan analisa sendiri, membuat trading plan mandiri, eksekusi secara sendiri, dan bertanggung jawab atas aktifitas trading sendiri serta membuat panduan trading saham khusus untuk diri sendiri.

cara trading saham
Adegan dalam Film The Wolf Of Wall Street

3. Tentukan Trading Plan

Seperti halnya melakukan analisa, trading plan harus dibuat secara mandiri. Anda harus memilikinya, karena ini adalah road map dalam cara trading anda.

Anda tidak boleh lepas begitu saja tanpa adanya road map atau GPS yang bisa memandu anda di hutan belantara bernama bursa saham.

Sejelek apapun trading plan yang dibuat, tetap akan memberikan panduan pada anda, dengan demikian, bersamaan dengan waktu, trading plan anda akan berkualitas dan anda akan disiplin dengan trading plan tersebut.

4. Atur Money Manajemen

Tidak ada bedanya antara modal besar dan kecil kecuali nominal, anda hanya perlu menyesuaikannya dengan cara trading anda.

Ketika anda memutuskan untuk membeli saham tertentu, anda harus menyiapkan strategi pada dana yang anda alokasikan. Bisa anda gunakan dalam sekali pencet BUY, atau beberapa kali pencet sesuai dengan perhitungan.

Jika anda dalam trading hanya mengandalkan price action saja, dimana time frame hanya 1-3 hari, maka langkah yang terbaik adalah sekali beli di range tertentu. Misalkan anda melihat support saham ABCD di 202, maka anda menentukan selama harga berada di area 202-206, anda bisa hajar kanan dengan melihat pergerakan harga dan transaksinya.

Namun jika anda lebih mengandalkan pattern, sebaiknya buat perencanaan alokasi dana untuk melakukan beberapa kali BUY. Misalkan di titik BUY-1 anda alokasikan 30% dari total dana yang disiapkan, kemudian di titik BUY-2 sebesar 40% dan sisanya di titik BUY-3.

Sebagai contoh saja :
Harga hanya boleh dikejar ketika tidak lebih dari 5%, karena risk reward ratio yang dipakai adalah 1:2. Maka ketika harga naik berada di 4% dari support, anda bisa membeli dengan alokasi 30% dari total anggaran. Kemudian anda berencana jika harga pullback atau turun mendekati support, maka anda beli dengan alokasi 50%, dan jika nantinya harga bergerak naik dan breakout, maka anda bisa membeli kembali dengan sisa alokasi dana tersebut.

Dengan contoh diatas, kita bisa mendapatkan best price dari hasil akumulasi, sehingga resikonya bisa kita kawal dan perkecil dengan melakukan beberapa kali entry buy.

Secara pribadi metode ini memang hanya cocok untuk swing dengan jangka waktu 1-2 minggu atau 1 bulan, dan tidak cocok untuk timeframe yang lebih pendek.

Untuk itu, anda harus bisa melakukan atau membuat strategi yang pas untuk money management ini, karena baik tidaknya bagian ini akan sangat berpengaruh pada psikologis anda yang pada akhirnya mempengaruhi keputusan trading.

5. Perhatikan Sentimen Yang Berpotensi Mempengaruhi Harga

Market Discount Everything.

Pepatah tersebut memang tidak salah, namun pada momen tertentu akan tidak berlaku ketika trader terlalu reaktif terhadap pemberitaan tertentu baik itu negatif maupun positif.

Untuk itu, memahami sentimen yang beredar itu merupakan hal penting, karena bisa menjadi pertimbangan bagi seorang trader apakah ia akan membeli, meng-hold, atau menjual saham tertentu.

Sentimen memang terkadang hanya berefek beberapa hari saja, namun sebagian juga ada yang membuat trend patah dan berbalik arah dalam jangka panjang.

Untuk itu, dalam setiap ulasan yang kami buat selalu ada bagian yang membahas sentimen yang memiliki pengaruh pada pergerakan saham dan tentu ini tidak bisa dilepaskan dari analisa yang dibuat.

Jadi, ketika anda sudah melakukan analisa secara mendalam, membuat trading plan dengan matang, kemudian muncul berita maka dan memiliki sentimen yang kuat, maka harga akan mengalami lonjakan, bisa naik bisa turun, tergantung dari sentimen tersebut. Dan sudah tentu ini akan membuat trading plan harus disesuikan ulang jika diperlukan, atau mengharuskan anda keluar secara terpaksa atau CL diatas perkiraan.

Sebagai trader, kita harus tahu sentimen apa yang kalau keluar berpotensi menggerakkan harga, dan ini harus diperhitungkan dengan baik.

Faktor Penyebab Seorang Trader Mengalami Kegagalan

Ada banyak faktor yang menyebabkan seorang trader terutama mereka yang baru memulai, mengalami kegagalan dan berakhir pada kebangkrutan. Beberapa hal yang menjadi penyebabnya adalah terletak pada diri trader itu sendiri salah satunya adalah cara trading saham yang ia praktekan.

Berikut ini adalah beberapa penyebab trader menjadi gagal dalam bursa saham:

Tidak Memiliki Skill dan Knowledge yang Memadai

Banyak dari mereka menganggap bahwa keahlian dan pengetahuan bisa didapatkan bersamaan dengan berjalannya waktu. Hal ini memang tidaklah salah, tapi tidak sepenuhnya benar.

Jika anda memiliki anggapan demikian, maka bersiaplah untuk mengeluarkan biaya belajar yang jauh lebih mahal (baca : kerugian). 

Mengapa demikian?

Karena mereka yang tidak dibekali dengan keahlian dan pengetahuan yang cukup (baca : cara trading saham), akan dengan mudah terombang-ambing oleh hiruk pikuknya pasar.

Ada rekomendasi dari Trader A, ikut. Ada lagi rekomendasi dari Trader B, ikut.

Trader A bilang bilang kalau saham BCDE itu jelek, karena ini dan itu, sedangkan Trader B bilang bahwa saham BCDE itu bagus karena ada potensi menghasilkan laba yang besar di tahun mendatang karena adanya pabrik baru.

Yakinlah, selama anda tidak memiliki keahlian dan pengetahuan dalam cara trading saham di pasar modal, anda akan selamanya berada dalam zona tersebut.

Belum Memahami Pentingnya Psikologi Trading

Psikologi trading dianggap tidaklah begitu penting dala trading saham, apalagi melebihi pentingnya analisa fundamental dan teknikal, dibandingkan lagi dengan analisa bandarmologi yang setiap hari ngomongin pergerakan bandar.

Perlu anda ketahui, Trader kelas dunia seperti Mark Minervini itu menggunakan sistem trading yang sangat sederhana, ia hanya berpatokan pada supplay dan demand sebuah saham.

Selama saham bergerak naik dan tidak menembus area base sebelumnya, ia tidak akan jual. Dan selama saham terus naik ia akan menyimpannya dan bisa saja average up.

That is simpel. Karena pada dasarnya trading itu harus simpel, tidak boleh membuat anda susah tidur apalagi susah makan.

Mulai sekarang, perbanyak membaca buku psikologi trading atau hal-hal yang bisa membuat anda merasa gelisah dalam melakukan trading, serta tingkatkan skill dan jam terbang cara trading saham yang sudah anda buat sebelumnya.

Money Management yang Buruk

Money management menduduki peringkat kedua setelah psikologi trading dalam hal cara trading saham yang tidak banyak dipelajari. 

Kita semua pada saat pertama kali masuk di bursa saham selalu mencari sistem trading "paten" yang bisa mencetak cuan meski kita tinggal tidur, atau biasa disebut Holy Grail.

Hey.... Bangun woi.... 

Anda bukan investor yang nunggu dividen setiap tahunnya, anda itu trader yang harus aktif dalam transaksi dan mengikuti perkembangan pasar.

Money management itu sangat penting, karena anda akan menempatkan dana riil yang anda dapatkan dari hasil bekerja atau berbisnis untuk kemudian anda masukan ke dalam saham agar beranak pinak. bener kan?

Jadi mulai sekarang, belajarlah money manajemen yang tepat, jangan terlalu banyak belajar analisa fundamental atau teknikal hanya untuk mendapatkan holly grail itu.

Karena dengan money management yang tepat anda akan memperoleh harga perolehan saham terbaik sehingga dapat memaksimalkan potensi cuan yang ada.

Sukar Mengakui Kesalahan dalam Pengambilan Keputusan

Seringkali trader di berbagai forum diskusi menyalahkan pihak lain, seperti menyalahkan bandar, trader yang memberikan rekomendasi, atau market itu sendiri saat anda mengalami kerugian.

Wake Up Man..... Salahkan dirimu saat anda mendapatkan kerugian, itu artinya anda salah entah itu dalam hal entri atau melakukan sell atau cara trading saham anda yang salah total.

Jika anda sering mengalami kesalahan baik itu saat membeli ternyata harganya malah turun, atau setelah menjual sahamnya malah naik tinggi. Maka akuilah, bahwa anda belum memiliki skill dan pengetahuan yang cukup.

Untuk itu, belajarlah lebih giat, cari mentor yang siap membantu anda, memberikan pengetahuan dan bekal yang cukup untuk mengarungi ombaknya pasar saham.

Tidak Sabar

Belajarlah untuk bersabar.

Tidak semua saham setelah anda beli kemudian naik tinggi. Mereka butuh waktu, maka kesabaran anda menunggu saham yang telah anda beli untuk menunjukan kekuatannya itu penting.

Jika ternyata saham tersebut dalam beberapa waktu tidak naik, itu menandakan saham tersebut tidak mempunyai power untuk naik, sehingga anda layak menjualnya, dan bukan berarti anda salah dalam membeli saham.

Jangan pula saat banyak saham mulai turun kemudian anda berbondong-bondong untuk membeli karena harganya sudah anda "anggap" murah dibanding sebelum penurunan, itu sangat salah. 

Bersabarlah sedikit, biarkan saham tersebut memberikan anda sinyal atau pertanda bahwa ia siap untuk anda beli dan memberikan anda pundi-pundi rupiah secara mudah.

Tips Trading Saham yang Baik dan Benar

Agar anda nantinya bisa naik kelas menjadi trader profesional, atau setidaknya trader yang lebih banyak cuannya ketimbang loss, maka tips-tips berikut bisa anda ikuti untuk meningkatkan kualitas diri anda dalam trading saham Indonesia.

Pahami Fitur Online Tradingmu

Memahami aplikasi online trading itu sama pentingnya anda menguasai analisa dan merupakan bagian penting dalam cara trading saham. 

Mengapa? Karena aplikasi online trading itu sama seperti pedangnya para samurai, senjata utama dalam medan pertempuran.

Jika anda tidak menguasai senjata tersebut dengan baik, anda malah bisa terkena goresan dari ayunan senjata anda sendiri.

Pahami fitur-fitur yang disediakan oleh OLT anda, sehingga anda bisa memaksimalkan dan dapat membantu trading anda sehari-hari.

Seperti fitur Automatic Order, Broker Summary, Chart, dan masih banyak lagi.

Jangan lupa Follow Channel telegram kami di https://t.me/blogsaham

Pelajari Analisa Teknikal Dasar

Anda tidak perlu memami banyak indikator modern seperti dalam banyak buku pelajaran.

Secara pribadi, saya lebih menyarankan anda mempelajari Price Action, Support dan Resisten, Chart Pattern, dan Volume. Mungkin bisa ditambah dengan Moving Average (MA) sederhana saja untuk memberikan panduan bagi anda trend yang sedang terjadi.

Semakin banyak anda pelajari indikator, maka semakin sulit anda mengambil keputusan.

Bagi saya cara trading saham itu harus simpel, agar kemampuan kita membaca pergerakan pasar dapat lebih murni sehingga keputusan yang diambil dapat terasah seiring waktu berjalan.

Jika anda melihat para trader profesional, anda akan melihat chart gundul, alias chart yang hanya menampilkan candlestik saja. Karena seharusnya memang begitu, semakin ahli seorang trader maka semakin minim indikator yang dipakai.

Kalau dalam dunia pesantren, trader profesional itu sudah bisa membaca kitab gundul, tanpa harokat dan lain sebagainya.

Anda ingin mencobanya? lakuan segera, perhatikan setiap candle yang terbentuk dan pattern apa saja yang bakal terbentuk nantinya.

Ini akan sangat membantu anda.

Pahami Konsep Dasar dalam Trading

Secara teori konsep dasar trading itu 
Beli saat mau naik, dan jual saat akan turun
Tapi dalam prakteknya tidaklah sesederhana itu.

Terkadang analisa kita mengatakan bahwa harga akan naik maka layak untuk Buy, namun kemudian harga ternyata berbalik turun. Begitu juga sebaliknya.

Untuk itu anda harus memperbanyak jam terbang, sehingga bisa meminimalisir trap-trap semacam itu.

Miliki Trading Plan, Money Management dan Mindset Trading yang Benar

Untuk trading plan sendiri kami sudah membahasnya secara detail, anda bisa membacanya pada link dibawah
Sedangkan Money Manajemen dan mindset trading akan dibahas pada artikel-artikel selanjutnya.

Pada dasarnya ketiga item tersebut memiliki pernana yang sangat besar, bahkan lebih besar dibandingkan kualitas analisa anda.

Karena analisa itu hanya pada area membaca pergerakan harga, sedangkan trading plan, money management dan mindset trading itu lebih berperan pada proses trading anda.

Pahami dan Ketahui Seluk Beluk Saham yang akan Anda Beli

Sebelum membeli, anda harus kenal dengan saham incaran.

Mulai dari sektornya, lini bisnis yang dikerjakan, sentimen yang dapat mempengaruhi pergerakan harga sahamnya, produk unggulan, dan kompetitornya.

Karena semuanya sangat saling tertaut dengan pergerakan harga di market.

Belajarlah Untuk Sekedar Tidak Rugi (Banyak)

Mengejar cuan? boleh saja, tapi untuk tidak rugi saja sudah sangat bagus.

Jauh lebih baik bila kita meminimalisir resiko ketimbang profit.

Untuk itulah mengapa peranan Cut Loss sangat tinggi dalam trading plan, tujuan utamanya untuk meminimalisir kerugian dan menyiapkan cash untuk trading potensial berikutnya.

Mulai saat ini janganlah mencoba mengejar profit, tapi pastikan bahwa resiko anda terkendali dan pastikan juga prinsip itu tertanam dengan baik dalam cara trading saham anda.

cara trading saham
Adegan dalam Film The Big Short

Ciptakan Cara Trading Saham Andalan Anda Sendiri 

Jika anda sudah bisa membua trading plan dengan baik, analisa yang objektif, money management yang tertata, mindset trading yang benar, maka langkah selanjutnya buat cara atau panduan trading sendiri.

Uji cara trading tersebut dalam beberapa kondisi market, seperti bull, bearish, dan sideways.

Jika hasilnya bagus, dan resiko anda terkendali, maka cara trading tersebut dapat dijadikan acuan baku dalam aktifitas trading anda.

Kesimpulan

Trading saham pada dasarnya tidak begitu sulit, hanya psikologis kita lah yang membuat semua sulit, selama tata cara trading saham diatas kita lakukan dengan benar.

Terkadang harga belum menyentuh level CL, namun karena sudah panik maka dijual begitu saja, tapi kemudian harga naik, begitu juga sebaliknya.

Ada juga yang tanpa analisa dia beli saham tertentu dan dapat cuan, itu beruntung namanya. Namun pada dasarnya untuk dapat bertahan dalam jangka panjang anda harus bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan atau PR trader profesional seperti diatas, agar bisa mencetak cuan secara konsisten.

Semoga artikel singkat kali ini bermanfaat untuk kita semua.

Sudah membaca artikel rekomendasi saham dari kami? jika belum, anda bisa membacanya disini