Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Investasi Saham Dengan Modal Kecil

investasi saham modal kecil

Dalam dunia investasi modal memiliki peranan yang sangat penting, terutama dalam meraup cuan dalam waktu bullish.

Ada perbedaan mendasar dalam hal fasilitas yang diberikan oleh beberapa sekuritas akan hal permodalan. Bagi pemodal kecil, anda tidak akan memiliki fasilitas akun margin yang memiliki keunggulan tersendiri, sehingga akun ini sangat cocok digunakan pada saat IHSG super bullish.

Dimana pada saat bullish, anda dapat menambah dana pinjaman meski dengan syarat tertentu. Dengan begitu, bagi anda pemodal kecil, anda tidak dapat menikmati fasilitas ini, namun anda hanya memiliki fasilitas margin T+2 saja.

Meski begitu, investor yang bermodal kecil juga memiliki keunggulan tersendiri, dimana ia bisa keluar masuk pasar secara fleksibel dan tidak begitu masalah dengan likuiditas perdagangan pada saham tertentu.

Namun bagaimanakah cara investasi saham dengan modal kita yang masih kecil namun dapat tumbuh secara maksimal sehingga dapat berubah menjadi besar dalam jangka waktu yang tidak begitu lama?

Dalam artikel kali ini akan membahas tentang investasi dengan modal kecil, dan cara-cara mendasarnya.

Cara Investasi Saham dengan Modal Kecil

Tentukan Modal

Bagi anda yang akan masuk ke pasar saham dengan membuka akun di sekuritas tertentu, anda wajib menentukan besaran modal diawal dengan disesuaikan pada profil risiko anda.

Bisa dengan modal awal 100rb, 1 juta, 10 juta, 25 juta atau 200 juta. Tidak ada patokan yang pasti, semua kembali ke diri anda sendiri.

Penentuan modal diawal ini penting untuk mengukur seberapa sia psikologis dan kemampuan anda dalam berinvestasi disaham. Karena di pasar modal potensi antara menghasilkan profit dan kerugian adalah sama besar yakni 50:50.

Namun keduanya akan berbeda bahkan cenderung besar sebelah karena dipengaruhi oleh beberapa hal berikut :
  • Kondisi IHSG
  • Kemampuan analisa
  • Pengaturan Portofolio
  • Psikologis
  • Pengambilan Keputusan
Kelima faktor diatas akan menjadi pembeda antara investor satu dengan investor lainnya, meski keduanya membeli saham yang sama dan pada harga yang tidak jauh berbeda.

Perbedaan utama dari sisi modal selain pada fasilitas dari sekuritas adalah nominal keuntungan atau kerugian yang dihasilkan meski dengan persentase cuan yang sama.

Bagi investor yang bermodal 100 juta dengan cuan 20% setahun akan berbeda rasanya dengan yang bermodal 1 miliar, apalagi dengan investor yang hanya memiliki modal 1 juta.

Namun resiko pun berbanding lurus dengan potensi cuannya, yakni tingkat kerugian secara nominal antara modal 1 juta, 100 juta, dengan 1 miliar juga sangat berbeda.

Semakin besar modal seorang investor, maka kerugian yang dapat ia hasilkan secara nominal juga semakin besar dan sangat mempengaruhi psikologisnya. Dan semakin kecil modal investasi maka semakin kecil pula resiko secara nominalnya dan pengaruhnya pada psikologis investor tersebut.


Cari Sekuritas Dengan Deposit Minim

Anda bisa membandingkan antara sekuritas satu dan sekuritas lainnya terkait modal awal (deposit) dan fee transaksi.

Keduanya memiliki pengaruh yang sangat kuat pada pembukaan rekening saham kita.

Terkait deposit minimal ini penting untuk dipertimbangkan karena berkaitan erat dengan modal yang anda siapkan diawal. Jika anda menyiapkan modal dibawah 1 juta, maka anda bisa mencari sekuritas dengan deposit minimal 100ribu, seperti Ipot, Sucor Sekuritas, MNC Sekuritas dan lainnya.

Yang kedua adalah fee transaksi. Sebenarnya bagi seorang investr, fee transaksi ini tidak begitu penting, karena frekuensi transaksinya sangat minimal, jauh dibandingkan dengan trader.

Namun jika anda memiliki pertimbangan untuk menjadi trader, maka fee transaksi jual dan beli haruslah yang paling kecil.

Berikut ini adalah rangkuman beberapa sekuritas dengan deposit awal dan fee transaksinya.

investasi saham modal kecil
Sumber : Lifepal.co.id

Sebenarnya masih ada sekuritas diluar tabel diatas, dan anda bisa mengeskplore lebih jauh mengenai ini dengan cara berkunjung langsung kes situs setiap sekuritas.

Lakukan Analisa Secara Mandiri

Mendapatkan rekomendasi saham dari seorang investor kelas kakap atau investor yang dikenal luas di pasar, tidak serta merta membuat anda konsisten mencetak keuntungan.

Ada perbedaan mendasar mengapa hal itu terjadi, meski saham yang mereka rekomendasikan adalah saham bagus dan berpotensi menjadi saham yang tumbuh secara konsisten laba bersihnya.

Berikut adalah faktor-faktor tersebut:
  • Pola pikir
  • Kemampuan analisa
  • Keahlian membaca situasi pasar 
  • Psikologis
  • Rencana investasi
  • Evaluasi
Keenam faktor itulah yang akan menjadi pembeda dan alasan mengapa saham yang direkomendasikan oleh investor A tidak meghasilkan cuan namun berbuah kerugian.

Saya pribadi meyakini bahwa rekomendasi dari orang-orang tersebut yang terkenal akan kapabilitasnya tidak sembarangan memilih saham yang akan direkomendasikan. Akan tetapi perbedaan kapabilitas antara keduanyalah yang akan membedakan hasilnya.

Ada satu faktor penentu yang tidak dapat dimiliki atau diatur baik oleh investor hebat dan investor pemula, yakni harga saham tersebut alias market. Karena market memang dapat bergerak semaunya sendiri, tidak penting hari apa atau sebaik apapun kualitas fundamentalnya.

Untuk itu, penting bagi anda untuk terus mengasah kemampuan analisa, yang mana akan teruji dalam perjalanan investasi anda kedepannya.

Mulailah dengan melakukan analisa-analisa standar seperti laporan keuangan (kuantitatif) hingga analisa yang bersifat kualitatif seperti regulasi, politik dan isu sosial lainnya.


Pilih Saham yang Memiliki Kriteria Berikut

Dalam berbagai literatur investasi, ada banyak sekali kriteria saham bagus dan saham calon multibagger. Namun dalam praktiknya tidak semua orang bisa melakukannya.

Ada yang sudah membaca berbagai buku investor terkenal, sampai ikut kelas berbayar, namun tetap saja ia tidak menghasilkan keuntungan secara konsisten di bursa.

Dari banyaknya kriteria dan sangat bervariatif, berikut saya sajikan beberapa kriteria yang lebih fleksibel sehingga mudah diterapkan dalam memilih saham-saham bagus kedepannya.

Kriteria saham pilihan :
  1. Pendapatan dan Laba bersih tumbuh (QoQ dan YoY)
  2. Laba bersih dihasilkan dari bisnis inti atau anak usaha
  3. Memiliki utang yang relatif kecil (perusahaan mampu bayar)
  4. Valuasi Saham atraktif (gunakan Enterprise Value / EV)
  5. Saham berada pada awal uptrend
  6. Adanya sentimen positif (regulasi, harga komoditas dll)
  7. Tidak sedang dalam masalah kasus hukum
Kriteria diatas tidak mewajibkan anda melakukan perhitungan yang rumit, namun tetap saja ada PR yang harus dikerjakan dengan mengumpulkan banyak informasi terkait.

Untuk memvaluasi perusahaan sendiri, saya lebih prefer menggunakan EV dibandingkan dengan PER maupun PBV. Tidak ada alasan khusus, namun penggunaan EV lebih menggambarkan kondisi kesehatan perusahaan itu sendiri.

Buat Investment Plan

Sebelum anda melakukan pembelian saham pilihan, sebaiknya buat perencanaan investasi, agar nantinya akan memudahkan anda dalam melakukan evaluasi.

Pembuatan perencanaan investasi dapat berupa;
  • Pada area mana anda akan membeli saham tersebut
  • Pada kondisi apa saham akan anda jual
  • Berapa dana yang anda siapkan untuk belanja
  • Pada harga berapa anda akan menjualnya (opsional)
Dengan membuat pernecanaan yang baik, maka akan membuat investasi anda berjalan sesuai keinginan anda. Dan jika ternyata dalam perjalanannya tidak sesuai dengan ekspektasi, maka anda sudah siap dengan rencana yang lainnya.


Manfaatkan Teknik Hybrid Compound Interest

Ini adalah teknik yang sebenarnya sudah sering dipakai, namun penamaannya sendiri berbeda-beda. Kami secara pribadi meberikan nama Hybrid Compound Intereset, karena memadukan beberapa teknik agar pertumbuhan portofolio dapat tumbuh maksimal.

Pada dasarnya teknik ini tidak jauh berbeda dengan compound interest, karena memang itu adalah formula utamanya. Namun dengan penambahan yang dapat menjadi faktof X sehingga proto dapat tumbuh berlipat.

Jika pada umumpnya compound interest ini hanya menggunakan teknik hasil profit dijadikan tambahan modal sehingga return yang didapat dari investasinya dapat tumbuh lebih besar, maka teknik ini memadukan top up dan margin.

Jika kita tidak memiliki fasilitas margin, tidak masalah, anda masih bisa menggunakan top up sebagai daya ungkitnya.

Top up atau menambah deposit modal adalah langkah yang sering dilakukan dan nampaknya kurang diperhatikan dalam pelaksanaannya.

Top up terbaik yang harus anda lakukan adalah saat harga saham uptrend (lebih baik saat IHSG bullish) untuk anda lakukan average up.

Investor kok average Up? Bukannya Average Down?

Ini pertanyaan klasik. Namun tujuan utama kita di pasar modal itu untuk apa? menghasilkan uang bukan?

Dan cara termudah menghasilkan uang adalah pada saat apa? pada saat saham uptrend atau IHSG bullish kan.

Nah dengan memanfaatkan momentum tersebut, maka dengan melakukan top up untuk average up memiliki efek yang lebih bagus dan cepat dalam menghasilkan cuan, dibandingkan kita top up untuk average down.

Sebagai seorang investor modal kecil kita harus bisa memanfaatkan momentu, harus bisa lebih lincah dalam melihat peluang, sehingga dapat membuat porto kita tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan dengan cara investasi yang standar.

Mau average down? tidak masalah, asal anda tahu moment nya.

Jadi jika anda merupakan investor kecil dan sedang dalam pekerjaan yang bagus, maka metode ini bisa anda gunakan, dengan menyisihkan sebagian kecil dari gaji untuk deposit tambahan.

Jangan Melakukan Diversifikasi

Jangan menaruh telur dalam satu keranjang.

Pepatah tersebut memang benar adanya, dan memberikan kita resiko yang lebih rendah, namun efeknya membuat peluang kita memaksimalkan profit juga berkurang.

Ingatlah pepatah lama di bursa. High Risk High Return. Semakin tinggi resiko yang diambil berpeluang memberikan return yang bagus.

Diversifikasi yang benar itu menyesuaikan dengan dana alias modal kita. Jika modal kita diatas 1 miliar, maka boleh saja kita menyimpan saham lebih dari 5 buah.

Namun jika modal kita cekak, maka sebaiknya fokuskan saham yang kita kelola maksimal 3 buah.

Mengapa demikian?

Agar anda bisa memfokuskan dana anda pada saham yang memiliki potensi paling besar dalam memberikan return.

Caranya?

Belikan dana anda pada 3 sahamm yang potensial sesuai dengan hasil analisa anda. Kemudian lihat beberapa waktu, dan perhatikan saham mana yang memiliki respon market paling bagus, saham naik disertai volume tinggi dan partisipasi trader juga besar.

Jika faktor-faktor tersebut terpenuhi, saham tersebut memiliki peluang jalan lebih dahulu.

Dan yang perlu anda lakukan adalah menjual saham yang tidak atau belum jalan tadi untuk average up saham yang sudah naik (uptrend).

Sehingga ketika saham tersebut memberikan anda return 10-15% dari total porto, anda hanya perlu melakukan hal yang sama beberapa kali untuk mengalahkan kinerja investor besar yang rata-rata tercatat 20-30% per tahun.

Jika metode ini anda lakukan dengan baik dan market mendukung, anda memiliki peluang membuat porto tumbuh lebih dari 100% dalam waktu setahun.

Warning!!!
JANGAN JADIKAN PORTO ANDA SUPERMARKET


Evaluasi

Sama seperti halnya melaksanakan kegiatan atau program kerja, investasi juga memerlukan evaluasi. Gunanya adalah untuk melihat poin mana yang memiliki efek positif dna negatif.

Efek negatif sebaiknya dibuang atau ditinggalkan, dna efek positif sebaiknya di ulang dan ditingkatkan.

Evaluasi ini juga berguna untuk melihat apakan keputusan yang kita ambil selama melakukan investasi pada saham-saham tersebut sudah sesuai atau kita melakukan kesalahan yang berakibat kerugian atau profit yang tidak optimal.

Dan evaluasi juga dapat meningkatkan analisa dan kemampuan investasi kita.

Demikian ulasan singkat mengenai car investasi saham modal kecil, semoga bermanfaat.

Sudah membaca artikel rekomendasi saham dari kami? jika belum, anda bisa membacanya disini.