Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Menghitung DER Pada Laporan Keuangan dengan Mudah

cara mencari dan menghitung debt to equity ratio atau der pada laporan keuangan perusahaan

Dalam melakukan analisis fundamental, kita selalu tidak akan terlepas dari yang namanya DER atau debt to equity ratio. DER sendiri dianggap memiliki peranan penting dalam analisis fundamental, karena menggambarkan kondisi kesehatan perusahaan itu sendiri.

Makanya rasio DER ini tidak pernah dilupakan apalagi dihilangkan dari analisis yang satu ini, sehingga andapun wajib memahami metode ini.

Dari sekian banyak rasio dalam analisis fundamental, DER juga menjadi poin penting dalam hal valuasi, meski PBV dan PER menjadi rujukan, namun ketika DER sebuah emiten bersumber dari Forex atau valuta asing, maka korelasi antara pergerakan rupiah dan harga saham emiten tersebut sangatah kuat. Untuk itu, berikut ini adalah cara mencari dan menghitung rasio DER pada laporan keuangan perusahaan.


Cara Mencari dan Menghitung DER

Dalam menghitung rasio hutang pada sebuah perusahaan, ada dua rasio yang cukup terkenal atau familiar yakni DER (Debt to Equity Ratio) dan DAR (Debt to Asset Ratio).

Dari kedua rasio diatas, DER lebih mampu menggambarkan kondisi perusahaan dibandingkan DAR, dikarenakan pada DER hanya menghitung ekuitas terhadap keseluruhan utang perusahaan saja, sedangkan DAR menghitung total aset (equity + debt) terhadap total hutang.

Berikut langkah-langkah untuk mencari dan menghitung DER pada laporan keuangan perusahaan
  • Download terlebih dahulu laporan keuangan atau tahunan emiten pada www.idx.co.id di bagian menu laporan keuangan perusahaan tercatat
  • Lalu anda tentukan emiten apa yang ingin anda hitung DER nya, lalu masukkan kode sahamnya dan atur sesuai kebutuhan anda lalu klik cari
  • Setelah mendapatkan file nya, download dokumen
  • Kemudian anda buka file tersebut lalu cari bagian total liabilitas dan ekuitas pada laporan keuangan tersebut.
Untuk menghitung Debt to Equity Ratio sendiri menggunakan rumus berikut 

DER = (Total Utang : Ekuitas) x 100%

Berikut contoh laporan keuangan bagian total utang dan ekuitas

cara mencari dan menghitung der pada laporan keuangan perusahaan
Laporan Keuangan RALS

Sebagaimana yang telah dijelaskan diatas, dalam menghitung DER itu hanya membutuhkan dua komponen pada laporan keuangan yakni total hutang dan ekuitas.

Perhatikan pada gambar diatas, pada kotak nomor 1 itu merupakan total utang (liabilitas) perusahaan Ramayana Lestari atau RALS tahun 2019, dan pada kotak nomor 2 adalah ekuitas perusahaan.

Selanjutnya kita hitung DER RALS menggunakan rumus diatas, dan berikut hasilnya

DER = (Total utang (liabilitas) : ekuitas) x 100%

menjadi

DER = (1.480.893 : 4.168.930) x 100%

hasilnya

DER = 0,36 x 100%

hasil akhir

DER = 36%

Maka kesimpulannya adalah DER saham RALS atau perusahaan Ramayan Lestari Tbk adalah 36%.

Lalu apakah DER 36% itu bagus? Berikut ini adalah cara membaca DER yang benar.

Cara Membaca DER Perusahaan

Berikut adalah cara mudah membaca rasio DER agar kita mengetahui apakah angka tersebut termasuuk bagus atau jelek bagi perusahaan, dan kita sebagai investor atau trader tahu dan seharusnya sikap kita seperti apa.

Cara membaca DER
  • Apabila nilai DER dibawah atau sama dengan 100% atau 1, maka kondisi perusahaan tersebut sehat
  • Apabila nilai DER diatas 100% atau 1, maka kondisi perusahaan tersebut masuk kategori warning atau lampu kuning
  • Apabila nilai DER diatas 200% atau 2, maka kondisi perusahaan sudah beresiko tinggi
  • DER tidak cocok digunakan untuk menghitung atau mengukur kondisi perusahaan perbankan

DER dibawah 100% atau 1

Jika nilai DER yang kamu temukan berada dibawah 100% atau 1, maka selamat kamu menemukan perusahaan yang sehat. Hal ini dikarenakan, jika perusahaan mengalami gagal bayar, maka ekuitas perusahaan masih mampu membayar utang-utang tersebut dan kita sebagai investor masih memiliki peluang mendapatkan hasil penjualan ekuitas tersebut karena ada sisa dari hasil pembayaran utang.

Ingat, investor memiliki peluang terakhir dalam meraih haknya setelah pemberi utang dan pemilik saham preferen.

DER diantara 101% sampai 200%

Apabala menemukan perusahaan jenis ini, maka sebaiknya cek lebih dalam pada laporan keuangan apakah sumber utangnya berasal dari utang bank atau obligasi, atau berasal dari utang usaha.

Jika utang perusahaan berasal dari utang bank atau obligasi, maka kondisi perusahaan masuk kategori warning, akan tetapi jika mayoritas utangnya berasal dari utang usaha, maka kondisi perusahaan masih baik-baik saja.

DER diatas 200%

Jenis ini ada banyak sekali di bursa saham Indonesia, terutama saham-saham gocap atau gorengan, bahkan ada pula dari saham-saham bluechip. Maka saham-saham jenis ini rawan sekali dengan resiko, salah satunya dengan adanya sentimen kenaikan suku bunga bank dan pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Untuk itu, hindari perusahaan yang memiliki rasio DER diatas 200% karena mereka sangat rawan dengan berbagai resiko ketimbang jenis DER diatas.

DER Tidak Cocok Untuk Perusahaan Perbankan

Hal ini dikarenakan tabungan nasabah atau masyarakat dimasukkan kedalam pos kredit atau utang, sehingga semakin tinggi dana pihak ketiga atau tabungn masyarakat, maka semakin tinggi DER saham perbankan tersebut.

Maka dari itu tidaklah heran jika DER perbankan diatas 6 kali (600%) bahkan ada yang sampai 10x (100%) dari total ekuitasnya. Sehingga sangat tidak disarankan jika melakukan analisis utang pada perbankan menggunakan rasio DER, akan tetapi menggunakan rasio CAR (Capital Adequacy Ratio) dan LDR (Loan to Deposit Ratio).