Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Contoh Trading Plan Saham

contoh trading plan saham

Contoh Trading Plan Saham yang akan dibahas kali ini merupakan kelanjutan dari artikel kami lainnya mengenai cara membuat trading plan. Pada dasarnya trading plan ini bisa dibuat oleh siapapun, karena hanya menentukan titik support, resist, entry level dan TP serta Stop (Cut) Loss.

Semoga dengan contoh trading plan saham kali ini bisa membuat anda semakin mengerti pentingnya trading plan dalam aktifitas perdagangan di bursa saham.

Cara Membuat Trading Plan Saham

Cara membuat trading plan sangatlah mudah, anda hanya perlu menentukan beberapa hal berikut ini
  • Support terdekat
  • Resist terdekat
  • Level Entry Buy (Buy)
  • Level Cut Loss (CL)
  • Level Target Price (TP)
Cara menentukan support dan resistent dapat dilakukan dengan sangat mudah, diantaranya
  • Menggunakan garis MA
  • Menggunakan level Low atau High sebelumnya
  • Menggunakan Trend Line
Sedangkan untuk Stop Loss atau Cut Loss setiap orang berbeda-beda kriterianya, hal ini dikarenakan level "kerelaan" dalam menerima kerugian bagi setiap trader.

Bagi saya pribadi, ketika harga tidak lebih dari 5% dari titik support masih akan saya beli, namun proses pembeliannya tidak pada satu titik harga saja, namun pada range beli yang ditentukan dalam trading plan.

Manfaat utama memiliki range buy adalah kita bisa mendapatkan Best Price harga rata-rata sehingga harga pembelian kita bisa memiliki resiko yag lebih rendah.

Sebagai contoh, pada pergerakan harga dengan kekuatan sedang-melemah, pembelian dengan teknik Best Price ini memberikan kita level resiko yang rendah. Cut loss nya pun tidak akan lagi 5%, namun berada dibawah itu, sehingga ketika kita CL, maka potensi maksimalnya adalah 5%, karena bisa saja harga bergerak turun secara cepat dan kita tidak cepat dalam mengantisipasinya.

Jika pasar memiliki power yang kuat sehingga harga saham cukup volatil dan terus mengarah keatas, maka best price yang kita dapatkan tetap berada dibawah Last Price, sehingga posisi kita memiliki peluang yang besar untuk Floating Profit.

Best Price ini bagi saya sangat berguna ketika kita tidak yakin market akan bull dalam beberapa hari kedepan, sehingga dana yang kita alokasikan tidak full 100% langsung Buy pada satu atau dua titik harga saja, namun pada beberapa titik sehingga resikonya dapat ditekan serendah mungkin.

Dalam trading saham, memanaje resiko adalah yang paling utama, sedangkan cuan alias profit merupakan hal yang kedua, bahkan beberapa trader menganggap cuan itu merupakan bonus dari hasil kita menjaga resiko.

Maka set-up terbaik saat anda trading, fokuskan pada meminimalisir resiko, sehingga harapan untuk cuan tidaklah tinggi, dan dapat membuat anda tetap logis dalam melihat pergerakan pasar, tidak lagi pakai Feelingmology.

Ok, kita langsung saja pada contoh membuat trading plan saham.

Contoh Trading Plan Saham

Perhatikan chart berikut ini

contoh trading plan saham
Sumber : Tradingview

Jika anda perhatikan chart diatas, anda akan menemukan hal-hal berikut
  • Resist
  • Support
  • TP 36475
  • Buy Area 35475-35825
  • Cut Loss (CL) 35350
  • Support MA20
  • Support MA50
Maksudnya adalah garis resist dan support diatas menjadi view pertama sebelum kita membuat trading plan, dimana pada kedua garis itu akan menjadi titik sentral dalam menentukan area pembelian dan target harga.

Untuk itu harga diatas garis support dijadikan area beli karean memiliki resiko terendah, sedangkan garis resist dijadikan target harga (TP) karena pada area tersebut harga akan mengalami hambatan untuk menembusnya.

Sedangkan support MA20 dan MA50 menunjukan bahwa support dari indikator Moving Average (MA) berada jauh dibawah, sehingga ketika kita menginginkan pembelian didekat garis MA, maka trading plan akan berubah.

Dengan menggunakan contoh trading plan diatas, kalkulasi potensi cuan dan potensi ruginya adalah sebagai berikut
  • Potensi profit mencapai 1,8% s/d 2,8%
  • Potensi rugi mencapai -0,4% s/d -1,3%
Kok kecil potensi cuannya?

Ya karena kita menggunakan trading plan dengan range High-Low seperti gambar diatas. Tapi jika range High Low yang dipakai lebih besar, maka risk rewardnya pun menjadi lebih besar.

Yang perlu anda ingat adalah, pada chart diatas BBCA sudah break All Time High dan saat ini mengalami koreksi di garis support (dulunya resist) All Time High.

Sehingga ketika harga nantinya naik dan menembus area TP, maka harga saham BBCA akan mengalami kenaikan yang lebih tinggi.

Kalau begitu apa gunanya Target Price kalau harga masih memiliki peluang kenaikan?

Kegunaan utama trading plan adalah mengatur dan mengelola trading kita agar kita bisa konsisten dalam menumbuhkan portofolio.

Kalau harga saham BBCA kemudian naik tinggi lagi sedangkan ktia sudah TP (Taking Profit) alias jual, ya kita buat trading plan lagi untuk BBCA.

Simpel kan?

Fokus dan Disiplin

Membuat trading plan itu sangatlah mudah karena kita hanya perlu melakukan latihan beberapa kali maka kita sudah bisa membuatnya pada saham dan situasi yang berbeda.

Tantangan utamanya adalah apakah kita dapat fokus dan disiplin pada trading plan kita?

Banyak trader yang gagal bukan karena mereka tidak bisa membuat trading plan, namun mereka mengabaikan trading plan yang telah dibuatnya dan tidak disiplin.

Memang kelihatan simpel, namun untuk urusan psikologis di market adalah hal yang susah. Anda perlu jam terbang tinggi dan kematangan psikologis. Hal ini agar anda tetap fokus dan objektif dalam menilai market.

Karena sesungguhnya bukan market yang mengikuti analisis kita, tapi kitalah sebagai trader yang harus mengikuti arus market.

Tidak ada yang benar kecuali market itu sendiri. Ingat itu.